Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan

6 Cara Merawat Rumah yang Jarang Ditempati


Ada banyak alasan memiliki rumah namun jarang ditempati atau bahkan kosong. Beberapa alasan rumah yang jarang di tempati atau bahkan kosong karena pemilik kerja di luar kota, rumah sebagai investasi, dan lainnya. Tidak jarang rumah yang tidak ditempati atau kosong terlihat tidak terawat.Perawat rumah kosong perlu dilakukan, meski tidak dihuni, tapi saat rumah dibiarkan begitu saja, rumah tersebut akan mengalami kerusakan di berbagai elemen. Memiliki rumah lebih dari satu saat ini telah menjadi tren di kalangan masyarakat, hal ini biasanya dilakukan sebagai langkan investasi karena mengingat rumah yang selalu memiliki tren harga naik. Namun pastinya kita tidak akan menempati keseluruhan rumah yang kita miliki sehingga ada beberapa rumah yang pastinya kosong.Sudah dapat dipastikan jika rumah dibiarkan dalam keadaan kosong maka akan cepat rusak. Oleh karena itu lakukanlah beberapa cara berikut ini untuk merawat rumah kosong agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak. Apabila rumah Anda terjaga tentu saja nilai investasi rumah tersebut diharapakan akan terus bertambah.


1. Bersihkan Secara Berkala

Jika Anda memiliki rumah kososng maka ersihkanlah secara berkala, karena jika tidak dibersihkan maka akan menimblkan berbagai jenis hewan yang bersarang di sana, seperti laba-laba, tikus dan beberapa jenis hewan lainnya yang pastinya akan merusak rumah. Jika rumah Anda berlokasi cukup jauh Anda dapat meminta bantuan tetangga terdekat rumah yang dapat dipercaya untuk melakukannya, yang pastinya dengan kopensasi selayaknya. Mencoba untuk mengunjungi rumah kosong Anda setidaknya sebulan sekali, jika Anda tidak bisa karena kesibukan Anda kemudian meminta orang lain yang Anda percaya atau keluarga hanya membersihkan halaman rumah dan interior rumah. Cara ini akan sedikit mengurangi potensi kerusakan rumah Anda, karena dengan dibersihkan secara berkala rumah akan masih dipertahankan dan menghindari pertumbuhan rumput yang tidak dikendalikan. Selain membuka seluruh pintu dan jendela dapat memberikan udara segar masuk dan sirkulasi akan baik. Kunjungan rumah kosong Anda minimal 1 bulan akan memberikan kesempatan untuk mengetahui kerusakankerusakan sedikit lebih awal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah terjadi.

2. Nyalakan Lampu

Untuk mnghindari rumah lembab maka nyalakanlah selalu lampu di rumah yang kosong, selain dari itu menyalakan lampu juga dapat membuat rumah kita menjadi lebih aman dari niat orang jahat. Hal ini dikarenakan rumah tersebut akan berkesan dihuni dari pada kosong.

3. Membuka Pintu dan Jendela Secara Berkala

Jika rumah kosong dan dalam keadaan tertutup dalam kurun waktu yang lama, maka akan menyebabkan rumah tersebut menjadi lembab. Jika lembab maka akan menimbulkan jamur dan akan merusak seluruh struktur yag ada di dalam rumah seperti dnding dan kusen sehingga mudah rapuh.

4. Cat ulang rumah Anda

Kondisi cuaca yang memang menjadi masalah utama terhadap keindahan cat rumah Anda terutama luar (eksterior). Perubahan cat di rumah Anda setidaknya sekali setahun atau yang diperlukan jika memang banyak pudar dan terkelupas. Selain itu cat akan melindungi dinding dari perubahan cuaca.

5. Perbaiki kerusakan kecil


Jika Anda melihat kerusakan sedikit di rumah Anda, maka segera lakukan agar tidak menambah kerusakan yang lain. Misalnya adanya kebocoran kecil jika tidak dibenarkan akan segera menyebabkan kayu atau langit-langit rumah Anda menjadi rusak.

6. Disewakan


Untuk melakukan beberapa hal tersebut di atas telah diuraikan sebelumnya jika tidak memungkinkan maka Anda dapat meminta bantuan dari orang lain. Namun ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk merawat rumah kosong yaitu dengan menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Dengan demikian keuntungan yang akan Anda peroleh menjadi berlipat, selain rumah Anda terjaga dengan baik, Anda juga akan mendapatkan tambahan penghasilan yang bersifat rutin. Rumah Disewa memang akan sedikit risiko terutama jika penyewa tidak mampu mengurus rumah dengan benar, namun ini dapat diantisipasi dengan memilih penyewa yang Anda benar-benar kenal atau percayai. Rumah sewa ternyata juga dapat menjadi solusi untuk menjaga rumah tetap awet meskipun tidak Anda huni, karena ada orang lain yang selalu sibuk dan membersihkan rumah Anda. Selain itu, biaya sewa juga akan diberikan dana tambahan untuk menambah atau meningkatkan kualitas rumah Anda.

Semoga bermanfaat!


Sumber:  diminimalis.com dan  caramerawatbungamawar12.blogspot.co.id

Empat Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Emat tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerjasama dengan Karir.com tersebut, di Jakarta. Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. "Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini," ujar Untung. Sementara jika ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah bisa mencapai 200 persen, atau 50 persen per tahun.

Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta.
Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta. Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini. "Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp 3,6 juta per bulan," papar Untung.

Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah. "Ini alarm serius buat pemerintah," kata Untung.

Hanya 17 persen


CEO Karir.com Dino Martin menambahkan, ada banyak fakta menarik yang terungkap dalam riset tersebut. Di antaranya adalah jumlah populasi profesional milenial yang mampu beli rumah di Jakarta hanya sebanyak 1.446 orang dari total 8.510 orang responden dengan penghasilan rerata tersebut di awal artikel ini. "Batas atas salary adalah profesional yang bekerja di sektor pertambangan minyak, dan gas yakni Rp 12.099.000 per bulan, dan batas bawah di sektor pendidikan dengan angka Rp 3.840.000 per bulan," tutur Dino.
Ini artinya, lanjut Dino, hanya 17 persen saja dari generasi milenial Jakarta yang mampu membeli dan memiliki rumah. Itu pun dengan harga termurah Rp 300 juta. Hasil riset tersebut sekaligus merepresentasikan bahwa pengelolaan keuangan sudah seharusnya menjadi prioritas, dan diperhatikan lebih serius. 
"Kapan harus menabung, kapan harus memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan lain-lain," imbuh Dino.


Ayo paksa beli rumah sekarang, semoga bermanfaat!


Sumber: property.komas.com

7 Tips Memilih Rumah Supaya Tidak Salah Melangkah

Jual rumah murah bantul

Anda berencana membeli rumah? Selamat Anda benar-benar orang yang beruntung, karena banyak orang yang belum memiliki kesempatan untuk membeli rumah. Ada pula yang belum punya keinginan membeli rumah. Rumah memang kebutuhan pokok sekaligus sarana investasi paling aman saat ini. Anda sudah tepat ketika punya keinginan untuk memiliki rumah. Memilih rumah yang mau dibeli merupakan sebuah tantangan yang menarik. Dalam memilih rumah Anda harus cermat agar tidak menyesal di kemudian hari. Membeli rumah yang tidak tepat bisa menjadi penyesalan, namun kehilangan kesempatan memiliki rumah bagus dengan harga di bawah harga pasar juga bisa menimbulkan penyesalan.

Berikut beberapa tips agar tidak salah melangkah saat membeli rumah:

1.   Legalitas

Kenapa saya samapaikan legalitas diurutan pertama? Karena tanpa legalitas yang lengkap, apalah artinya rumah yang kita miliki. Akan banyak masalah yang akan kita hadapi. Mulai rumah kita sulit diperjualbelikan,hingga perkara hukum yang menghantui. Umumnyai masyarakat mencari properti yang sudah memiliki status SHM (Sertifikat Hak Milik) Sertifikat Hak Milik atau SHM merupakan sertifikat kepemilikan penuh seseorang atas satu lahan atau tanah Oen pemegang sertifikat. SHM merupakan bukti kepemilikan terkuat atas satu lahan. 
Sebagian juga menawarkan rumah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB adalah jenis sertifikat bagi para pemegang sertifikat yang hanya dapat memanfaatkan satu lahan untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Kepemilikan lahan HGB sendiri dipegang oleh negara. Biasanya, batas waktu SHGB sendiri memiliki batas waktu 20 hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang. Setelah melewati batas waktu tersebut, pemilik sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB.
Pastikan Anda membeli rumah dengan status Hak Milik atau minimal HGB.

2.   Harga Yang Terjangkau

Saat orang kebanyakan bermimpi memiliki rumah keluarga yang luas dan mewah, Anda tidak harus memaksakan hal tersebut jika anggaran tidak mencukupi. Sebaiknya untuk memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kemampuan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, developer perumahan, khususnya di kota-kota besar berlomba membangun hunian mungil dikarenakan lahan yang semakin terbatas.


3.   Lokasi 

Dalam pemilihan lokasi Anda bisa memilih apakah cukup dekat dengan tempat kerja? Kemudahan akses transportasi? Aman tidaknya dari bahaya banjir? Seperti apa akses jalan utama menuju rumah? Apakah kondisinya penuh lubang? Apakah dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, Masjid, pasar, perkantoran, sarana olah raga, dan lainnya.

4.   Posisi Rumah

Posisi rumah akan menentukan harga rumah. Posisi rumah di pojokan, maka harganya akan lebih tinggi dibanding rumah yang terletak ditengah-tengah.  Perlu diketahui posisi hook atau pojokan ini sering jadi incaran banyak pembeli karena kamu bisa mengembangkan rumahmu dengan ukuran yang lebih besar.

5.   Status Rumah

Biasanya pengembang menyediakan dua pilihan, rumah siap huni atau rumah  indent (pembelian barang dengan cara memesan atau membayar lebih dahulu).

Rumah siap huni biasanya rumahnya sudah jadi dan siap ditempati. Kamu bisa melihat rumah secara langsung dan bisa langsung menempati saat sudah membayar.
Sementara rumah indent artinya kamu hanya bisa memilih lokasi dari gambar peta situs perumahan kemudian menunggu 8 bulan hingga dua tahun untuk proses pembangunan rumah.


6.   Lingkungan 

Jika Anda memiliki anak sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan anak. Seperti adanya fasilitas lapangan ataupun taman tempat mereka bermain. Adakah anak-anak seumuran di sekitarnya? Apakah kondisi lingkungan cukup aman dan kondusif untuk tumbuh kembang anak? 

7.   Dekat dengan Pusat Aktifitas

Lokasi rumah yang dekat dengan sekolah, kawasan perbelanjaan, rumah sakit, perpustakaan, tidak kalah penting untuk “memanjakan” keluarga kecil Anda.

Lebih baik lagi jika sejumlah fasilitas tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dengan begitu anak-anak bisa mencapai sekolah dengan mudah sehat dan murah. Yang terpenting, akses orangtua menuju tempat bekerja juga bisa perlu diperhitungkan.


Semoga bermanfaat!




Sumber: adhijayamulia.co.id

15 Alasan, Kenapa Seseorang Memilih Tinggal di Kampung daripada di Kota


Jual rumah Jogja

Pilihan untuk tinggal di kota atau di desa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Kota maupun desa memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian orang lebih memilih tinggal di desa daripada di kota. Berikut beberapa alasan, seseorang memilih tinggal di desa:


1. Lingkungan Yang Lebih Alami dan Lebih Sehat

Lingkungan di desa yang masih banyak ditumbuhi pepohonan membuat suasana desa terlihat lebih indah, alami, dan sehat. Dan tentu hal ini juga yang menjadi salah satu alasan seseorang lebih krasan tetap tinggal di desa. 

2. Jauh dari Polusi

Kota memang menyediakan banyak lapangan pekerjaan karena banyaknya industri dan pabrik, tentu ini menyebabkan kota menjadi padat penduduk. Tetapi, asap-asap pabrik dan kendaraan, limbah yang dibuang ke sungai, semua itu menyebabkan polusi dan tentu kota menjadi lingkungan yang kurang sehat. Berbeda dengan di desa, di samping pemandang masih asri, banyaknya tumbuhan dan pepohonan yang terus menjaga udara tetap segar. Ini menjadikan lingkungan tetap sehat dan bebas polusi. 

3. Pemandangan yang Indah dan Sehat

Seperti yang Anda ketahui, bahwa desa merupakan tempat yang hijau. Pepohonan, sungai, gunung, persawahan, menghiasi setiap tempat dan menjadi pemandangan yang indah. Pemandangan di desa merupakan pemandangan yang alami. Selain ini sedap dipandang mata, udara pun tetap terjaga dan sehat. Sehingga tidak jarang banyak orang kota yang datang melakukan refreshing ke tempat-tempat wisata alami di desa.

4. Suasana Desa Lebih Tenang sehingga Memunculkan Ide dan Inspirasi Baru

Suasana di desa memang tidak ramai seperti di kota, tetapi dengan keadaan seperti ini justru kehidupan menjadi terasa tenang bahkan terkadang memunculkan ide dan inspirasi baru.

 5. Biaya Hidup yang Lebih Rendah

Biaya hidup di desa terkadang lebih rendah daripada di kota, karena banyak kebutuhan pokok yang diproduksi sendiri oleh warga desa. Sebagai contoh misalnya, rata-rata warga desa memiliki sawah yang mereka kerjakan sendiri. Kelebihan hasil bumi tersebut tentu tidak mungkin dipakai sendiri semua, tetapi sebagian dijual. Dan tentunya apabila kita menjadi tetangga yang baik, bukan tidak mungkin, diberikan kesempatan untuk membeli dengan harga murah, bahkan gratis. Belum hasil bumi yang lain, ada sayuran, lauk pauk, dan banyak lainnya.

 6. Kerukunan

Berbeda dari masyarakat kota, kerukunan merupakan simbol penting bagi masyarakat desa, gotong-royong pun selalu tercermin dalam kehidupan mereka, contoh sederhana adalah kerja bakti. Tetapi tidak hanya kerja bakti, masih banyak hal yang menunjukan kerukunan masyarakat desa. Kerukunan dan gotong-royong inilah yang menyebabkan masyarakat desa saling mengenal satu dengan lainnya. Di kota, jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah komplek perumahan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan orang tersebut, kecuali jika Anda bertanya tentang alamat dan nomor rumah. Ini sangat berbeda jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah desa, Anda akan diberitahu tempat tinggal orang tersebut meskipun Anda berada di jarak ratusan meter tanpa menanyakan alamat dan nomor rumah. 

7. Solidaritas Tinggi

Setelah Anda membaca contoh kecil kerukunan masyarakat di desa, semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya solidaritas masing-masing. Solidaritas inilah yang menyebabkan mereka saling rukun, saling mengenal, saling peduli, dan saling membantu.  Di desa, jika seseorang melihat tetangganya sedang sibuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan datang dan turut membantu tanpa harus dimintai tolong. Apalagi jka tetangga mengadakan sebuah acara pesta misalkan pernikahan, maka tetangga sekitar pun akan ikut membantu meskipun tidak dimintai tolong. Malah sebaliknya, mereka merasa malu jika tidak turut membantu. Ini adalah solidaritas tinggi antar sesama masyarakat desa.

 8. Sopan Santun dan Ramah Tamah

Masyarakat desa memang terkenal sopan santun dan ramah tamah, bahkan ketika saling bertemu di jalan pun mereka akan saling menyapa. Sopan santun dan ramah tamah ini adalah ciri khas yang diajarkan oleh orang-orang tua dulu. Banyak kasus bahwa anak-anak desa yang pergi ke kota akan menjadi sasaran bagi para penipu. Sebenarnya mereka tidak bodoh, hanya saja sopan santun dan ramah tamah terhadap sesama inilah yang selalu diajarkan dan sudah menjadi watak bagi masyarakat desa, sehingga mereka terlihat sangat lugu dan menjadi sasaran bagi para penipu di kota. Ini adalah bukti bahwa masyarakat desa sangat menjunjung nilai kesopanan dan keramahan. 

9. Adat dan Budaya Masih Dilaksanakan

Adat dan budaya merupakan warisan nenek moyang yang seharusnya tidak dibiarkan hilang begitu saja. Dan tentu saja dimana pun tempatnya, pasti ada adat dan budaya yang dulu pernah ditegakkan. Dalam kasus ini, masyarakat desa adalah masyarakat yang masih memegang adat dan budaya. Tentu saja ada banyak adat dan budaya, tergantung pada masing-masing desa, misalkan tilik bayi (menjenguk anak yang baru lahir), tilik wong loro (menjenguk orang sakit), dan masih banyak lagi adat dan budaya lainnya. Sedangkan di sisi lain, masyarakat kota bisa dikatakan sebagai masyarakat yang telah kehilangan budaya, ini dikarenakan adat dan budaya di kota sudah mulai luntur sepanjang perjalanan waktu.

 10. Tenang dan Tentram

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang bisa mempenaruhi ketenangan dan ketentraman. Desa merupakan tempat yang tenang dan tentram, dibanding suasana kota yang ramai dan banyak hiburan. Suasana desa yang asri dan pemandangan yang indah sangat cocok untuk memunculkan inpirasi dan ide-ide baru. Bahkan banyak orang yang ingin menenangkan diri dari berbagai masalah dengan pergi ke tempat-tempat yang asri seperti di desa. 

11. Tidak Ingin Jauh Dari Orang Tua dan Keluarga

Seperti halnya banyak orang desa yang tinggal di kota pada umumnya, mereka baru bisa mudik ke desa setelah satu bulan, satu tahun, atau beberapa tahun karena alasan sibuk mengurus pekerjaan. Waktu berkumpul bersama orang tua, keluarga, dan saudara pun bisa tidak bisa dinikmati setiap harinya. Orang tua dan keluarga merupakan salah satu alasan kuat mengapa seseorang masih tetap bertahan tinggal di desa, tentu alasan ini dikhususkan bagi mereka yang lahir di desa, apalagi bagi mereka yang orang tuanya sudah rapuh karena usia. Bagi mereka, hari-hari terasa lebih indah saat berkumpul bersama keluarga, saudara, dan orang tua. Selain itu, beberapa orang tua yang tidak tega anaknya tinggal di kota dan mendesak mereka untuk tetap tinggal di desa apa adanya. 

12. Mengabdi kepada Masyarakat dan Mengajarkan Ilmu

Alasan ini mungkin lebih cocok bagi para pelajar yang telah lulus setelah menjalani pendidikan bertahun-tahun di kota. Dengan segudang ilmu yang telah didapat, mereka ingin memanfaatkan dan mengajarkannya kepada generasi muda di desa agar tidak ketinggalan. Pemerintah juga masih menggalakkan kualitas pendidikan di setiap daerah dengan menempatkan sarjana muda ke beberapa desa terpencil. Selain itu, alasan untuk mengabdi kepada masyarakat pun tidak luput dari hal ini. Banyak sarjana lulusan kota yang mampu memajukan dan memakmurkan desa dari ide dan pemikiran mereka. Bahkan saat ini di desa-desa pun sudah banyak dokter dan perawat muda yang memberikan kelayakan kepada masyarakat di bidang kesehatan. 

13. Membangun Bisnis di Desa

Jika dibandingkan di kota, lahan di desa masih terbentang luas dan siap dimanfaatkan untuk megelola bisnis. Membangun sebuah bisnis di desa pun bisa lebih menguntungkan, apalagi pengeluaran dana untuk kebutuhan sehari-hari pun relatif lebih sedikit. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa saat ini di desa-desa sudah banyak berdiri bisnis dan perusahaan kecil.

 14. Tingkat Kriminalitas Lebih Rendah dan Lebih Aman

Jika melihat berita hangat di acara-acara televisi yang saat ini terjadi, misalkan kasus pembegalan dan perampokan, ini tentu membuat banyak orang merasa takut dan khawatir. Penipuan, pencopetan, pencurian, pembunuhan, dan hal-hal kriminal lainnya pun lebih banyak ditemui di daerah perkotaan.  Ya, memang kejadian kriminal pasti akan ditemui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Namun, jika dilihat dari banyaknya berita yang dimuat, tingkat kriminalitas di kota lebih besar seperti halnya banyak orang mengatakan bahwa kehidupan di kota itu keras dan harus lebih berhati-hati. 

15. Syiar dan Budaya Agama Lebih Kental

Jika melihat sekaligus mendengar anak-anak kecil yang pandai mengaji, gadis-gadis yang memakai jilbab, serta suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sering terdengar dari arah Masjid atau Musholla, tentu hati menjadi lebih nyaman dan bahagia, begitulah suasana Islami di daerah pedesaan.  Salah satu faktor utama mengapa lingkungan desa masih Islami adalah karena banyaknya pondok pesantren, tempat-tempat pengajian, dan budaya Islami yang masih dijalankan. Dengan demikian, syiar dan budaya Islami yang masih menghiasi lingkungan pedesaan tentu mendorong seseorang untuk tetap ikut terlibat di dalamnya. Inilah alasan penting mengapa seseorang lebih memilih tetap tinggal di desa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga pesantren. 


Demikian beberapa  alasan mengapa seseorang lebih memilih untuk tetap tinggal di desa meskipun daerah pedesaan lebih sederhana. Tinggal di desa maupun di kota memiliki kelebihan dan kekurangan, semoga Anda diberi kemudahan dalam memilih.

Semoga bermanfaat

Sumber: pelangiblog.com
              bjorngrotting.photoshelter.com


Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan

Jual Rumah di Bantul

Properti masih menjadi instrument pilihan investasi yang menguntungkan dan aman jika dibandingkan dengan jenis investasi lain. Nilai properti cenderung selalu naik melebihi kenaikan laju inflasi. Investasi properti  juga tidak membutuhkan upaya yang besar untuk meaikan nilai tambahnya. Tentu Anda sering mendengar saudara atau teman yang membeli rumah atau tanah kemudian dengan usaha sedikit atau membiaraknnya saja. Tiba-tiba rumah terjual atau ditawar dengan harga yang fantastis berlipat-lipat. Memang tidak selamanya didapatkan properti dengan tipe seperti di atas, kalaupun salah beli maka kemungkinan kita masih bisa meraih keuntungan, setidaknya  balik modal.Investasi property biasanya membutuhkan modal yang tak sedikit. Namun, selain aman , memilik properti juga mengunungkan. Bayangkan betapa enaknya menjadi juragan kontrakan atau kos-kosan. Income akan mengalir meskipun Anda sedang tidur.
Ada beberapa jenis properti, dibawah adalah jenis investasi properti yang umum dan bisa dilakukan oleh siapa saja.


Investasi Tanah

Membeli tanah dengan tujuan investasi terbilang mudah, yang terpenting adalah Anda memeriksa dengan teliti legalitas tanah tersebut. Nama pemilik tanah harus sesuai dengan yang tertera pada sertifikat. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan di mana batas-batasnya.Jika ingin harga tanahmu naik dengan cepat, pilih lokasi yang strategis. Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Anda bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.Kalau Anda menyewakan tanah kosong, umumnya keuntungannya tidak terlalu besar yaitu hanya 0,5% – 2% per tahun. keuntungan yang Anda perolehadalah dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti. Dengan demikian property tersebut bisa menghasilkan arus kas positif, sekurangnya property tersebut sanggup membiayai dirinya sendiri untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menyewakan rumah

Mengingat rumah adalah kebutuhan pokok, maka tak usah khawatir akan sepinya peminat. Namun, Anda tetap harus memperhatikan baik-baik terkait lokasi. Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis misalnya dekat keramaian, perkantoran, atau pabrik. Sama dengan tanah, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjualnya untuk jangka panjang. Rumah bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya. Dengan rate sewa di Indonesia berkisar antara 3 sampai 10 persen, maka hasil sewanya cukup untuk biaya perawatan dan pajak-pajaknya.

Bisnis indekos

Anda berpotensi mengantongi yield di kisaran 5% – 7% per tahun. Keunggulan bisnis indekos adalah Anda juga berpeluang mendulang untung dari usaha tambahan misalnya catering dan laundry. Ingat, pilih lokasi dekat perkantoran atau kampus agar bisnis indekos lebih lancar. Namun, berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan dalam bisnis indekos. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan harus membayar orang untuk bertugas khusus membersihkan dan menjaga indekos.Investasi apartemen dan kondominiumKebutuhan akan hunian vertikal meningkat seiring dengan semakin terbatasnya lahan. Investasi pada hunian vertikal pun menjanjikan. Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% – 12% per tahun.

Memang tidak semua apartemen yang menghasilkan nilai sewa seperti perhitungan di atas, diperlukan analisa terhadap suply dan demand dan pangsa pasar di sekitar lokasi jika kita memutuskan berinvestasi di apartemen. Karena apartemen umumnya digunakan sebagai tempat tinggal kedua di tengah kota untuk kemudahan mobilitas ke tempat beraktifitas. Memilih apartemen atau kondominium untuk investasi properti harus lebih teliti. Jika salah pilih apartemen atau kondominium maka akan sulit mendapatkan hasil maksimal. Misalnya lokasi yang kurang strategis, atau harus berurusan dengan pengembang maupun manajemen gedung yang kurang baik. 

Investasi ruko, kios, dan toko

Seperti halnya investasi properti jenis lainnya, investasi ruko, kios, dan toko sangat bergantung pada lokasi. Anda akan semakin mudah menemukan penyewa jika lokasinya strategis. Jika salah pilih lokasi, maka Anda akan terancam sulit mendapatkan penyewa dan juga sulit untuk menjualnya kembali. Yield untuk roko berkisar 6% – 9% per tahun. Sementara investasi kios/toko menjanjikan yield 5% – 10% per tahun


Dalam investasi properti masih berlaku prinsip “buy and wait” (beli property lalu tunggu kenaikan harga property tersebut) BUKAN “wait to buy” (tunggu harga property turun lalu beli property tersebut). Apabila Anda menunggu harga property turun baru beli, mungkin nilai uang yang Anda miliki nilainya akan tergerus hingga tidak cukup untuk membeli rumah tersebut.

Semoga bermanfaat.

Sumber: asriman.com - economy.okezone.com

Kapan Waktu yang Tepat Membeli Rumah?

Mengingat pembelian rumah merupakan keputusan besar, tentu saja Anda harus memastikan transaksi tersebut tidak akan menimbulkan penyesalan pada kemudian hari. Membeli rumah memang bukan perkara mudah. Baik Anda membeli secara tunai maupun kredit, semua butuh kesiapan finansial dan komitmen. 
Sejatinya, membeli rumah bisa dilakukan kapan saja. Mau membeli secara tunai maupun kredit, semua tergantung kesiapan dari keuangan Anda. Tentu saja yang paling penting adalah Anda sudah menemukan rumah idaman dan sudah memastikan rumah tersebut berada di lingkungan yang kondusif.
Membeli rumah dari pengembang juga bisa dilakukan. Satu hal penting yang harus dipastikan, Anda hanya perlu yakin bahwa pihak pengembang merupakan pihak yang dapat dipercaya. Walau membeli rumah bisa dilakukan kapan saja, Anda juga pasti bertanya-tanya apakah saat ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk membeli rumah.
Sembarangan saja membeli rumah, maka bisa membawa bencana terhadap keuangan Anda pada masa depan. Karenanya, Anda harus berhati-hati. Meski demikian, Anda bisa mencermati sejumlah indikator yang mungkin bisa membantu Anda menghemat budget dalam membeli rumah. Beberapa poin di bawah ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.
Pertama, membeli rumah sebaiknya ketika finansial pribadi stabil. Tentu saja, waktu yang tepat untuk membeli properti adalah ketika kondisi finansial pribadi Anda sudah stabil. Artinya, Anda sudah menyisihkan uang yang dibutuhkan untuk membeli properti idaman tersebut. Jika Anda telah mengumpulkan tabungan yang cukup untuk membeli properti secara tunai keras, Anda sudah sangat siap untuk melakukan pembelian.
Apabila budget yang Anda siapkan adalah untuk pembayaran uang muka, pastikan penghasilan rutin Anda cukup untuk membayar sisa angsuran tanpa mengganggu pengeluaran sehari-hari seperti makanan, tagihan-tagihan, transportasi, dan lain-lain. Menurut para ahli keuangan, kondisi finansial yang sehat adalah ketika rasio cicilan Anda tidak melebihi angka 30 persen dari penghasilan rutin.
Jika Anda memiliki lebih dari satu cicilan utang, pastikan jumlah yang harus Anda bayar tidak melebihi 30 persen gaji atau penghasilan bulanan. Membeli rumah juga bisa saat Anda mengetahui ada bank syariah yang menurunkan marginnya, ini adalah waktu yang tepat untuk membeli rumah. Anda bisa mendapatkan kredit dengan margin yang tidak terlalu tinggi sehingga dapat menghemat pengeluaran Anda setiap bulan. Meskipun perbedaan margin mungkin hanya nol koma persen, dalam jangka panjang Anda bisa menghemat hingga jutaan rupiah. 
Tentu saja, untuk mengetahui besarnya margin KPR, Anda harus rajin mencari informasi keuangan dan bisnis lewat media massa, internet, atau langsung datang ke bank syariah. Selain itu, cari tahu besaran fluktuasi margin selama beberapa tahun terakhir sehingga Anda bisa mengetahui level terendah margin yang pernah diberikan bank syariah.

Namun Anda jangan terlalu lama membandingkan margin tersebut, karena harga properti cenderung naik setiap saat dengan cepat. Di sini ketepatan Anda mengambil keputusan untuk membeli rumah sangat menentukan, cepat namun cermat.
Jadi, jika Anda merasa margin pada tahun ini cukup rendah, tidak ada salahnya segera mengajukan permohonan KPR ke bank syraiah tersebut. Ketika pasar properti mulai lesu, Anda juga bisa berburu hunian. Jika Anda memperhatikan permintaan properti mulai melambat dan banyak rumah yang dibangun namun sepi pembeli, situasi ini sangat mendukung untuk membeli rumah.
Anda punya banyak kesempatan untuk memilih properti idaman dan menawar harga yang mendekati budget Anda. Pasalnya, pengembang justru menawarkan harga rumah dengan promosi-promosi yang menarik untuk memancing pembeli, entah dengan potongan harga, pembebasan biaya provisi ataupun gimmick menarik. Dan harus diingat, tunggu musim yang tepat saat ingin mencari rumah.
Semoga Bermanfaat!
Sumber: economy.okezone.com

Daya Magnet Rumah Sisa Kolonial Belanda di Indonesia

Jual Rumah di Jogja
Rumah saya tempati (Syuting Anak Ahmad Dhani) 

Karena tugas dan pekerjaan "memakasa" saya untuk tinggal di perumahaan sisa kolonial Belanda di Indonesia. Mungkin bagi beberapa orang "ngeri" untuk tinggal di rumah "Loji" sisa kolonial ini. Tetapi bagi saya banyak pengalaman unik ketika selama kurang lebih 8 (delapan) tahun tinggal di rumah kuno ini. Satu hal unik yang ingin saya ceritakan adalah "daya magnet" rumah ini. Paling tidak saya ketemu public figure "efek" dari menempati rumah kuno ini. Ya... rumah-rumah  kuno ini sering digunakan untuk syuting, mulai dari Film Ainun Habibie, Soekarno, Hasyim Ashari , Video Klip Ahmad Bersaudara, dan masih banyak lagi (sudah agak lupa). Tak heran, hingga saat ini masih banyak orang yang berburu rumah Belanda untuk berbagai tujuan dari mulai buat shooting, foto, bahkan ditinggali. Meski sebagian orang menganggap rumah Belanda identik dengan kesan angker, tak bisa dipungkiri, karakternya yang kental nuansa klasik Eropa ala jaman kolonial menjadikan rumah Belanda tetap diminati. Rumah Belanda memiliki karakter yang khas yang membedakannya dari rumah – rumah biasa. Rumah – rumah ini memiliki kesan kokoh, sederhana, namun tetap artistik. Penggunaan warna putih sebagai warna dominan pada eksteriornya seakan – akan juga menjadi salah satu ciri rumah Belanda. Karakter rumah Belanda lain bisa Anda temukan di penjelasan di bawah ini.




Fitur khas rumah Belanda: Sebuah rumah dengan atap melengkung dan fasad simetris

Ciri bangunan Belanda yang paling nampak terlhat adalah penggunaan gambler roof (atap melengkung). Desainnya pun cenderung substansial, aplikatif, namun tetap atraktif. Selain itu, tampilan muka eksterior atau fasad cenderung simetris, meski ada juga beberapa rumah Belanda yang mengaplikasikan fasad asimetris. Fasad biasanya berupa segi empat, segi lima, atau segi enam. Pintu masuk bisa di bangun pada bagian tengah fasad, bisa juga berada di tepi kanan.
Selain itu, di rumah – rumah Belanda kita akan menemukan serambi atau porch yang ada di ground floor. Ujung dari roofline biasanya melebar. Yang pasti, tipe arsitektur bangunan Belanda yang ditemui di Indonesia sedikit berbeda dengan desain bangunan Belanda yang ada di negara asalnya. Hal ini karena menyesuaikan iklim dan kondisi angin di Indonesia.

Material pada bangunan Belanda

Bangunan atau rumah Belanda biasanya dibuat dengan memanfaatkan material seperti batu alam, batu bata, hingga clapboard siding, tergantung dengan lokasi rumah tersebut.

Denah ruang pada rumah Belanda

Denah ruangan pada rumah Belanda tak jauh berbeda dengan denah ruang pada rumah biasa, di mana terdapat area makan, area keluarga, kamar tidur, dan kamar tamu. Lantai atas biasa digunakan untuk kamar anak. Di tengah – tengah ruangan, terdapat area sentral yang langsung mengarah ke ruang – ruang utama dalam rumah tersebut.

Gaya furnitur pada rumah Belanda

Furnitur bernuansa Belanda di jaman kolonial bervariasi, mulai dari yang sederhana dengan yang dipenuhi ornamen pada permukaannya. Setelah itu, muncul teknik veneering dan marquetry yang cukup populer diaplikasikan pada furnitur bergaya Belanda. Kayu walnut merupakan kayu yang paling sering diaplikasikan dengan teknik veneering.
Pada kamar tidur, kita akan menemukan furnitur khas Belanda lain, misalnya lemari pakaian atau wardrobe yang cukup lebar. Biasanya ada ruangan kecil yang dibuat dengan sekat untuk memposisikan tempat tidur yang lokasinya agak terpisah dari posisi wardrobe, meski masih dalam satu ruangan.

Karya seni pada rumah Belanda

Di rumah – rumah Belanda, kita juga bisa menemukan ragam karya seni terpampang di beberapa sudut ruangan. Salah satunya adalah lukisan dari cat minyak. Karena di jaman dahulu, Belanda tengah gemar melakukan eksplorasi ke beberapa tempat di dunia lewat jalur laut, tak ayal dalam hal karya seni pun pemandangan laut paling sering ditemukan pada lukisan – lukisan Belanda. Tak heran, lukisan yang paling populer kala itu adalah lukisan bertema maritim.


Kemudahan dan keuntungan memiliki rumah Belanda

Rumah Belanda biasanya tidak terlalu tinggi dan jarang dibuat bertingkat. Kalaupun dibuat bertingkat, mereka lebih senang menerapkan bangunan 1, 5 lantai, di mana lantai atas tidak sebesar lantai bawah. Desainnya cenderung stabil, tradisional, namun mampu memberi kesan homey feeling. Dengan ukuran bangunan yang tak terlalu tinggi, rumah Belanda cocok sebagai tempat tinggal keluarga dengan anak kecil yang tengah tumbuh berkembang.
Atap sedikit melengkung yang ada pada rumah Belanda juga memberikan keuntungan tersendiri. Kita bisa lebih mudah meronovasi rumah atau menambah lantai tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.

Kerugian memiliki rumah Belanda

Kelemahan karakter rumah Belanda yaitu denah ruang yang masih mengikuti gaya tradisional, dengan area makan yang terpisah, sehingga kurang sesuai dengan tren masa sekarang yang serba kasual dan simple.
Di samping kedua hal di atas, kekurangan lain dari rumah tradisional Belanda adalah keberadaan serambi atau porch. Kadang, serambi ini dibuat terlalu besar, namun diposisikan di tempat yang tidak strategis. Bahkan, porch ini lebih sering dibiarkan kosong dan jarang digunakan.

Semoga Bermanfaat!

Sumber: Pengalaman pribadi & architectaria.com

Kiat Sukses Sebelum Investasi Rumah





Rumah di Yogyakarta

Properti masih menjadi primadona investasi saat ini. Properti masih dipercaya sebagai sektor paling strategis untuk para investor menjaga asetnya agar terus berkembang. Dengan permintaan yang tinggi dan persediaan yang terbatas, harga jual bisa terus melonjak dalam waktu yang relatif singkat.Namun masih banyak pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara untuk mendapatkan return-of-investment (ROI) atau balik modal dalam waktu cepat. Berikut beberapa tips agar bisa mendapatkan tingkat pengembalian investasi properti yang optimal;


1. Lakukan riset pasar

Pahami dulu tren pasar yang sedang berlangsung. Pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi dengan para ahli. Semakin banyak riset yang dilakukan maka kesempatan bisnis Anda berhasil akan semakin besar. Misalnya saat properti sedang mengalami kelesuan, maka ini saat yang tepat untuk Anda memanfaatkan potongan harga dan promo sebanyak-banyaknya. Biasanya di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli, pengembang akan berupaya menarik minat konsumen.

2. Jangan terlalu ambisius 

Berdasarkan pengalaman para jutawan properti, Anda harus memahami bahwa bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan tinggi setiap bulannya. Begitu pula ketika Anda hendak menentukan tarif sewa yang sesuai.
Umumnya, cara paling tepat untuk memberikan banderol harga adalah dengan berpatokan pada rental yieldRental yield adalah pemasukan per tahun yang didapat berbanding dengan harga jual. Contohnya, di daerah Yogyakarta rental yield rata-rata adalah 5 persen. Maka dengan harga jual Rp 500 juta, harga sewa yang pantas adalah Rp25 juta per tahun. Meski begitu, Anda bisa menambah harga sewa tersebut sedikit lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumahnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya perawatan rumah yang harus digabungkan dalam harga final harga sewa.

3. Pilih lokasi yang prospektif

Bukan berarti harus membeli rumah  dengan harga sangat mahal ataupun sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan daerah dimana banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan. Carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial, ataupun dekat dengan transportasi umum , sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Anda harus menyocokkan anggaran yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari banyak orang untuk bertempat tinggal.



4. Pertimbangkan lokasi di luar area tempat tinggal

Kebanyakan investor mencari properti yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal. Sayangnya, tidak semua lokasi yang dekat tempat tinggal adalah tempat yang prospektif. Poin plusnya, mungkin Anda bisa dengan mudah mengecek kondisi bangunan setiap saat. Namun tugas tersebut sebenarnya bisa Anda serahkan kepada agen properti. Coba lirik area yang lebih luas dari tempat tinggal Anda, cara ini juga akan memberi nilai yang lebih aman untuk aset investasi.

5. Lakukan penawaran harga

Sebagai investor yang membeli properti untuk disewakan, Anda harus melakukan negosiasi harga seperti halnya menjadi pembeli properti pertama kali. Lakukan penawaran harga yang rendah dan jangan dengan mudah meninggikan penawaran. Ada banyak cara untuk memahami pasar sebelum melakukan negosiasi. Perkaya pengetahuan Anda seputar prospek dan kenaikan harga di kawasan tersebut.

6. Pilih pakai jasa agen atau tidak

Membeli sebuah properti sebagai instrumen investasi hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda harus memasarkan unit rumah tersebut untuk kemudian disewakan dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Untuk urusan ini Anda lagi lagi bisa menyerahkan tugas kepada agen properti, namun mereka akan mengenakan sejumlah biaya untuk beriklan. Anda bisa saja menghemat bujet dengan melakukan renovasi rumah sendiri, mengiklankan rumah untuk disewa, namun tugas ini akan membutuhkan waktu ekstra.

Semoga Bermanfaat!

Sumber: properti.liputan6.com