Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan

Bantul: Salah Satu Wilayah yang Memiliki Kenaikan Harga Properti Tertinggi di Indonesia.


Properti selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan ini terlihat dari semakin banyaknya permintaan serta pembangunannya. Didasarkan dari data dari salah satu fitur analisis wilayah dari urbanindo.com, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki pertumbuhan properti paling pesat pada tahun 2016. Kota tersebut diantaranya secara berurutan Jember, Jakarta Timur, Tangerang, Banten, Bantul, dan Batam. 

Jual Rumah di Bantul

Namun di antara kota-kota tersebut ada satu kota kecil yang memiliki pertumbuhan properti yang cukup pesat, yaitu Bantul (salah satu Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Wisata dan kampus di Yogyakarta membuat wilayah bantul diminati untuk berinvestasi properti. Dapat dilihat bahwa selama tahun 2016, Bantul mengalami kenaikan properti sebesar 17,02%. Banyaknya rumah dan tanah di Bantul membuat subsektor ini menjadi faktor penunjang kenaikan yang paling utama. Kenaikan subsektor tanah mencapai angka 16,10% dan disusul oleh subsektor rumah yang mengalami kenaikan sebesar 15,31%.Kisaran harga properti yang diminati pada tahun 2016 pada angka Rp 222 – 409 juta. Tipe properti yang dicari pun didominasi oleh rumah yang mencapai angka 78,01%. Selanjutnya, disusul oleh subsektor tanah, dan lainnya.

Semoga bermanfaat!

Sumber: bisnis.com dan urbanindo.com

Inilah Waktu yang Tepat untuk Membeli Rumah untuk Para Milenial


JUal rumah di bantul jogja

Memiliki rumah sering menjadi dilema untuk para kaum milenial, khususnya yang baru memasuki dunia kerja dengan pendapatan yang belum besar. Alan tetapi, semakin lama rencana pembelian rumah ditunda, maka harga rumah cenderung terus naik melambung tinggi


Maka, kapankah waktu yang tepat untuk membeli rumah?Menurut para pakar jawabannya adalah: saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli rumah. artinya, jangan pernah menunda membeli rumah apabila uang sudah cukup. Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang paling baik karena sektor tersebut masih berkembang. Sebab bila dinanti-nanti, maka harga properti cenderung akan terus naik. Harga rumah umumnya akan terus naik, lebih cepat daripada kenaik gaji. Memiliki rumah secepatnya merupakan hal yang tepat, Membeli rumah memang agak berat di awal, tetapi beberapa tahun kemudian hal itu bukan lagi jumlah yang memberatkan. Jadi saat ini waktu yang paling tepat untuk investasi beli properti.


 Semoga bermanfaat!!

Sumber: detik.com




Kelebihan dan Kekurangan Bangun Rumah Sendiri vs Beli Rumah Jadi

Jual Rumah Bantul
hub.uberflip.com
Apakah saat ini Anda sedang bingung antara beli rumah jadi atau bangun rumah sendiri? Pilihan ini terkadang membuat kita bimbang. Sebetulnya apa kelebihan dan kekurangan bangun rumah sendiri jika dibandingkan beli rumah yang sudah jadi? Berikut kita bahas di bawah ini:



1.     Bangun Rumah Sendiri

Kelebihan
a.  Desain rumah sesuai keinginan
Salah satu kelebihan dari membangun rumah adalah kita bisa membuat sendiri desain rumah sesuka hati sesuai dengan kesiapan dana yang dimiliki. Hal ini tentu sangat berbeda jika kita membeli rumah dari developer, di mana bentuk atau desainnya telah ditentukan oleh pihak pengembang. Luas bangunan dan desain rumah bisa disesuaikan dengan selera kita. Kamu dapat mendesain ruang-ruang di rumah sesuai keinginanmu.

b. Hemat Biaya
Lebih hemat biaya karena Anda bisa menentukan sendiri kontraktor bangunan dan luas bangunan yang hendak dibangun

c. Jangka Waktu Penyelesaian
Jangka waktu penyelesaian rumah bisa kamu diatur sendiri sesuai kebutuhan dan budgetmu.


Kekurangan
a.  Prosesnya cukup rumit
Prosesnya cukup rumit, yaitu meliputi pemilihan lokasi dan mengurus proses perizinan, memilih arsitek untuk mendesain rumah, memilih kontraktor pembangunan rumah dan mengurus instalasi air, listrik, jaringan telepon, internet dan sebagainya.

b. Proses legalitas
Proses legalitas (keabsahan sertifikat, IMB) lebih berisiko jika tidak diurus oleh tenaga profesional. Potensi risiko biaya legalitas terselubung (biaya tidak resmi) jika diurus oleh tenaga yang tidak berpengalaman.

c.  Jangka waktu pembangunan lama
Namun yang perlu diperhatikan adalah proses pengerjaan untuk membangun sebuah rumah tentu sangat memakan waktu. Anda harus mengeluarkan waktu hingga rumah selesai dibangun sesuai dengan yang diharapkan.

d.  Dana pembangunan terancam kuras kocek
Tidak hanya itu, Anda pun harus benar-benar pintar untuk mengelola dana untuk membangun rumah. Jangan sampai nanti dana yang dimiliki malah habis di saat proses pembangunan masih berlangsung. Untuk itu pintar-pintar lah untuk memilih bahan bangunan yang murah namun berkualitas.

e.  Risiko bongkar pasang karena tidak sesuai keinginan
Terkadang desain yang kurang matang dan kesalahan mengiplmentasikan desain oleh kontraktor/tukang tidak sesuai dengan desain atau keinginan pemilik. Hal ini membuat kita harus kerja dua kali. Membuat biaya berlipa ganda, biaya bongkar dan pasang ulang. Belum waktu pengerjaajn yang bertambah.



2.    Beli Rumah Jadi

Kelebihan
a.  Beli rumah jadi lebih praktis
Kelebihan memiliki rumah dengan cara membelinya adalah kepraktisan dan kenyamanan. Dengan membeli rumah, Anda tidak perlu repot-repot memikirkan cara dan prosedur membangun rumah. Apalagi kini proses pencarian rumah bisa lebih mudah dengan adanya internet. Cukup duduk manis di depan laptop ataupun smartphone maka Anda bisa menemukan properti yang diincar. Calon penghuni tinggal menerima rumah yang sudah siap untuk dihuni.

b. Lingkungan dan fasilitas yang terjamin
Lingkungan dan fasilitas yang terjamin, mulai dari segi keamanan, kenyamanan, kepraktisan hingga keserasian, sejauh ini masih melatarbelakangi sebagian besar pembeli rumah jadi. Faktor keamanan merupakan kebutuhan pokok bagi penghuni rumah jadi.

c.  Legalitas rumah juga lebih terjamin.
Aman dari segi legalitas, dalam hal ini keabsahan sertifikat, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sebagainya, karena proses pengurusan sudah selesai sehingga tidak timbul risiko di kemudian hari.

d. Bisa mengendalikan pengeluaran sesuai dengan anggaran
Harga rumah seperti ini lebih terjaga stabil, sehingga kamu tahu kisaran dana yang dibutuhkan. Dana membeli rumah yang tersisa dapat digunakan untuk rencana keuangan lainnya semisal untuk berinvestasi, berdagang, ataupun berlibur.

e.  Hemat Waktu
Selain menghemat biaya konstruksi serta menghemat waktu yang terpakai jika harus membangun rumah sendiri

f.  Lokasi rumah sesuai keinginan
Bisa mencari rumah jadi yang sesuai dengan lokasi yang diinginkan


Kekurangan
a. Desain tidak sesuai dengan keinginan
Kekurangan dari membeli rumah siap huni, antara lain desain ruang-ruangnya mungkin tidak selalu cocok dengan yang kamu idamkan

b. Luas bangunan terbatas
Luas bangunan terbatas karena umumnya dalam bentuk tanah kapling.

c.  Harga relaif lebih mahal
Harga biasanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun rumah sendiri.

d.  Risiko biaya tambahan untuk renovasi
Desain rumah yang tidak sesuai dengan keinginan. Kalau sudah begitu ceritanya, maka Anda harus mengeluarkan biaya khusus untuk merenovasi atau memperbaiki rumah. Jika kamu tidak cukup teliti, mungkin kamu akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk memperbaiki struktur atau instalasi rumah tersebut.


Berdasarkan pertimbangan di atas, Anda dapat menyimpulkan bahwa keduanya sama-sama memiliki untung dan rugi. Anda harus pandai memilih keputusan yang tentu sesuai dengan kapasitas dan kondisi keuangan Anda.
Berikut ini alternatif yang bisa menjadi pilihan bagi Anda:

  1. Jika Anda mempunyai dana yang cukup besar dan harus segera memiliki rumah, cukup sibuk sehingga tidak punya banyak waktu luang untuk mengurus proses membangun rumah, maka memiliki rumah dengan cara membeli rumah jadi bisa menjadi pilihan yang cocok buat Anda.
  2. Jika Anda mempunyai dana terbatas atau telah membuat anggaran minimal untuk memiliki rumah dan memiliki fleksibilitas waktu untuk tidak segera menempati rumah, maka Anda bisa memilih membangun rumah sendiri daripada membeli rumah jadi.
  3. Jangan lupa berdoa, agar segera diberi kemantapan dalam mengambil keputusan.

Semoga Bermanfaat!!


Sumber:
merdeka.com
artikel.rumah123.com

blog.urbanindo.com

Kriteria Rumah yang Paling Banyak Dicari di Tahun 2017

rumah murah di jogja

Tahun 2017 sudah berakhir, setiap tahun memiliki sebuah cerita tersendiri. Tahun yang berlalu harus menjadi pelajaran bagi kita untuk terus berbenah. Pengalaman buruk menjadi pelajaran yang harus diresapai agar tidak terjadi ditahun berikutnya. Pengalaman yang baik menjadi pelajaran untuk kita pertahankan dan kembangkan. Berikut ini adalah kriteria rumah  yang banyak dicari di tahun 2017.


    1.  Murah

Masih menjadi kriteria utama sesorang ketika mencari rumah. Saat generasi millennial mulai mendapatkan pekerjaan, kebutuhan mereka pun juga meningkat, salah satunya adalah rumah sebagai tempat tinggal sendiri. Saat ini nampaknya sulit untuk mendapatkan rumah di perkotaan dengan harga murah. Sebagai solusi, para pencari harus mengalah dan mencari rumah di kawasan pingir perkotaan.

    2.  Bisa Dijadikan Investasi

Selain ditinggali, rumah kini juga bisa dijadikan sarana investasi. Permintaan rumah yang terus naik membuat harga tanah dan rumah terus melambung tinggi. Masyarakat saat ini senang membeli rumah sebagai sarana investasi..

    3.  Kelengkapan Fasilitas

Sebagai generasi yang aktif dan dinamis, kaum muda masa kini membutuhkan ruang gerak untuk memfasilitasi kebutuhan diri sendiri atau keluarga, berbagai sarana yang menunjang gaya hidupnya. Akan lebih baik lagi bila hunian mereka juga dekat dengan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan sekolah.

   4.  Kemudahan Transportasi

Kemudahan transportasi umum maupun akses jalan ke kantor, sekolah, dan tempat tujuan menjadikan salah satu pertimbangan utama seseorang memilih transportasi. Pulang-pergi kantor atau tempat lainnya tanpa khawatir kena macet dan terlambat merupakan dambaan setiap orang.

    5.  Dibangun oleh Pengembang Terpercaya

Reputasi pengembang adalah salah satu acuan dalam memilih tempat tinggal. Semakin terpercaya sebuah pengembang, semakin mantap seseorang untuk membeli rumah tersebut.
Semoga bermanfaat!
Sumber: merdeka.com

Akhir Tahun adalah Saat yang Tepat untuk Membeli Rumah


Jual Rumah di Jogja

Banyak pertimbangan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah. Beberapa diantaranya adalah  alasan kondisi finansial seseorang, urgensi kebutuhan seseorang atas rumah, dan salah satu dainatranya adalah momentum yang tepat untuk membeli rumah.

Momentum merupakan salah satu hal yang juga perlu dipertimbangkan oleh calon pembeli rumah. Karena waktu-waktu tertentu banyak memberikan keuntungan tersendiri bagi calon pembeli rumah. Biasanya, pada awal tahun akan ada kenaikan harga antara 5-10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan ini seiring dengan penyesuaian harga lahan dan bahan baku bangunan yang juga mengalami kenaikan harga setiap tahun. Oleh karena itu, sebelum ada kenaikan harga, terutama bagi yang sudah memiliki rencana membeli rumah sebaiknya segera merealisasikan rencanana tersebut. Semoga bermanfaat!!



Sumber: economy.okezone.com
Gambar: Bigstock

6 Cara Merawat Rumah yang Jarang Ditempati


Ada banyak alasan memiliki rumah namun jarang ditempati atau bahkan kosong. Beberapa alasan rumah yang jarang di tempati atau bahkan kosong karena pemilik kerja di luar kota, rumah sebagai investasi, dan lainnya. Tidak jarang rumah yang tidak ditempati atau kosong terlihat tidak terawat.Perawat rumah kosong perlu dilakukan, meski tidak dihuni, tapi saat rumah dibiarkan begitu saja, rumah tersebut akan mengalami kerusakan di berbagai elemen. Memiliki rumah lebih dari satu saat ini telah menjadi tren di kalangan masyarakat, hal ini biasanya dilakukan sebagai langkan investasi karena mengingat rumah yang selalu memiliki tren harga naik. Namun pastinya kita tidak akan menempati keseluruhan rumah yang kita miliki sehingga ada beberapa rumah yang pastinya kosong.Sudah dapat dipastikan jika rumah dibiarkan dalam keadaan kosong maka akan cepat rusak. Oleh karena itu lakukanlah beberapa cara berikut ini untuk merawat rumah kosong agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak. Apabila rumah Anda terjaga tentu saja nilai investasi rumah tersebut diharapakan akan terus bertambah.


1. Bersihkan Secara Berkala

Jika Anda memiliki rumah kososng maka ersihkanlah secara berkala, karena jika tidak dibersihkan maka akan menimblkan berbagai jenis hewan yang bersarang di sana, seperti laba-laba, tikus dan beberapa jenis hewan lainnya yang pastinya akan merusak rumah. Jika rumah Anda berlokasi cukup jauh Anda dapat meminta bantuan tetangga terdekat rumah yang dapat dipercaya untuk melakukannya, yang pastinya dengan kopensasi selayaknya. Mencoba untuk mengunjungi rumah kosong Anda setidaknya sebulan sekali, jika Anda tidak bisa karena kesibukan Anda kemudian meminta orang lain yang Anda percaya atau keluarga hanya membersihkan halaman rumah dan interior rumah. Cara ini akan sedikit mengurangi potensi kerusakan rumah Anda, karena dengan dibersihkan secara berkala rumah akan masih dipertahankan dan menghindari pertumbuhan rumput yang tidak dikendalikan. Selain membuka seluruh pintu dan jendela dapat memberikan udara segar masuk dan sirkulasi akan baik. Kunjungan rumah kosong Anda minimal 1 bulan akan memberikan kesempatan untuk mengetahui kerusakankerusakan sedikit lebih awal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah terjadi.

2. Nyalakan Lampu

Untuk mnghindari rumah lembab maka nyalakanlah selalu lampu di rumah yang kosong, selain dari itu menyalakan lampu juga dapat membuat rumah kita menjadi lebih aman dari niat orang jahat. Hal ini dikarenakan rumah tersebut akan berkesan dihuni dari pada kosong.

3. Membuka Pintu dan Jendela Secara Berkala

Jika rumah kosong dan dalam keadaan tertutup dalam kurun waktu yang lama, maka akan menyebabkan rumah tersebut menjadi lembab. Jika lembab maka akan menimbulkan jamur dan akan merusak seluruh struktur yag ada di dalam rumah seperti dnding dan kusen sehingga mudah rapuh.

4. Cat ulang rumah Anda

Kondisi cuaca yang memang menjadi masalah utama terhadap keindahan cat rumah Anda terutama luar (eksterior). Perubahan cat di rumah Anda setidaknya sekali setahun atau yang diperlukan jika memang banyak pudar dan terkelupas. Selain itu cat akan melindungi dinding dari perubahan cuaca.

5. Perbaiki kerusakan kecil


Jika Anda melihat kerusakan sedikit di rumah Anda, maka segera lakukan agar tidak menambah kerusakan yang lain. Misalnya adanya kebocoran kecil jika tidak dibenarkan akan segera menyebabkan kayu atau langit-langit rumah Anda menjadi rusak.

6. Disewakan


Untuk melakukan beberapa hal tersebut di atas telah diuraikan sebelumnya jika tidak memungkinkan maka Anda dapat meminta bantuan dari orang lain. Namun ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk merawat rumah kosong yaitu dengan menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Dengan demikian keuntungan yang akan Anda peroleh menjadi berlipat, selain rumah Anda terjaga dengan baik, Anda juga akan mendapatkan tambahan penghasilan yang bersifat rutin. Rumah Disewa memang akan sedikit risiko terutama jika penyewa tidak mampu mengurus rumah dengan benar, namun ini dapat diantisipasi dengan memilih penyewa yang Anda benar-benar kenal atau percayai. Rumah sewa ternyata juga dapat menjadi solusi untuk menjaga rumah tetap awet meskipun tidak Anda huni, karena ada orang lain yang selalu sibuk dan membersihkan rumah Anda. Selain itu, biaya sewa juga akan diberikan dana tambahan untuk menambah atau meningkatkan kualitas rumah Anda.

Semoga bermanfaat!


Sumber:  diminimalis.com dan  caramerawatbungamawar12.blogspot.co.id

Empat Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Emat tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerjasama dengan Karir.com tersebut, di Jakarta. Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. "Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini," ujar Untung. Sementara jika ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah bisa mencapai 200 persen, atau 50 persen per tahun.

Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta.
Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta. Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini. "Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp 3,6 juta per bulan," papar Untung.

Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah. "Ini alarm serius buat pemerintah," kata Untung.

Hanya 17 persen


CEO Karir.com Dino Martin menambahkan, ada banyak fakta menarik yang terungkap dalam riset tersebut. Di antaranya adalah jumlah populasi profesional milenial yang mampu beli rumah di Jakarta hanya sebanyak 1.446 orang dari total 8.510 orang responden dengan penghasilan rerata tersebut di awal artikel ini. "Batas atas salary adalah profesional yang bekerja di sektor pertambangan minyak, dan gas yakni Rp 12.099.000 per bulan, dan batas bawah di sektor pendidikan dengan angka Rp 3.840.000 per bulan," tutur Dino.
Ini artinya, lanjut Dino, hanya 17 persen saja dari generasi milenial Jakarta yang mampu membeli dan memiliki rumah. Itu pun dengan harga termurah Rp 300 juta. Hasil riset tersebut sekaligus merepresentasikan bahwa pengelolaan keuangan sudah seharusnya menjadi prioritas, dan diperhatikan lebih serius. 
"Kapan harus menabung, kapan harus memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan lain-lain," imbuh Dino.


Ayo paksa beli rumah sekarang, semoga bermanfaat!


Sumber: property.komas.com

7 Tips Memilih Rumah Supaya Tidak Salah Melangkah

Jual rumah murah bantul

Anda berencana membeli rumah? Selamat Anda benar-benar orang yang beruntung, karena banyak orang yang belum memiliki kesempatan untuk membeli rumah. Ada pula yang belum punya keinginan membeli rumah. Rumah memang kebutuhan pokok sekaligus sarana investasi paling aman saat ini. Anda sudah tepat ketika punya keinginan untuk memiliki rumah. Memilih rumah yang mau dibeli merupakan sebuah tantangan yang menarik. Dalam memilih rumah Anda harus cermat agar tidak menyesal di kemudian hari. Membeli rumah yang tidak tepat bisa menjadi penyesalan, namun kehilangan kesempatan memiliki rumah bagus dengan harga di bawah harga pasar juga bisa menimbulkan penyesalan.

Berikut beberapa tips agar tidak salah melangkah saat membeli rumah:

1.   Legalitas

Kenapa saya samapaikan legalitas diurutan pertama? Karena tanpa legalitas yang lengkap, apalah artinya rumah yang kita miliki. Akan banyak masalah yang akan kita hadapi. Mulai rumah kita sulit diperjualbelikan,hingga perkara hukum yang menghantui. Umumnyai masyarakat mencari properti yang sudah memiliki status SHM (Sertifikat Hak Milik) Sertifikat Hak Milik atau SHM merupakan sertifikat kepemilikan penuh seseorang atas satu lahan atau tanah Oen pemegang sertifikat. SHM merupakan bukti kepemilikan terkuat atas satu lahan. 
Sebagian juga menawarkan rumah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB adalah jenis sertifikat bagi para pemegang sertifikat yang hanya dapat memanfaatkan satu lahan untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Kepemilikan lahan HGB sendiri dipegang oleh negara. Biasanya, batas waktu SHGB sendiri memiliki batas waktu 20 hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang. Setelah melewati batas waktu tersebut, pemilik sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB.
Pastikan Anda membeli rumah dengan status Hak Milik atau minimal HGB.

2.   Harga Yang Terjangkau

Saat orang kebanyakan bermimpi memiliki rumah keluarga yang luas dan mewah, Anda tidak harus memaksakan hal tersebut jika anggaran tidak mencukupi. Sebaiknya untuk memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kemampuan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, developer perumahan, khususnya di kota-kota besar berlomba membangun hunian mungil dikarenakan lahan yang semakin terbatas.


3.   Lokasi 

Dalam pemilihan lokasi Anda bisa memilih apakah cukup dekat dengan tempat kerja? Kemudahan akses transportasi? Aman tidaknya dari bahaya banjir? Seperti apa akses jalan utama menuju rumah? Apakah kondisinya penuh lubang? Apakah dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, Masjid, pasar, perkantoran, sarana olah raga, dan lainnya.

4.   Posisi Rumah

Posisi rumah akan menentukan harga rumah. Posisi rumah di pojokan, maka harganya akan lebih tinggi dibanding rumah yang terletak ditengah-tengah.  Perlu diketahui posisi hook atau pojokan ini sering jadi incaran banyak pembeli karena kamu bisa mengembangkan rumahmu dengan ukuran yang lebih besar.

5.   Status Rumah

Biasanya pengembang menyediakan dua pilihan, rumah siap huni atau rumah  indent (pembelian barang dengan cara memesan atau membayar lebih dahulu).

Rumah siap huni biasanya rumahnya sudah jadi dan siap ditempati. Kamu bisa melihat rumah secara langsung dan bisa langsung menempati saat sudah membayar.
Sementara rumah indent artinya kamu hanya bisa memilih lokasi dari gambar peta situs perumahan kemudian menunggu 8 bulan hingga dua tahun untuk proses pembangunan rumah.


6.   Lingkungan 

Jika Anda memiliki anak sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan anak. Seperti adanya fasilitas lapangan ataupun taman tempat mereka bermain. Adakah anak-anak seumuran di sekitarnya? Apakah kondisi lingkungan cukup aman dan kondusif untuk tumbuh kembang anak? 

7.   Dekat dengan Pusat Aktifitas

Lokasi rumah yang dekat dengan sekolah, kawasan perbelanjaan, rumah sakit, perpustakaan, tidak kalah penting untuk “memanjakan” keluarga kecil Anda.

Lebih baik lagi jika sejumlah fasilitas tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dengan begitu anak-anak bisa mencapai sekolah dengan mudah sehat dan murah. Yang terpenting, akses orangtua menuju tempat bekerja juga bisa perlu diperhitungkan.


Semoga bermanfaat!




Sumber: adhijayamulia.co.id

15 Alasan, Kenapa Seseorang Memilih Tinggal di Kampung daripada di Kota


Jual rumah Jogja

Pilihan untuk tinggal di kota atau di desa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Kota maupun desa memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian orang lebih memilih tinggal di desa daripada di kota. Berikut beberapa alasan, seseorang memilih tinggal di desa:


1. Lingkungan Yang Lebih Alami dan Lebih Sehat

Lingkungan di desa yang masih banyak ditumbuhi pepohonan membuat suasana desa terlihat lebih indah, alami, dan sehat. Dan tentu hal ini juga yang menjadi salah satu alasan seseorang lebih krasan tetap tinggal di desa. 

2. Jauh dari Polusi

Kota memang menyediakan banyak lapangan pekerjaan karena banyaknya industri dan pabrik, tentu ini menyebabkan kota menjadi padat penduduk. Tetapi, asap-asap pabrik dan kendaraan, limbah yang dibuang ke sungai, semua itu menyebabkan polusi dan tentu kota menjadi lingkungan yang kurang sehat. Berbeda dengan di desa, di samping pemandang masih asri, banyaknya tumbuhan dan pepohonan yang terus menjaga udara tetap segar. Ini menjadikan lingkungan tetap sehat dan bebas polusi. 

3. Pemandangan yang Indah dan Sehat

Seperti yang Anda ketahui, bahwa desa merupakan tempat yang hijau. Pepohonan, sungai, gunung, persawahan, menghiasi setiap tempat dan menjadi pemandangan yang indah. Pemandangan di desa merupakan pemandangan yang alami. Selain ini sedap dipandang mata, udara pun tetap terjaga dan sehat. Sehingga tidak jarang banyak orang kota yang datang melakukan refreshing ke tempat-tempat wisata alami di desa.

4. Suasana Desa Lebih Tenang sehingga Memunculkan Ide dan Inspirasi Baru

Suasana di desa memang tidak ramai seperti di kota, tetapi dengan keadaan seperti ini justru kehidupan menjadi terasa tenang bahkan terkadang memunculkan ide dan inspirasi baru.

 5. Biaya Hidup yang Lebih Rendah

Biaya hidup di desa terkadang lebih rendah daripada di kota, karena banyak kebutuhan pokok yang diproduksi sendiri oleh warga desa. Sebagai contoh misalnya, rata-rata warga desa memiliki sawah yang mereka kerjakan sendiri. Kelebihan hasil bumi tersebut tentu tidak mungkin dipakai sendiri semua, tetapi sebagian dijual. Dan tentunya apabila kita menjadi tetangga yang baik, bukan tidak mungkin, diberikan kesempatan untuk membeli dengan harga murah, bahkan gratis. Belum hasil bumi yang lain, ada sayuran, lauk pauk, dan banyak lainnya.

 6. Kerukunan

Berbeda dari masyarakat kota, kerukunan merupakan simbol penting bagi masyarakat desa, gotong-royong pun selalu tercermin dalam kehidupan mereka, contoh sederhana adalah kerja bakti. Tetapi tidak hanya kerja bakti, masih banyak hal yang menunjukan kerukunan masyarakat desa. Kerukunan dan gotong-royong inilah yang menyebabkan masyarakat desa saling mengenal satu dengan lainnya. Di kota, jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah komplek perumahan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan orang tersebut, kecuali jika Anda bertanya tentang alamat dan nomor rumah. Ini sangat berbeda jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah desa, Anda akan diberitahu tempat tinggal orang tersebut meskipun Anda berada di jarak ratusan meter tanpa menanyakan alamat dan nomor rumah. 

7. Solidaritas Tinggi

Setelah Anda membaca contoh kecil kerukunan masyarakat di desa, semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya solidaritas masing-masing. Solidaritas inilah yang menyebabkan mereka saling rukun, saling mengenal, saling peduli, dan saling membantu.  Di desa, jika seseorang melihat tetangganya sedang sibuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan datang dan turut membantu tanpa harus dimintai tolong. Apalagi jka tetangga mengadakan sebuah acara pesta misalkan pernikahan, maka tetangga sekitar pun akan ikut membantu meskipun tidak dimintai tolong. Malah sebaliknya, mereka merasa malu jika tidak turut membantu. Ini adalah solidaritas tinggi antar sesama masyarakat desa.

 8. Sopan Santun dan Ramah Tamah

Masyarakat desa memang terkenal sopan santun dan ramah tamah, bahkan ketika saling bertemu di jalan pun mereka akan saling menyapa. Sopan santun dan ramah tamah ini adalah ciri khas yang diajarkan oleh orang-orang tua dulu. Banyak kasus bahwa anak-anak desa yang pergi ke kota akan menjadi sasaran bagi para penipu. Sebenarnya mereka tidak bodoh, hanya saja sopan santun dan ramah tamah terhadap sesama inilah yang selalu diajarkan dan sudah menjadi watak bagi masyarakat desa, sehingga mereka terlihat sangat lugu dan menjadi sasaran bagi para penipu di kota. Ini adalah bukti bahwa masyarakat desa sangat menjunjung nilai kesopanan dan keramahan. 

9. Adat dan Budaya Masih Dilaksanakan

Adat dan budaya merupakan warisan nenek moyang yang seharusnya tidak dibiarkan hilang begitu saja. Dan tentu saja dimana pun tempatnya, pasti ada adat dan budaya yang dulu pernah ditegakkan. Dalam kasus ini, masyarakat desa adalah masyarakat yang masih memegang adat dan budaya. Tentu saja ada banyak adat dan budaya, tergantung pada masing-masing desa, misalkan tilik bayi (menjenguk anak yang baru lahir), tilik wong loro (menjenguk orang sakit), dan masih banyak lagi adat dan budaya lainnya. Sedangkan di sisi lain, masyarakat kota bisa dikatakan sebagai masyarakat yang telah kehilangan budaya, ini dikarenakan adat dan budaya di kota sudah mulai luntur sepanjang perjalanan waktu.

 10. Tenang dan Tentram

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang bisa mempenaruhi ketenangan dan ketentraman. Desa merupakan tempat yang tenang dan tentram, dibanding suasana kota yang ramai dan banyak hiburan. Suasana desa yang asri dan pemandangan yang indah sangat cocok untuk memunculkan inpirasi dan ide-ide baru. Bahkan banyak orang yang ingin menenangkan diri dari berbagai masalah dengan pergi ke tempat-tempat yang asri seperti di desa. 

11. Tidak Ingin Jauh Dari Orang Tua dan Keluarga

Seperti halnya banyak orang desa yang tinggal di kota pada umumnya, mereka baru bisa mudik ke desa setelah satu bulan, satu tahun, atau beberapa tahun karena alasan sibuk mengurus pekerjaan. Waktu berkumpul bersama orang tua, keluarga, dan saudara pun bisa tidak bisa dinikmati setiap harinya. Orang tua dan keluarga merupakan salah satu alasan kuat mengapa seseorang masih tetap bertahan tinggal di desa, tentu alasan ini dikhususkan bagi mereka yang lahir di desa, apalagi bagi mereka yang orang tuanya sudah rapuh karena usia. Bagi mereka, hari-hari terasa lebih indah saat berkumpul bersama keluarga, saudara, dan orang tua. Selain itu, beberapa orang tua yang tidak tega anaknya tinggal di kota dan mendesak mereka untuk tetap tinggal di desa apa adanya. 

12. Mengabdi kepada Masyarakat dan Mengajarkan Ilmu

Alasan ini mungkin lebih cocok bagi para pelajar yang telah lulus setelah menjalani pendidikan bertahun-tahun di kota. Dengan segudang ilmu yang telah didapat, mereka ingin memanfaatkan dan mengajarkannya kepada generasi muda di desa agar tidak ketinggalan. Pemerintah juga masih menggalakkan kualitas pendidikan di setiap daerah dengan menempatkan sarjana muda ke beberapa desa terpencil. Selain itu, alasan untuk mengabdi kepada masyarakat pun tidak luput dari hal ini. Banyak sarjana lulusan kota yang mampu memajukan dan memakmurkan desa dari ide dan pemikiran mereka. Bahkan saat ini di desa-desa pun sudah banyak dokter dan perawat muda yang memberikan kelayakan kepada masyarakat di bidang kesehatan. 

13. Membangun Bisnis di Desa

Jika dibandingkan di kota, lahan di desa masih terbentang luas dan siap dimanfaatkan untuk megelola bisnis. Membangun sebuah bisnis di desa pun bisa lebih menguntungkan, apalagi pengeluaran dana untuk kebutuhan sehari-hari pun relatif lebih sedikit. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa saat ini di desa-desa sudah banyak berdiri bisnis dan perusahaan kecil.

 14. Tingkat Kriminalitas Lebih Rendah dan Lebih Aman

Jika melihat berita hangat di acara-acara televisi yang saat ini terjadi, misalkan kasus pembegalan dan perampokan, ini tentu membuat banyak orang merasa takut dan khawatir. Penipuan, pencopetan, pencurian, pembunuhan, dan hal-hal kriminal lainnya pun lebih banyak ditemui di daerah perkotaan.  Ya, memang kejadian kriminal pasti akan ditemui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Namun, jika dilihat dari banyaknya berita yang dimuat, tingkat kriminalitas di kota lebih besar seperti halnya banyak orang mengatakan bahwa kehidupan di kota itu keras dan harus lebih berhati-hati. 

15. Syiar dan Budaya Agama Lebih Kental

Jika melihat sekaligus mendengar anak-anak kecil yang pandai mengaji, gadis-gadis yang memakai jilbab, serta suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sering terdengar dari arah Masjid atau Musholla, tentu hati menjadi lebih nyaman dan bahagia, begitulah suasana Islami di daerah pedesaan.  Salah satu faktor utama mengapa lingkungan desa masih Islami adalah karena banyaknya pondok pesantren, tempat-tempat pengajian, dan budaya Islami yang masih dijalankan. Dengan demikian, syiar dan budaya Islami yang masih menghiasi lingkungan pedesaan tentu mendorong seseorang untuk tetap ikut terlibat di dalamnya. Inilah alasan penting mengapa seseorang lebih memilih tetap tinggal di desa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga pesantren. 


Demikian beberapa  alasan mengapa seseorang lebih memilih untuk tetap tinggal di desa meskipun daerah pedesaan lebih sederhana. Tinggal di desa maupun di kota memiliki kelebihan dan kekurangan, semoga Anda diberi kemudahan dalam memilih.

Semoga bermanfaat

Sumber: pelangiblog.com
              bjorngrotting.photoshelter.com