Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH mulai Rp 349 Juta

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Properti Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properti Lainnya. Tampilkan semua postingan

Betulkah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial?


Banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat mengenai rumah. Salah satunya adalah rumah tusuk sate. Mari kita simak ulasan di bawah ini mungkin ada pencerahan dan solusi bagi anda yang tinggal di rumah dengan kondisi tusuk sate atau bagi anda yang kebetulan akan membeli dengan kondisi rumah seperti itu.


Di masyarakat kita berkembang pandangan tentang rumah tusuk sate yang akan membawa sial. Benarkah pandangan ini secara syar`i? Ir Andan Nadriasta, seorang arsitek yang menggawangi rubrik arsitek di www.eramuslim.com menjawabnya secara singkat.Fengshui yang saya ketahui adalah menilai bangunan sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungan. Dalam istilah saya saat dulu kuliah di Universitas Pancasila, analisa data. Dari analisa tersebut menghasilkan sintesa atau kesimpulan yang menyatakan tentang hasil survey tersebut.Selama ia tidak mengganggu akidah tak ada masalah. Contoh: rumah yang ber-nomor 13 membawa sial. Rumah dekat kuburan tidak membawa rejeki. Rumah di tusuk sate penghuninya akan tidak beruntung. Nah, jika arahnya ke sini Islam tentu melarang. Karena nasib ada di tangan Allah. Allahu Shomad. Allah tempat bergantung demikian yang tertera dalam surat al-Ikhlas.Sebaiknya kita mengarah kepada data-data teknis saja yang tidak mengganggu akidah. Seperti rumah tusuk sate harus diamankan dari segi tikungan tempat mobil berlalu dan sorot lampu mobil jika malam. Untuk itu arah yang bertepatan dengan tusuk satenya di-blok saja dengan pagar. Hingga lalu lalang penghuninya aman dari motor dan mobil yang menikung di areal itu.Bisa juga meletakkan pohon atau kerei bambu pada sisi lahan tikungan tadi. Sebagai `buffer` atau penyekat yang dapat menghambat sorot lampu atau panas matahari. Juga arah pandangan mata yang dapat mengganggu privasi.Kalaupun rumah tusuk sate atau kuburan itu menurut anggapan orang kurang laku dijual itu bukan karena nasibnya yang jelek. Menurut saya marketnya yang tidak banyak. Sama saja dengan mobil kijang yang banyak laku dijual karena murah meriah serta famly car. Sementara sedan BMW jarang pembelinya karena memang kelas atas dan mahal. Apakah BMW membawa sial dan kijang membawa rejeki? Tentu tidak demikian pola pikirnya.Untuk rumah ideal yang jelas memang tergantung dari keadaan lingkungan. Idealnya ia mengahadap matahari pagi. Hingga saat pagi ia dingin, sejuk dan sehat. Lalu saat siang panas matahari ada di belakang rumah dan sudah siap untuk mengeringkan jemuran kita yang memang berada di belakang.Ini idealnya bagi rumah-rumah yang berada di lingkungan perumahan yang berbentuk kapling-kapling. Untuk rumah dengan lingkungan terbuka, pegunungan atau tanah yang luas tentu varian analisisnya akan lebih beragam lagi.Terakhir, mari kita bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jika memang tusuk sate yang kita miliki, maka mari kita berharap agar ia menjadi berkah. Jangan sampai mengharap burung terbang di angkasa namun telur digenggaman terlepas. Jangan sampai pula kita menjadi hamba yang kufur.Semoga ringkasan ini menjadi gambaran bahwa sesungguhnya kita tetap berpegang teguh pada bergantung hanya kepada Allah SWT.Amin

Semoga Bermanfaat!
sumber: eramuslim.com

Bisnis Properti di Jogja Diprediksi Tumbuh 14% di Tahun 2016

Rumah Murah di Yogyakarta

Harapan bagi investor, pelaku bisnis, dan calon pembeli properti memiliki harapan baru di tahun 2016 ini. Setidaknya bagi investor dan pelaku bisni properti memiliki peluang untuk memeperluas usaha di tahun 2016 ini semakin besar. Sedangkan bagi calon pembeli memiliki pilihan untuk membeli properti sebagai hunian, terlebih jika properti tersebut digunakan oleh calon pembeli sebagai salah satu instrumen investasi.  Hal ini seperti diungkapakan DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY yang optimistis bahawa bisnis properti bisa tumbuh 11% hingga 14%. Hal itu didasarkan dari asumsi-asumsi yang dikeluarkan Pemerintah.

Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengungkapkan, asumsi dari Pemerintah antara lain pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diprediksi 5,3%, proyeksi inflasi sebesar 4+-1, serta defisit anggaran 2,15%. Semua itu menjadi acuan bagii DPD REI DIY untuk melihat pertumbuhan pada 2016.“Berdasarkan dari pengalaman, kami biasanya akan tumbuh tujuh persen hingga 10 persen di atas inflasi atau 11 persen hingga 14 persen,”  ujar dia ketika ditemui di DPD REI DIY, Jogja, Rabu (23/12/2015).Ia mengungkapkan, optimisme semakin terbangun karena saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah lagi akan ada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Andi pun optimistis, daya beli masyarakat akan lebih baik.“Harapan kami lebih tinggi. Kami mengandalkan serapan APBN saat ekonomi belum tumbuh secara optimal. Pemerintah mulai lelang Oktober sehingga serapan bisa terjadi awal tahun,” ungkap dia.Ia menjelaskan, pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Orang-orang itu memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Hal itu membuat serapan unit hunian di DIY terkoreksi 30% pada 2015. Pada 2014, DPD REI DIY mampu menyuplai 2.950 unit. Pada 2015, suplai berkurang sekitar 900 unit.“Sampai akhir tahun paling 2000 unit yang tersuplai. Tahun depan, kami perkirakan bisa salurkan 2.200 unit rumah. Semoga kebijakan yang dibuat Pemerintah benar-benar berdampak,”  ujar dia,Adapun tantangan yang akan dihadapi pada 2016 yakni Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait regulasi yang dicanangkan yang belum terealisasi. Paket Ekonomi IV salah satunya menyasar sektor properti di mana ada penyederhanaan aturan dari 40 menjadi delapan.  “Itu kendala dari sisi suplai. Sedangkan dari permintaan,  daya beli masyarakat harus dijaga.Untuk tren hunian, tanah di DIY semakin mahal dan luasan tanah semakin surut. Hal itu akan membuat tren bentuk rumah yang mengikuti yakni minimalis. Ke depan, hunian ke atas akan menjadi solusi namun, pengenalannya jangan melalui apartemen terlebih dahulu. “Bisa  lewat rusunawa dan rusumani. Dari 54 rusunawa di DIY, tidak ada yang ditolak warga. Ini pilihan masa depan, tapi tolong sesuaikan dengan yang butuh lebih dulu,” ungkap dia.Semoga ini menjadi angin segar bagi pelaku bisnis properti maupun calon pembeli properti.

Sumber: harianjogja.com

Pasar Properti Nasional 2016 Diperkirakan akan Lebih Baik Dibandingkan 2015

Rumah Jogja Murah

Meskipun pertumbuhan industri properti dinilai mengalami perlambatan sejak akhir 2014 kemarin. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal dan investasi properti masih menjadi pilihan.

Country General Manager Rumah.com Wasudewan mengatakan, data menunjukkan bahwa masyarakat yang mencari rumah di kisaran harga di bawah Rp500-Rp700 juta mencari rumah untuk tempat tinggal."Saat ini mereka yang mengincar harga di bawah Rp500 hingga di bawah Rp700 itu untuk tempat tinggal," jelasnya di Jakarta, Kamis (10/12/2015).Wasudewan menjelaskan, saat ini untuk investor yang mengincar hunian dengan harga Rp1 miliar ke atas. "Investor di atas Rp1 miliar untuk investasi, biasanya khusus investor yang menginginkan investasi," kata dia.Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) memprediksi, pasar properti nasional pada 2016 akan lebih baik jika dibandingkan dengan pasar properti nasional 2015.REI mengharapkan iklim industri dan pembelian properti nasional meningkat semenjak pada 2014 mengalami penurunan. Perlambatan penjualan properti pada saat itu dikarenakan adanya penyelenggaraan Pemilu.Pada saat pemilu, banyak yang menunda bertransaksi properti guna belum mendapatkan kepastian tentang perekonomian secara utuh.


Sumber: economy.okezone.com

Menguntungkan Mana? Investasi Rumah, Apartemen, atau Tanah?


Jual Rumah, Tanah, Kavling Di Yogyakarta

Investasi properti merupakan tren yang populer sekarang ini. Banyak orang yang bercerita dari mulut ke mulut mengenai keuntungan yang bisa didapat ketika berinvestasi tanah, rumah, atau apartemen. Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup,Anda memerlukan dana yang cukup besar.


Ada banyak pilihan investasi properti. Beberapa yang diminati akhir-akhir ini adalah investasi tanah, rumah atau apartemen. Namun dari ketiga pilihan ini, manakah yang lebih baik? Berikut ini adalah urutan prioritas pemilihan jenis investasi properti, jika prospek ke depannya berada dalam kondisi yang tidak terpengaruh oleh eksternal sepert kemacetan, banjir, dan yang lainnya.

1. Investasi Rumah

Mayoritas masyarakat Indonesia ingin memiliki unit rumah tinggal di atas tanah. Jika memerhatikan aspek-aspek di dalamnya, maka investasi rumah ini bisa sangat menguntungkan. Ingatlah, semakin banyak penduduk maka permintaan akan tempat tinggal juga akan semakin meningkat.

Kelebihan Investasi Rumah
Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Karena bisa disewakan, maka Anda bisa memberdayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar 15 – 20%.

Kekurangan Investasi Rumah
Diperlukan biaya khusus untuk perawatan rumah dan biaya asuransi yang berguna sebagai penekan risiko kepemilikan unit. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

2. Investasi Apartemen


Dahulu, tinggal di apartemen sudah menjadi life style. Namun karena terbatasnya lahan yang ada, maka tinggal di apartemen sudah bagaikan alternatif pilihan hunian.

Kelebihan Investasi Apartemen
Lebih liquid dibanding dengan tanah dan rumah. Pendapatan tambahannya pun lumayan besar. Fasilitas yang ada cukup lengkap dan biasanya terletak di daerah-daerah strategis.

Kekurangan Investasi Apartemen
Sayangnya, Anda harus membayar biaya rutin yang lumayan mahal seperti perawatan dan listrik. Anda juga tidak memiliki Hak Guna Bangunan karena tidak memiliki tanah.


3. Investasi Tanah




Investasi tanah merupakan ladang pendapatan Anda. Selain emas, harga tanah juga akan terus meningkat tiap tahunnya. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahun. Sebaiknya beli tanah (kavling) di sekitar perumahan untuk memulai investasi ini. Ini dikarenakan aspek keekonomian dan legalitasnya yang menjanjikan.

Kelebihan Investasi Tanah
Return besar adalah kelebihan dari investasi properti yang satu ini. Lebih enaknya lagi, tidak ada biaya perawatan dan biaya asuransi. Bahkan risiko kepemilikan atas barangnya bisa sangat rendah.

Kekurangan Investasi Tanah
Sayangnya, investasi tanah jarang menghasilkan pendapatan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa. 

Selamat memilih cara berinvestasi properti, mau pilih Rumah, Apartemen, atau Tanah? Tentu sesuai pilihan Anda. Semoga Bermanfaat!

Sumber: kompasiana.com

Nasib Sektor Properti di Indonesia Kuncinya Ada di Jokowi

Rumah Bantul

Saat sektor properti lesu seperti ini, kepastian sangat dibutuhkan para pelaku bisnis dan industri properti di Indonesia. Terutama, kepastian dalam menetapkan peraturan atau regulasi baru, pasti dalam menjamin, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta pasti dalam keseriusan mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur.

Bagi dunai bisnis, bisnis apapun jenisnya semua butuh kepastian. Tak pelak lagi industri properti juga butuh kepastian. Kuncinya ada di Presiden Joko Widodo (Jokowi), bagaimana kemudian mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tidak mengombang-ambingkan pasar dalam ketidakpastian. Kendati penjualan beberapa pengembang yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah justru anjlok prospek bisnis properti masih ada peluang, yakni kebutuhan hunian yang belum terpenuhi setiap tahun secara maksimal. 

Sektor properti secara umum lesu, namun investor asing masih akan melihat Indonesia sebagai peluang besar yang harus ditaklukkan. Indonesia adalah kesempatan investor untuk mengambil alih properti-properti, dan lahan-lahan potensial untuk dikembangkan.

Kepastian percepatan infrastruktur, dan kepastian menerapkan regulasi baru seperti pengenaan perpajakan (PPN, PBB, NJOP, dan PPnBM) yang dapat menarik minat investor sehingga aksi ekspansinya terakomodasi.

Jika pemerintah mampu menjadikan dua faktor utama tersebut di atas yakni infrastruktur dan kepastian regulasi, maka bisnisr properti Indonesia akan lebih maju dan kebutuhan perumahaan bagi masyarakat terakomodasi.

Mencermati konstelasi saat ini, memang bagi pengembang adalah masa-masa sulit. Namun sebaliknya bagi investor merupakan peluang besar mendapatkan aset-aset bagus yang bakal melonjak harganya dalam waktu ke depan.
Semoga Bermanfaat!


Sumber: properti.kompas.com
Gambar: picssr.com

Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Investasi Properti di Yogyakarta Memiliki Prospek yang Cerah

Jual Rumah murah JogjaSaat ini investasi properti di Yogyakarta dinilai memiliki prospek yang cerah. Banyak calon pembeli dari luar daerah yang tertarik untuk menanamkan investasi perumahan. Pasar properti di Yogyakarta tidak hanya diincar dari masyarakat sekitar. Namun juga banyak orang yang tinggal di luar daerah Yogyakarta. Apalagi banyak yang memiliki anak yang kuliah di Yogyakarta. Hal ini bisa dijadikan hunian sementara saat berkunjung ke Yogyakarta.  Sekitar 60 persen dari luar daerah, sebagian lagi masyarakat Yogyakarta.Saat ini properti saat bukan hanya sebagai tempat tinggal atau hunian, namun ada sebagian masyarakat yang menjadikannya sebagai instrumen investasi. Biasanya, cara memulai investasi itu adalah membeli properti ketika masih di awal (launching) dan menjualnya setelah beberapa bulan atau tahun kemudian. Dengan harapan suatu saat akan mendapatkan keuntungan. Karena biasanya rumah pertama yang dijual dengan harga promosi, baru setelah mulai banyak di huni harga naik dengan sendirinya karena banyak peminat.

Semoga Bermanfaat!!

Harga Properti di Yogyakarta Naik 10% (Nekad Beli Sekarang Sebelum Harga Naik Lagi)


Jual Rumah Jogja

Harga properti di Yogyakarta diperkirakan akan naik hingga 10 persen sampai akhir tahun. Kenaikan ini bukan dikarenakan pelemahan rupiah terhadap dolar.
Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Andi Wijayanto menyebut jika kenaikan tersebut dikarenakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tingkat suku bunga dan juga inflasi.
Dia juga menyebut, kenaikan ini tidak lepas dari kenaikan biaya transportasi yang bertambah sekitar 10 persen. Kondisi ini akan diperparah dengan tingkat inflasi yang cukup besar. Belum lagi penyesuaian tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh kalangan perbankan.



"Sebenarnya ini karena dampak BBM dan inflasi, kalau kenaikan dolar tidak seberapa," katanya di Yogyakarta, Rabu (28/8/2013).

Terkait dengan pelemahan rupiah terhadap dolar, dia menyebut jika material yang banyak dipakai saat ini lebih banyak menggunakan materi lokal. Hanya sebagian kecil material yang didatangkan dari luar negeri. Sehingga pembangunan banyak yang mengandalkan dari dalam negeri. 

Meskipun harga akan naik, Andi optimistis pasar properti di Yogyakarta tetap bagus. Yogyakarta banyak diincar investor untuk menanamkan investasinya. Terbukti banyak kondotel, apartemen yang dikembangkan investor luar daerah. "selain untuk hunian, banyak yang membeli property untuk investasi," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD REI Remigius Edi Waluyo mengatakan, investasi properti cukup menguntungkan. Seperti di Jakarta, banyak pemilik modal membeli sejumlah properti. Dalam beberapa tahun mereka akan melepas lagi dan akan mendapatkan untung yang lumayan.


"Daripada mobil, investasi properti lebih menguntungkan dan ini menjadikan properti cukup bergairah," jelasnya. 



Sumber: okezone.com

Berbagai Cara Berbisnis Properti tanpa Modal

Investasi Rumah Jogja

Ada banyak tips / cara  usaha properti yang bisa kita lakukan dengan modal terbatas. Kali ini saya akan menyampaikan beberapa cara diantaranya.

Caranya dengan mencari investor, selaku pemilik modal, untuk menjalankan roda bisnisnya. Yakinkan investor tentang prospek bisnis properti yang menjanjikan di lokasi tersebut. Jika properti yang akan dibeli sudah di depan mata dan yakin prospek jual kembalinya lebih cepat dan harga bagus, sebaiknya deal dulu dengan pemilik properti tersebut. Misalkan membeli properti dengan harga deal dengan pemilik properti Rp 200 juta, lalu menjualnya kepada investor Rp 300 juta. "Tanpa mengeluarkan modal, Anda mendapatkan untung Rp 100 juta dari satu transaksi.

Cara lainnya, untuk memulai bisnis properti dengan modal minim atau tanpa uang sepeser pun, carilah rumah atau properti dengan harga terjangkau. Pilihlah rumah atau properti yang tidak baru atau bekas, properti yang sudah digunakan sebelumnya tetapi masih memiliki kondisi yang bagus. Usahakan mencari lokasi properti yang bagus dan mempunyai pertumbuhan atau pengembangan ke depan. Bekerja samalah dengan teman atau relasi untuk mendapatkan informasi rumah atau properti yang dipasang tulisan 'Dijual'. Selanjutnya, ajukan pinjaman dana ke investor. Misalnya dengan meminjam ke investor Rp 100 juta, bisa membeli sebuah rumah kecil yang strategis. Tanpa mempunyai modal banyak, bahkan tidak mempunyai modal sama sekali, cara lainnya adalah dengan meminjam uang ke bank syariah. 
Atau Anda juga bisa memakai pinjaman uang dari bank syariah untuk menyewa bangunan atau rumah yang berprospek usaha. Lalu, bangunan tersebut Anda sewakan lagi, misalnya untuk kepentingan bisnis yang besar, seperti minimarket dan sejenisnya. Hasil dari uang sewa bangunan itu sisihkan untuk membayar cicilan ke bank syariahModal juga bisa didapat dengan mencari seorang investor. Dengan keahlian bernegosiasi, kita dapat mengedukasi investor tentang bisnis properti yang tidak akan pernah basi dengan harga yang tidak akan pernah turun. Sebab, harga jual dalam bisnis properti akan terus naik.
Pemasaran rumah atau bangunan yang sudah Anda beli bisa dipasarkan melalui online atau offline. Jika lokasinya strategis dan memiliki prospek bisnis yang bagus, orang tak segan-segan untuk membelinya. Semoga bermanfaat!!!

Sumber: Tempo

5 Tips Memilih Lokasi Properti yang akan Dibeli


Beli Rumah Jogja

Lokasi properti merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan potensi investasi suatu properti. Beberapa pertimbangan lokasi properti yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi adalah sebagai berikut:
  1. Jangan membeli properti di lokasi banjir, sebaik apapun rumah tersebut kalau berada di lokasi banjir maka akan menurunkan harga properti tersebut dan sulit menjualnya.
  2. Pilihlah lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah atau kampus
  3. Hindari membeli properti yang berdekatan dengan garis rawan pompa bensin, kuburan, TPA (tempat pembuangan akhir), peternakan.
  4. Bila membeli properti untuk disewakan, pastikan lokasinya sesuai dengan kriteria tertentu. misalnya disewakan berarti harus dekat dengan perkantoran, fasilitas umum, kampus, atau sekolahan. Kalau disewakan untuk iklan, pastikan properti anda berada di dekat dengan trafic light, palang kereta api, atau posisi tusuk sate di suatu jalan.
  5. Pilihlan properti yang memiliki akses jalan mobil masuk ke lokasi, karena itu akan meningkatkan harga jualnya dikemudian hari.


Semoga Bermanfaat!!
Sumber: rumahku

Lalu di mana harus beli properti di Jogja?

Rumah murah berkualitas yogyakarta jogja yogya Beli Rumah Jogja
Pembagian Wilayah Yogyakarta

Setelah posting masalah Kenapa investasi properti di Jogja pasti menguntungkan kali ini saya akan membahasa di mana harus beli properti di Jogja tepatnya. Akan kami ulas satu persatu. Simak ya semoga bermanfaat.

1. JOGJA UTARA.
Saat ini memang primadona tanah ada di wilayah utara Jogja.Tanah di sana betul-betul luar biasa mahal. Malah bias dibilang overvalue, artinya harga tanah melebihi nilai tanah yang sebenarnya, karena permintaan yang jauh melebihisupply. Kalau memang Anda ‘cinta mati’ dengan Jogja utara, dan rela merogoh kantong sangat dalam untuk memperebutkan sebidang tanah di Jogja utara, ya tidak apa-apa. Tetapi satu hal yang harus diingat, bahwa suatu wilayah punya daya dukung tertentu. Dan harus diperhatikan bahwa daya dukung lingkungan di wilayah Jogja utara sepertinya hampir mendekati maksimal. Mungkin Anda pernah menyaksikan sendiri macetnya jalan kaliurang. Juga kesaksian para penggali sumur, bahwa muka air tanah telah turun beberapa meter dari beberapa saat yang lalu. Begitu daya dukung lingkungan mencapai tingkat maksimum, kenaikan harga tanah di Jogja utara juga akan melambat, dan lama-lama stagnan.
2. JOGJA SELATAN.
Perkembangan ke arah selatan Jogja juga pesat, Didukung dengan perkembangan kemudahan pelayanan publik oleh Pemkab Bantul (perijinan, pajak, PBB, dll), maka tanah daerah ini mulai jadi incaran. Banyak developer yang memilih lokasi proyek di Bantul karena kemudahan ijinnya. Didukung juga dengan topografi tanah yang relatif datar, air berlimpah sepanjang tahun. Pencapaian ke arah selatan Jogja juga sangat mudah dengan adanya ring road selatan.
3. JOGJA TIMUR dan BARAT.
Nah di kedua area inilah perkembangan wilayah baru saja dimulai, mengikuti Jalan Solo dan Jl Wonosari ke arah timur serta Jl. Wates dan Jl.Godean ke arah Barat. Untuk teman-teman yang pernah belajar urban design tentu tahu kalau bentuk perkembangan morfologi kota selalu mengikuti arah jalur antar kota.
Dari deskripsi di atas, tentu teman-teman setuju, bahwa Investasi tanah / properti di Jogja, benar-benar investasi yang tepat. Jangan tunda untuk membeli tanah / properti, karena BELI SEKARANG SUDAH PASTI LEBIH MURAH…!!! Hanya Allah yang tahu berapa harga tanah di Jogja ketika Anda sudah pensiun nanti. Kalaupun rencana pindah ke Jogja masih lama, beli tanahnya dulu saja, dipatokin yang jelas, atau dipondasi keliling biar jelas batasnya. Lalu tunggu saja… dan nikmati kenaikan nilai tanahnya.
(*Dari beberapa sumber)

KENAPA INVESTASI PROPERTI DI JOGJA PASTI MENGUNTUNGKAN?


Investasi Rumah Jogja

Sebagai "Wong Yojo Aseli" dengan sedikit narsis namun tetap obyektif, kali ini saya akan membahas masalah investasi properti di Yogyakarta. Jogja memang Istimewa, mungkin Anda pernah dengar atau tahu sendiri kalau tanah di Jogja harganya relatif mahal di bandingkan daerah lain, bahkan ada yang bilang kenaikan harga tanah di Jogja “tidak wajar”.Kenapa bisa begitu ?    Jika Anda bertanya pada orang yang pernah tinggal di Jogja semasa kecil, sekolah, kuliah, kerja di Jogja, hampir 89% menyatakan suatu ketika ingin kembali untuk bernostalgia di Jogja, atau mengisi masa tua dengan tinggal di Jogja.Atmosfer multiculture yang unik, sehingga sudah tidak ada lagi perbedaan perasaan sebagai penduduk pribumi ataupun pendatang. Itu sebabnya pendatang yang berasal dari suku apapun begitu betah di sana.

 Benar-benar kota pelajar, tidak terhitung banyaknya sekolah, akademi, dan kampus, dari yang kampusnya hanya ruko, sampai PTN dan PTS yang bergengsi. Masih banyak orang tua yang ingin anaknya nanti bisa bersekolah di sana.Biaya hidup di Jogja relatif sangat murah.  Apa pengaruhnya terhadap properti / tanah di Jogja ?Dengan begitu banyaknya permintaan dan terbatasnya supply, nilai tanah dan bangunan naik sangat cepat. Secara rata-rata harga tanah bisa naik 20% per tahun (lebih besar dari bunga bank dan inflasi). Itu baru angka secara rata-rata, belum kalau ada faktor lain yang mengenerate nilai tanah di suatu tempat, misal ada Rumah Sakit baru, ada Kampus Baru, ada SPBU baru, dll. Wah, … kenaikan nilainya sama sekali tidak bias dibayangkan.ΓΌ Harga properti / rumah, juga setali tiga uang. Sekitar 3-4 tahun yang lalu, masih ada Rumah Type 45 yang dijual di kisaran 150-200jt. Sekarang, jangan harap bisa dapat Type 45 dengan harga di bawah 225 juta. Kecuali dengan lokasi yang agak jauh dari kota. Beberapa tahun yang lalu, harga properti termahal di Jogja, mungkin kisaran 1-2 M, itupun lokasi di tengah kota (Jogja Regency- deket Amplaz sekarang). Saat ini, rekor harga tertinggi masih dipegang Casa Grande (ring road utara UPN) dan Bale Hinggil (Jl, Kaliurang) dengan Harga 3-5 M. Taman Palagan Asri 3 (Jl. Palagan Tentara Pelajar km.8), dengan lokasi yang jauh, mungkin masih bisa dapat harga700-800jt-an, ternyata Harga Rumah termurah di sana adalah 1,05 M. Itupun sudah habis. Yang tersedia tinggal yang harga 1,25 M ke atas.Hasil survey, 70% pembeli properti di Jogja adalah pembeli dari luar.