Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Properti Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properti Lainnya. Tampilkan semua postingan

6 Cara Merawat Rumah yang Jarang Ditempati


Ada banyak alasan memiliki rumah namun jarang ditempati atau bahkan kosong. Beberapa alasan rumah yang jarang di tempati atau bahkan kosong karena pemilik kerja di luar kota, rumah sebagai investasi, dan lainnya. Tidak jarang rumah yang tidak ditempati atau kosong terlihat tidak terawat.Perawat rumah kosong perlu dilakukan, meski tidak dihuni, tapi saat rumah dibiarkan begitu saja, rumah tersebut akan mengalami kerusakan di berbagai elemen. Memiliki rumah lebih dari satu saat ini telah menjadi tren di kalangan masyarakat, hal ini biasanya dilakukan sebagai langkan investasi karena mengingat rumah yang selalu memiliki tren harga naik. Namun pastinya kita tidak akan menempati keseluruhan rumah yang kita miliki sehingga ada beberapa rumah yang pastinya kosong.Sudah dapat dipastikan jika rumah dibiarkan dalam keadaan kosong maka akan cepat rusak. Oleh karena itu lakukanlah beberapa cara berikut ini untuk merawat rumah kosong agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak. Apabila rumah Anda terjaga tentu saja nilai investasi rumah tersebut diharapakan akan terus bertambah.


1. Bersihkan Secara Berkala

Jika Anda memiliki rumah kososng maka ersihkanlah secara berkala, karena jika tidak dibersihkan maka akan menimblkan berbagai jenis hewan yang bersarang di sana, seperti laba-laba, tikus dan beberapa jenis hewan lainnya yang pastinya akan merusak rumah. Jika rumah Anda berlokasi cukup jauh Anda dapat meminta bantuan tetangga terdekat rumah yang dapat dipercaya untuk melakukannya, yang pastinya dengan kopensasi selayaknya. Mencoba untuk mengunjungi rumah kosong Anda setidaknya sebulan sekali, jika Anda tidak bisa karena kesibukan Anda kemudian meminta orang lain yang Anda percaya atau keluarga hanya membersihkan halaman rumah dan interior rumah. Cara ini akan sedikit mengurangi potensi kerusakan rumah Anda, karena dengan dibersihkan secara berkala rumah akan masih dipertahankan dan menghindari pertumbuhan rumput yang tidak dikendalikan. Selain membuka seluruh pintu dan jendela dapat memberikan udara segar masuk dan sirkulasi akan baik. Kunjungan rumah kosong Anda minimal 1 bulan akan memberikan kesempatan untuk mengetahui kerusakankerusakan sedikit lebih awal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah terjadi.

2. Nyalakan Lampu

Untuk mnghindari rumah lembab maka nyalakanlah selalu lampu di rumah yang kosong, selain dari itu menyalakan lampu juga dapat membuat rumah kita menjadi lebih aman dari niat orang jahat. Hal ini dikarenakan rumah tersebut akan berkesan dihuni dari pada kosong.

3. Membuka Pintu dan Jendela Secara Berkala

Jika rumah kosong dan dalam keadaan tertutup dalam kurun waktu yang lama, maka akan menyebabkan rumah tersebut menjadi lembab. Jika lembab maka akan menimbulkan jamur dan akan merusak seluruh struktur yag ada di dalam rumah seperti dnding dan kusen sehingga mudah rapuh.

4. Cat ulang rumah Anda

Kondisi cuaca yang memang menjadi masalah utama terhadap keindahan cat rumah Anda terutama luar (eksterior). Perubahan cat di rumah Anda setidaknya sekali setahun atau yang diperlukan jika memang banyak pudar dan terkelupas. Selain itu cat akan melindungi dinding dari perubahan cuaca.

5. Perbaiki kerusakan kecil


Jika Anda melihat kerusakan sedikit di rumah Anda, maka segera lakukan agar tidak menambah kerusakan yang lain. Misalnya adanya kebocoran kecil jika tidak dibenarkan akan segera menyebabkan kayu atau langit-langit rumah Anda menjadi rusak.

6. Disewakan


Untuk melakukan beberapa hal tersebut di atas telah diuraikan sebelumnya jika tidak memungkinkan maka Anda dapat meminta bantuan dari orang lain. Namun ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk merawat rumah kosong yaitu dengan menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Dengan demikian keuntungan yang akan Anda peroleh menjadi berlipat, selain rumah Anda terjaga dengan baik, Anda juga akan mendapatkan tambahan penghasilan yang bersifat rutin. Rumah Disewa memang akan sedikit risiko terutama jika penyewa tidak mampu mengurus rumah dengan benar, namun ini dapat diantisipasi dengan memilih penyewa yang Anda benar-benar kenal atau percayai. Rumah sewa ternyata juga dapat menjadi solusi untuk menjaga rumah tetap awet meskipun tidak Anda huni, karena ada orang lain yang selalu sibuk dan membersihkan rumah Anda. Selain itu, biaya sewa juga akan diberikan dana tambahan untuk menambah atau meningkatkan kualitas rumah Anda.

Semoga bermanfaat!


Sumber:  diminimalis.com dan  caramerawatbungamawar12.blogspot.co.id

Empat Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Emat tahun ke depan, atau tepatnya 2021, generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli dan memiliki rumah. Generasi milenial yang dimaksud adalah mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerjasama dengan Karir.com tersebut, di Jakarta. Kesimpulan tersebut, menurut Untung, bertolak dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebesar rerata 10 persen, dan lonjakan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen. Pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini adalah Rp 6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp 300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp 7,5 juta per bulan. "Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini," ujar Untung. Sementara jika ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah bisa mencapai 200 persen, atau 50 persen per tahun.

Untung memprediksi peningkatan harga rumah dalam lima tahun mendatang sekitar 150 persen, sementara kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama. Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini dipatok Rp 300 juta akan menjadi Rp 750 juta.
Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya ada di angka Rp 12 juta. Dengan penghasilan Rp 12 juta tersebut, generasi milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka saat ini. "Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp 750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah rp 5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp 3,6 juta per bulan," papar Untung.

Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah. "Ini alarm serius buat pemerintah," kata Untung.

Hanya 17 persen


CEO Karir.com Dino Martin menambahkan, ada banyak fakta menarik yang terungkap dalam riset tersebut. Di antaranya adalah jumlah populasi profesional milenial yang mampu beli rumah di Jakarta hanya sebanyak 1.446 orang dari total 8.510 orang responden dengan penghasilan rerata tersebut di awal artikel ini. "Batas atas salary adalah profesional yang bekerja di sektor pertambangan minyak, dan gas yakni Rp 12.099.000 per bulan, dan batas bawah di sektor pendidikan dengan angka Rp 3.840.000 per bulan," tutur Dino.
Ini artinya, lanjut Dino, hanya 17 persen saja dari generasi milenial Jakarta yang mampu membeli dan memiliki rumah. Itu pun dengan harga termurah Rp 300 juta. Hasil riset tersebut sekaligus merepresentasikan bahwa pengelolaan keuangan sudah seharusnya menjadi prioritas, dan diperhatikan lebih serius. 
"Kapan harus menabung, kapan harus memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan lain-lain," imbuh Dino.


Ayo paksa beli rumah sekarang, semoga bermanfaat!


Sumber: property.komas.com

15 Alasan, Kenapa Seseorang Memilih Tinggal di Kampung daripada di Kota


Jual rumah Jogja

Pilihan untuk tinggal di kota atau di desa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Kota maupun desa memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian orang lebih memilih tinggal di desa daripada di kota. Berikut beberapa alasan, seseorang memilih tinggal di desa:


1. Lingkungan Yang Lebih Alami dan Lebih Sehat

Lingkungan di desa yang masih banyak ditumbuhi pepohonan membuat suasana desa terlihat lebih indah, alami, dan sehat. Dan tentu hal ini juga yang menjadi salah satu alasan seseorang lebih krasan tetap tinggal di desa. 

2. Jauh dari Polusi

Kota memang menyediakan banyak lapangan pekerjaan karena banyaknya industri dan pabrik, tentu ini menyebabkan kota menjadi padat penduduk. Tetapi, asap-asap pabrik dan kendaraan, limbah yang dibuang ke sungai, semua itu menyebabkan polusi dan tentu kota menjadi lingkungan yang kurang sehat. Berbeda dengan di desa, di samping pemandang masih asri, banyaknya tumbuhan dan pepohonan yang terus menjaga udara tetap segar. Ini menjadikan lingkungan tetap sehat dan bebas polusi. 

3. Pemandangan yang Indah dan Sehat

Seperti yang Anda ketahui, bahwa desa merupakan tempat yang hijau. Pepohonan, sungai, gunung, persawahan, menghiasi setiap tempat dan menjadi pemandangan yang indah. Pemandangan di desa merupakan pemandangan yang alami. Selain ini sedap dipandang mata, udara pun tetap terjaga dan sehat. Sehingga tidak jarang banyak orang kota yang datang melakukan refreshing ke tempat-tempat wisata alami di desa.

4. Suasana Desa Lebih Tenang sehingga Memunculkan Ide dan Inspirasi Baru

Suasana di desa memang tidak ramai seperti di kota, tetapi dengan keadaan seperti ini justru kehidupan menjadi terasa tenang bahkan terkadang memunculkan ide dan inspirasi baru.

 5. Biaya Hidup yang Lebih Rendah

Biaya hidup di desa terkadang lebih rendah daripada di kota, karena banyak kebutuhan pokok yang diproduksi sendiri oleh warga desa. Sebagai contoh misalnya, rata-rata warga desa memiliki sawah yang mereka kerjakan sendiri. Kelebihan hasil bumi tersebut tentu tidak mungkin dipakai sendiri semua, tetapi sebagian dijual. Dan tentunya apabila kita menjadi tetangga yang baik, bukan tidak mungkin, diberikan kesempatan untuk membeli dengan harga murah, bahkan gratis. Belum hasil bumi yang lain, ada sayuran, lauk pauk, dan banyak lainnya.

 6. Kerukunan

Berbeda dari masyarakat kota, kerukunan merupakan simbol penting bagi masyarakat desa, gotong-royong pun selalu tercermin dalam kehidupan mereka, contoh sederhana adalah kerja bakti. Tetapi tidak hanya kerja bakti, masih banyak hal yang menunjukan kerukunan masyarakat desa. Kerukunan dan gotong-royong inilah yang menyebabkan masyarakat desa saling mengenal satu dengan lainnya. Di kota, jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah komplek perumahan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan orang tersebut, kecuali jika Anda bertanya tentang alamat dan nomor rumah. Ini sangat berbeda jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah desa, Anda akan diberitahu tempat tinggal orang tersebut meskipun Anda berada di jarak ratusan meter tanpa menanyakan alamat dan nomor rumah. 

7. Solidaritas Tinggi

Setelah Anda membaca contoh kecil kerukunan masyarakat di desa, semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya solidaritas masing-masing. Solidaritas inilah yang menyebabkan mereka saling rukun, saling mengenal, saling peduli, dan saling membantu.  Di desa, jika seseorang melihat tetangganya sedang sibuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan datang dan turut membantu tanpa harus dimintai tolong. Apalagi jka tetangga mengadakan sebuah acara pesta misalkan pernikahan, maka tetangga sekitar pun akan ikut membantu meskipun tidak dimintai tolong. Malah sebaliknya, mereka merasa malu jika tidak turut membantu. Ini adalah solidaritas tinggi antar sesama masyarakat desa.

 8. Sopan Santun dan Ramah Tamah

Masyarakat desa memang terkenal sopan santun dan ramah tamah, bahkan ketika saling bertemu di jalan pun mereka akan saling menyapa. Sopan santun dan ramah tamah ini adalah ciri khas yang diajarkan oleh orang-orang tua dulu. Banyak kasus bahwa anak-anak desa yang pergi ke kota akan menjadi sasaran bagi para penipu. Sebenarnya mereka tidak bodoh, hanya saja sopan santun dan ramah tamah terhadap sesama inilah yang selalu diajarkan dan sudah menjadi watak bagi masyarakat desa, sehingga mereka terlihat sangat lugu dan menjadi sasaran bagi para penipu di kota. Ini adalah bukti bahwa masyarakat desa sangat menjunjung nilai kesopanan dan keramahan. 

9. Adat dan Budaya Masih Dilaksanakan

Adat dan budaya merupakan warisan nenek moyang yang seharusnya tidak dibiarkan hilang begitu saja. Dan tentu saja dimana pun tempatnya, pasti ada adat dan budaya yang dulu pernah ditegakkan. Dalam kasus ini, masyarakat desa adalah masyarakat yang masih memegang adat dan budaya. Tentu saja ada banyak adat dan budaya, tergantung pada masing-masing desa, misalkan tilik bayi (menjenguk anak yang baru lahir), tilik wong loro (menjenguk orang sakit), dan masih banyak lagi adat dan budaya lainnya. Sedangkan di sisi lain, masyarakat kota bisa dikatakan sebagai masyarakat yang telah kehilangan budaya, ini dikarenakan adat dan budaya di kota sudah mulai luntur sepanjang perjalanan waktu.

 10. Tenang dan Tentram

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang bisa mempenaruhi ketenangan dan ketentraman. Desa merupakan tempat yang tenang dan tentram, dibanding suasana kota yang ramai dan banyak hiburan. Suasana desa yang asri dan pemandangan yang indah sangat cocok untuk memunculkan inpirasi dan ide-ide baru. Bahkan banyak orang yang ingin menenangkan diri dari berbagai masalah dengan pergi ke tempat-tempat yang asri seperti di desa. 

11. Tidak Ingin Jauh Dari Orang Tua dan Keluarga

Seperti halnya banyak orang desa yang tinggal di kota pada umumnya, mereka baru bisa mudik ke desa setelah satu bulan, satu tahun, atau beberapa tahun karena alasan sibuk mengurus pekerjaan. Waktu berkumpul bersama orang tua, keluarga, dan saudara pun bisa tidak bisa dinikmati setiap harinya. Orang tua dan keluarga merupakan salah satu alasan kuat mengapa seseorang masih tetap bertahan tinggal di desa, tentu alasan ini dikhususkan bagi mereka yang lahir di desa, apalagi bagi mereka yang orang tuanya sudah rapuh karena usia. Bagi mereka, hari-hari terasa lebih indah saat berkumpul bersama keluarga, saudara, dan orang tua. Selain itu, beberapa orang tua yang tidak tega anaknya tinggal di kota dan mendesak mereka untuk tetap tinggal di desa apa adanya. 

12. Mengabdi kepada Masyarakat dan Mengajarkan Ilmu

Alasan ini mungkin lebih cocok bagi para pelajar yang telah lulus setelah menjalani pendidikan bertahun-tahun di kota. Dengan segudang ilmu yang telah didapat, mereka ingin memanfaatkan dan mengajarkannya kepada generasi muda di desa agar tidak ketinggalan. Pemerintah juga masih menggalakkan kualitas pendidikan di setiap daerah dengan menempatkan sarjana muda ke beberapa desa terpencil. Selain itu, alasan untuk mengabdi kepada masyarakat pun tidak luput dari hal ini. Banyak sarjana lulusan kota yang mampu memajukan dan memakmurkan desa dari ide dan pemikiran mereka. Bahkan saat ini di desa-desa pun sudah banyak dokter dan perawat muda yang memberikan kelayakan kepada masyarakat di bidang kesehatan. 

13. Membangun Bisnis di Desa

Jika dibandingkan di kota, lahan di desa masih terbentang luas dan siap dimanfaatkan untuk megelola bisnis. Membangun sebuah bisnis di desa pun bisa lebih menguntungkan, apalagi pengeluaran dana untuk kebutuhan sehari-hari pun relatif lebih sedikit. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa saat ini di desa-desa sudah banyak berdiri bisnis dan perusahaan kecil.

 14. Tingkat Kriminalitas Lebih Rendah dan Lebih Aman

Jika melihat berita hangat di acara-acara televisi yang saat ini terjadi, misalkan kasus pembegalan dan perampokan, ini tentu membuat banyak orang merasa takut dan khawatir. Penipuan, pencopetan, pencurian, pembunuhan, dan hal-hal kriminal lainnya pun lebih banyak ditemui di daerah perkotaan.  Ya, memang kejadian kriminal pasti akan ditemui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Namun, jika dilihat dari banyaknya berita yang dimuat, tingkat kriminalitas di kota lebih besar seperti halnya banyak orang mengatakan bahwa kehidupan di kota itu keras dan harus lebih berhati-hati. 

15. Syiar dan Budaya Agama Lebih Kental

Jika melihat sekaligus mendengar anak-anak kecil yang pandai mengaji, gadis-gadis yang memakai jilbab, serta suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sering terdengar dari arah Masjid atau Musholla, tentu hati menjadi lebih nyaman dan bahagia, begitulah suasana Islami di daerah pedesaan.  Salah satu faktor utama mengapa lingkungan desa masih Islami adalah karena banyaknya pondok pesantren, tempat-tempat pengajian, dan budaya Islami yang masih dijalankan. Dengan demikian, syiar dan budaya Islami yang masih menghiasi lingkungan pedesaan tentu mendorong seseorang untuk tetap ikut terlibat di dalamnya. Inilah alasan penting mengapa seseorang lebih memilih tetap tinggal di desa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga pesantren. 


Demikian beberapa  alasan mengapa seseorang lebih memilih untuk tetap tinggal di desa meskipun daerah pedesaan lebih sederhana. Tinggal di desa maupun di kota memiliki kelebihan dan kekurangan, semoga Anda diberi kemudahan dalam memilih.

Semoga bermanfaat

Sumber: pelangiblog.com
              bjorngrotting.photoshelter.com


Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan

Jual Rumah di Bantul

Properti masih menjadi instrument pilihan investasi yang menguntungkan dan aman jika dibandingkan dengan jenis investasi lain. Nilai properti cenderung selalu naik melebihi kenaikan laju inflasi. Investasi properti  juga tidak membutuhkan upaya yang besar untuk meaikan nilai tambahnya. Tentu Anda sering mendengar saudara atau teman yang membeli rumah atau tanah kemudian dengan usaha sedikit atau membiaraknnya saja. Tiba-tiba rumah terjual atau ditawar dengan harga yang fantastis berlipat-lipat. Memang tidak selamanya didapatkan properti dengan tipe seperti di atas, kalaupun salah beli maka kemungkinan kita masih bisa meraih keuntungan, setidaknya  balik modal.Investasi property biasanya membutuhkan modal yang tak sedikit. Namun, selain aman , memilik properti juga mengunungkan. Bayangkan betapa enaknya menjadi juragan kontrakan atau kos-kosan. Income akan mengalir meskipun Anda sedang tidur.
Ada beberapa jenis properti, dibawah adalah jenis investasi properti yang umum dan bisa dilakukan oleh siapa saja.


Investasi Tanah

Membeli tanah dengan tujuan investasi terbilang mudah, yang terpenting adalah Anda memeriksa dengan teliti legalitas tanah tersebut. Nama pemilik tanah harus sesuai dengan yang tertera pada sertifikat. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan di mana batas-batasnya.Jika ingin harga tanahmu naik dengan cepat, pilih lokasi yang strategis. Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Anda bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.Kalau Anda menyewakan tanah kosong, umumnya keuntungannya tidak terlalu besar yaitu hanya 0,5% – 2% per tahun. keuntungan yang Anda perolehadalah dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti. Dengan demikian property tersebut bisa menghasilkan arus kas positif, sekurangnya property tersebut sanggup membiayai dirinya sendiri untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menyewakan rumah

Mengingat rumah adalah kebutuhan pokok, maka tak usah khawatir akan sepinya peminat. Namun, Anda tetap harus memperhatikan baik-baik terkait lokasi. Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis misalnya dekat keramaian, perkantoran, atau pabrik. Sama dengan tanah, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjualnya untuk jangka panjang. Rumah bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya. Dengan rate sewa di Indonesia berkisar antara 3 sampai 10 persen, maka hasil sewanya cukup untuk biaya perawatan dan pajak-pajaknya.

Bisnis indekos

Anda berpotensi mengantongi yield di kisaran 5% – 7% per tahun. Keunggulan bisnis indekos adalah Anda juga berpeluang mendulang untung dari usaha tambahan misalnya catering dan laundry. Ingat, pilih lokasi dekat perkantoran atau kampus agar bisnis indekos lebih lancar. Namun, berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan dalam bisnis indekos. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan harus membayar orang untuk bertugas khusus membersihkan dan menjaga indekos.Investasi apartemen dan kondominiumKebutuhan akan hunian vertikal meningkat seiring dengan semakin terbatasnya lahan. Investasi pada hunian vertikal pun menjanjikan. Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% – 12% per tahun.

Memang tidak semua apartemen yang menghasilkan nilai sewa seperti perhitungan di atas, diperlukan analisa terhadap suply dan demand dan pangsa pasar di sekitar lokasi jika kita memutuskan berinvestasi di apartemen. Karena apartemen umumnya digunakan sebagai tempat tinggal kedua di tengah kota untuk kemudahan mobilitas ke tempat beraktifitas. Memilih apartemen atau kondominium untuk investasi properti harus lebih teliti. Jika salah pilih apartemen atau kondominium maka akan sulit mendapatkan hasil maksimal. Misalnya lokasi yang kurang strategis, atau harus berurusan dengan pengembang maupun manajemen gedung yang kurang baik. 

Investasi ruko, kios, dan toko

Seperti halnya investasi properti jenis lainnya, investasi ruko, kios, dan toko sangat bergantung pada lokasi. Anda akan semakin mudah menemukan penyewa jika lokasinya strategis. Jika salah pilih lokasi, maka Anda akan terancam sulit mendapatkan penyewa dan juga sulit untuk menjualnya kembali. Yield untuk roko berkisar 6% – 9% per tahun. Sementara investasi kios/toko menjanjikan yield 5% – 10% per tahun


Dalam investasi properti masih berlaku prinsip “buy and wait” (beli property lalu tunggu kenaikan harga property tersebut) BUKAN “wait to buy” (tunggu harga property turun lalu beli property tersebut). Apabila Anda menunggu harga property turun baru beli, mungkin nilai uang yang Anda miliki nilainya akan tergerus hingga tidak cukup untuk membeli rumah tersebut.

Semoga bermanfaat.

Sumber: asriman.com - economy.okezone.com

Betulkah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial?


Banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat mengenai rumah. Salah satunya adalah rumah tusuk sate. Mari kita simak ulasan di bawah ini mungkin ada pencerahan dan solusi bagi anda yang tinggal di rumah dengan kondisi tusuk sate atau bagi anda yang kebetulan akan membeli dengan kondisi rumah seperti itu.


Di masyarakat kita berkembang pandangan tentang rumah tusuk sate yang akan membawa sial. Benarkah pandangan ini secara syar`i? Ir Andan Nadriasta, seorang arsitek yang menggawangi rubrik arsitek di www.eramuslim.com menjawabnya secara singkat.Fengshui yang saya ketahui adalah menilai bangunan sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungan. Dalam istilah saya saat dulu kuliah di Universitas Pancasila, analisa data. Dari analisa tersebut menghasilkan sintesa atau kesimpulan yang menyatakan tentang hasil survey tersebut.Selama ia tidak mengganggu akidah tak ada masalah. Contoh: rumah yang ber-nomor 13 membawa sial. Rumah dekat kuburan tidak membawa rejeki. Rumah di tusuk sate penghuninya akan tidak beruntung. Nah, jika arahnya ke sini Islam tentu melarang. Karena nasib ada di tangan Allah. Allahu Shomad. Allah tempat bergantung demikian yang tertera dalam surat al-Ikhlas.Sebaiknya kita mengarah kepada data-data teknis saja yang tidak mengganggu akidah. Seperti rumah tusuk sate harus diamankan dari segi tikungan tempat mobil berlalu dan sorot lampu mobil jika malam. Untuk itu arah yang bertepatan dengan tusuk satenya di-blok saja dengan pagar. Hingga lalu lalang penghuninya aman dari motor dan mobil yang menikung di areal itu.Bisa juga meletakkan pohon atau kerei bambu pada sisi lahan tikungan tadi. Sebagai `buffer` atau penyekat yang dapat menghambat sorot lampu atau panas matahari. Juga arah pandangan mata yang dapat mengganggu privasi.Kalaupun rumah tusuk sate atau kuburan itu menurut anggapan orang kurang laku dijual itu bukan karena nasibnya yang jelek. Menurut saya marketnya yang tidak banyak. Sama saja dengan mobil kijang yang banyak laku dijual karena murah meriah serta famly car. Sementara sedan BMW jarang pembelinya karena memang kelas atas dan mahal. Apakah BMW membawa sial dan kijang membawa rejeki? Tentu tidak demikian pola pikirnya.Untuk rumah ideal yang jelas memang tergantung dari keadaan lingkungan. Idealnya ia mengahadap matahari pagi. Hingga saat pagi ia dingin, sejuk dan sehat. Lalu saat siang panas matahari ada di belakang rumah dan sudah siap untuk mengeringkan jemuran kita yang memang berada di belakang.Ini idealnya bagi rumah-rumah yang berada di lingkungan perumahan yang berbentuk kapling-kapling. Untuk rumah dengan lingkungan terbuka, pegunungan atau tanah yang luas tentu varian analisisnya akan lebih beragam lagi.Terakhir, mari kita bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jika memang tusuk sate yang kita miliki, maka mari kita berharap agar ia menjadi berkah. Jangan sampai mengharap burung terbang di angkasa namun telur digenggaman terlepas. Jangan sampai pula kita menjadi hamba yang kufur.Semoga ringkasan ini menjadi gambaran bahwa sesungguhnya kita tetap berpegang teguh pada bergantung hanya kepada Allah SWT.Amin

Semoga Bermanfaat!
sumber: eramuslim.com

Bisnis Properti di Jogja Diprediksi Tumbuh 14% di Tahun 2016

Rumah Murah di Yogyakarta

Harapan bagi investor, pelaku bisnis, dan calon pembeli properti memiliki harapan baru di tahun 2016 ini. Setidaknya bagi investor dan pelaku bisni properti memiliki peluang untuk memeperluas usaha di tahun 2016 ini semakin besar. Sedangkan bagi calon pembeli memiliki pilihan untuk membeli properti sebagai hunian, terlebih jika properti tersebut digunakan oleh calon pembeli sebagai salah satu instrumen investasi.  Hal ini seperti diungkapakan DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY yang optimistis bahawa bisnis properti bisa tumbuh 11% hingga 14%. Hal itu didasarkan dari asumsi-asumsi yang dikeluarkan Pemerintah.

Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengungkapkan, asumsi dari Pemerintah antara lain pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diprediksi 5,3%, proyeksi inflasi sebesar 4+-1, serta defisit anggaran 2,15%. Semua itu menjadi acuan bagii DPD REI DIY untuk melihat pertumbuhan pada 2016.“Berdasarkan dari pengalaman, kami biasanya akan tumbuh tujuh persen hingga 10 persen di atas inflasi atau 11 persen hingga 14 persen,”  ujar dia ketika ditemui di DPD REI DIY, Jogja, Rabu (23/12/2015).Ia mengungkapkan, optimisme semakin terbangun karena saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah lagi akan ada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Andi pun optimistis, daya beli masyarakat akan lebih baik.“Harapan kami lebih tinggi. Kami mengandalkan serapan APBN saat ekonomi belum tumbuh secara optimal. Pemerintah mulai lelang Oktober sehingga serapan bisa terjadi awal tahun,” ungkap dia.Ia menjelaskan, pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Orang-orang itu memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Hal itu membuat serapan unit hunian di DIY terkoreksi 30% pada 2015. Pada 2014, DPD REI DIY mampu menyuplai 2.950 unit. Pada 2015, suplai berkurang sekitar 900 unit.“Sampai akhir tahun paling 2000 unit yang tersuplai. Tahun depan, kami perkirakan bisa salurkan 2.200 unit rumah. Semoga kebijakan yang dibuat Pemerintah benar-benar berdampak,”  ujar dia,Adapun tantangan yang akan dihadapi pada 2016 yakni Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait regulasi yang dicanangkan yang belum terealisasi. Paket Ekonomi IV salah satunya menyasar sektor properti di mana ada penyederhanaan aturan dari 40 menjadi delapan.  “Itu kendala dari sisi suplai. Sedangkan dari permintaan,  daya beli masyarakat harus dijaga.Untuk tren hunian, tanah di DIY semakin mahal dan luasan tanah semakin surut. Hal itu akan membuat tren bentuk rumah yang mengikuti yakni minimalis. Ke depan, hunian ke atas akan menjadi solusi namun, pengenalannya jangan melalui apartemen terlebih dahulu. “Bisa  lewat rusunawa dan rusumani. Dari 54 rusunawa di DIY, tidak ada yang ditolak warga. Ini pilihan masa depan, tapi tolong sesuaikan dengan yang butuh lebih dulu,” ungkap dia.Semoga ini menjadi angin segar bagi pelaku bisnis properti maupun calon pembeli properti.

Sumber: harianjogja.com

Pasar Properti Nasional 2016 Diperkirakan akan Lebih Baik Dibandingkan 2015

Rumah Jogja Murah

Meskipun pertumbuhan industri properti dinilai mengalami perlambatan sejak akhir 2014 kemarin. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal dan investasi properti masih menjadi pilihan.

Country General Manager Rumah.com Wasudewan mengatakan, data menunjukkan bahwa masyarakat yang mencari rumah di kisaran harga di bawah Rp500-Rp700 juta mencari rumah untuk tempat tinggal."Saat ini mereka yang mengincar harga di bawah Rp500 hingga di bawah Rp700 itu untuk tempat tinggal," jelasnya di Jakarta, Kamis (10/12/2015).Wasudewan menjelaskan, saat ini untuk investor yang mengincar hunian dengan harga Rp1 miliar ke atas. "Investor di atas Rp1 miliar untuk investasi, biasanya khusus investor yang menginginkan investasi," kata dia.Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) memprediksi, pasar properti nasional pada 2016 akan lebih baik jika dibandingkan dengan pasar properti nasional 2015.REI mengharapkan iklim industri dan pembelian properti nasional meningkat semenjak pada 2014 mengalami penurunan. Perlambatan penjualan properti pada saat itu dikarenakan adanya penyelenggaraan Pemilu.Pada saat pemilu, banyak yang menunda bertransaksi properti guna belum mendapatkan kepastian tentang perekonomian secara utuh.


Sumber: economy.okezone.com

Menguntungkan Mana? Investasi Rumah, Apartemen, atau Tanah?


Jual Rumah, Tanah, Kavling Di Yogyakarta

Investasi properti merupakan tren yang populer sekarang ini. Banyak orang yang bercerita dari mulut ke mulut mengenai keuntungan yang bisa didapat ketika berinvestasi tanah, rumah, atau apartemen. Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup,Anda memerlukan dana yang cukup besar.


Ada banyak pilihan investasi properti. Beberapa yang diminati akhir-akhir ini adalah investasi tanah, rumah atau apartemen. Namun dari ketiga pilihan ini, manakah yang lebih baik? Berikut ini adalah urutan prioritas pemilihan jenis investasi properti, jika prospek ke depannya berada dalam kondisi yang tidak terpengaruh oleh eksternal sepert kemacetan, banjir, dan yang lainnya.

1. Investasi Rumah

Mayoritas masyarakat Indonesia ingin memiliki unit rumah tinggal di atas tanah. Jika memerhatikan aspek-aspek di dalamnya, maka investasi rumah ini bisa sangat menguntungkan. Ingatlah, semakin banyak penduduk maka permintaan akan tempat tinggal juga akan semakin meningkat.

Kelebihan Investasi Rumah
Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Karena bisa disewakan, maka Anda bisa memberdayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar 15 – 20%.

Kekurangan Investasi Rumah
Diperlukan biaya khusus untuk perawatan rumah dan biaya asuransi yang berguna sebagai penekan risiko kepemilikan unit. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

2. Investasi Apartemen


Dahulu, tinggal di apartemen sudah menjadi life style. Namun karena terbatasnya lahan yang ada, maka tinggal di apartemen sudah bagaikan alternatif pilihan hunian.

Kelebihan Investasi Apartemen
Lebih liquid dibanding dengan tanah dan rumah. Pendapatan tambahannya pun lumayan besar. Fasilitas yang ada cukup lengkap dan biasanya terletak di daerah-daerah strategis.

Kekurangan Investasi Apartemen
Sayangnya, Anda harus membayar biaya rutin yang lumayan mahal seperti perawatan dan listrik. Anda juga tidak memiliki Hak Guna Bangunan karena tidak memiliki tanah.


3. Investasi Tanah




Investasi tanah merupakan ladang pendapatan Anda. Selain emas, harga tanah juga akan terus meningkat tiap tahunnya. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahun. Sebaiknya beli tanah (kavling) di sekitar perumahan untuk memulai investasi ini. Ini dikarenakan aspek keekonomian dan legalitasnya yang menjanjikan.

Kelebihan Investasi Tanah
Return besar adalah kelebihan dari investasi properti yang satu ini. Lebih enaknya lagi, tidak ada biaya perawatan dan biaya asuransi. Bahkan risiko kepemilikan atas barangnya bisa sangat rendah.

Kekurangan Investasi Tanah
Sayangnya, investasi tanah jarang menghasilkan pendapatan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa. 

Selamat memilih cara berinvestasi properti, mau pilih Rumah, Apartemen, atau Tanah? Tentu sesuai pilihan Anda. Semoga Bermanfaat!

Sumber: kompasiana.com

Nasib Sektor Properti di Indonesia

Rumah Jogja

Saat sektor properti lesu seperti ini, kepastian sangat dibutuhkan para pelaku bisnis dan industri properti di Indonesia. Terutama, kepastian dalam menetapkan peraturan atau regulasi baru, pasti dalam menjamin, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta pasti dalam keseriusan mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur.

Bagi dunai bisnis, bisnis apapun jenisnya semua butuh kepastian. Tak pelak lagi industri properti juga butuh kepastian. Salah satu kuncinya ada di Pemerintah saat ini, bagaimana kemudian mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tidak mengombang-ambingkan pasar dalam ketidakpastian. Kendati penjualan beberapa pengembang yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah justru anjlok prospek bisnis properti masih ada peluang, yakni kebutuhan hunian yang belum terpenuhi setiap tahun secara maksimal. 

Sektor properti secara umum lesu, namun investor asing masih akan melihat Indonesia sebagai peluang besar yang harus ditaklukkan. Indonesia adalah kesempatan investor untuk mengambil alih properti-properti, dan lahan-lahan potensial untuk dikembangkan.

Kepastian percepatan infrastruktur, dan kepastian menerapkan regulasi baru seperti pengenaan perpajakan (PPN, PBB, NJOP, dan PPnBM) yang dapat menarik minat investor sehingga aksi ekspansinya terakomodasi.

Jika pemerintah mampu menjadikan dua faktor utama tersebut di atas yakni infrastruktur dan kepastian regulasi, maka bisnis properti Indonesia akan lebih maju dan kebutuhan perumahaan bagi masyarakat terakomodasi.

Mencermati konstelasi saat ini, memang bagi pengembang adalah masa-masa sulit. Namun sebaliknya bagi investor merupakan peluang besar mendapatkan aset-aset bagus yang bakal melonjak harganya dalam waktu ke depan.
Semoga Bermanfaat!


Sumber: properti.kompas.com
Gambar: picssr.com

Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Investasi Properti di Yogyakarta Memiliki Prospek yang Cerah

Jual Rumah murah JogjaSaat ini investasi properti di Yogyakarta dinilai memiliki prospek yang cerah. Banyak calon pembeli dari luar daerah yang tertarik untuk menanamkan investasi perumahan. Pasar properti di Yogyakarta tidak hanya diincar dari masyarakat sekitar. Namun juga banyak orang yang tinggal di luar daerah Yogyakarta. Apalagi banyak yang memiliki anak yang kuliah di Yogyakarta. Hal ini bisa dijadikan hunian sementara saat berkunjung ke Yogyakarta.  Sekitar 60 persen dari luar daerah, sebagian lagi masyarakat Yogyakarta.Saat ini properti saat bukan hanya sebagai tempat tinggal atau hunian, namun ada sebagian masyarakat yang menjadikannya sebagai instrumen investasi. Biasanya, cara memulai investasi itu adalah membeli properti ketika masih di awal (launching) dan menjualnya setelah beberapa bulan atau tahun kemudian. Dengan harapan suatu saat akan mendapatkan keuntungan. Karena biasanya rumah pertama yang dijual dengan harga promosi, baru setelah mulai banyak di huni harga naik dengan sendirinya karena banyak peminat.

Semoga Bermanfaat!!

Harga Properti di Yogyakarta Naik 10% (Nekad Beli Sekarang Sebelum Harga Naik Lagi)


Jual Rumah Jogja

Harga properti di Yogyakarta diperkirakan akan naik hingga 10 persen sampai akhir tahun. Kenaikan ini bukan dikarenakan pelemahan rupiah terhadap dolar.
Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Andi Wijayanto menyebut jika kenaikan tersebut dikarenakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tingkat suku bunga dan juga inflasi.
Dia juga menyebut, kenaikan ini tidak lepas dari kenaikan biaya transportasi yang bertambah sekitar 10 persen. Kondisi ini akan diperparah dengan tingkat inflasi yang cukup besar. Belum lagi penyesuaian tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh kalangan perbankan.



"Sebenarnya ini karena dampak BBM dan inflasi, kalau kenaikan dolar tidak seberapa," katanya di Yogyakarta, Rabu (28/8/2013).

Terkait dengan pelemahan rupiah terhadap dolar, dia menyebut jika material yang banyak dipakai saat ini lebih banyak menggunakan materi lokal. Hanya sebagian kecil material yang didatangkan dari luar negeri. Sehingga pembangunan banyak yang mengandalkan dari dalam negeri. 

Meskipun harga akan naik, Andi optimistis pasar properti di Yogyakarta tetap bagus. Yogyakarta banyak diincar investor untuk menanamkan investasinya. Terbukti banyak kondotel, apartemen yang dikembangkan investor luar daerah. "selain untuk hunian, banyak yang membeli property untuk investasi," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD REI Remigius Edi Waluyo mengatakan, investasi properti cukup menguntungkan. Seperti di Jakarta, banyak pemilik modal membeli sejumlah properti. Dalam beberapa tahun mereka akan melepas lagi dan akan mendapatkan untung yang lumayan.


"Daripada mobil, investasi properti lebih menguntungkan dan ini menjadikan properti cukup bergairah," jelasnya. 



Sumber: okezone.com

Berbagai Cara Berbisnis Properti tanpa Modal

Investasi Rumah Jogja

Ada banyak tips / cara  usaha properti yang bisa kita lakukan dengan modal terbatas. Kali ini saya akan menyampaikan beberapa cara diantaranya.

Caranya dengan mencari investor, selaku pemilik modal, untuk menjalankan roda bisnisnya. Yakinkan investor tentang prospek bisnis properti yang menjanjikan di lokasi tersebut. Jika properti yang akan dibeli sudah di depan mata dan yakin prospek jual kembalinya lebih cepat dan harga bagus, sebaiknya deal dulu dengan pemilik properti tersebut. Misalkan membeli properti dengan harga deal dengan pemilik properti Rp 200 juta, lalu menjualnya kepada investor Rp 300 juta. "Tanpa mengeluarkan modal, Anda mendapatkan untung Rp 100 juta dari satu transaksi.

Cara lainnya, untuk memulai bisnis properti dengan modal minim atau tanpa uang sepeser pun, carilah rumah atau properti dengan harga terjangkau. Pilihlah rumah atau properti yang tidak baru atau bekas, properti yang sudah digunakan sebelumnya tetapi masih memiliki kondisi yang bagus. Usahakan mencari lokasi properti yang bagus dan mempunyai pertumbuhan atau pengembangan ke depan. Bekerja samalah dengan teman atau relasi untuk mendapatkan informasi rumah atau properti yang dipasang tulisan 'Dijual'. Selanjutnya, ajukan pinjaman dana ke investor. Misalnya dengan meminjam ke investor Rp 100 juta, bisa membeli sebuah rumah kecil yang strategis. Tanpa mempunyai modal banyak, bahkan tidak mempunyai modal sama sekali, cara lainnya adalah dengan meminjam uang ke bank syariah. 
Atau Anda juga bisa memakai pinjaman uang dari bank syariah untuk menyewa bangunan atau rumah yang berprospek usaha. Lalu, bangunan tersebut Anda sewakan lagi, misalnya untuk kepentingan bisnis yang besar, seperti minimarket dan sejenisnya. Hasil dari uang sewa bangunan itu sisihkan untuk membayar cicilan ke bank syariahModal juga bisa didapat dengan mencari seorang investor. Dengan keahlian bernegosiasi, kita dapat mengedukasi investor tentang bisnis properti yang tidak akan pernah basi dengan harga yang tidak akan pernah turun. Sebab, harga jual dalam bisnis properti akan terus naik.
Pemasaran rumah atau bangunan yang sudah Anda beli bisa dipasarkan melalui online atau offline. Jika lokasinya strategis dan memiliki prospek bisnis yang bagus, orang tak segan-segan untuk membelinya. Semoga bermanfaat!!!

Sumber: Tempo

5 Tips Memilih Lokasi Properti yang akan Dibeli


Beli Rumah Jogja

Lokasi properti merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan potensi investasi suatu properti. Beberapa pertimbangan lokasi properti yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi adalah sebagai berikut:
  1. Jangan membeli properti di lokasi banjir, sebaik apapun rumah tersebut kalau berada di lokasi banjir maka akan menurunkan harga properti tersebut dan sulit menjualnya.
  2. Pilihlah lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah atau kampus
  3. Hindari membeli properti yang berdekatan dengan garis rawan pompa bensin, kuburan, TPA (tempat pembuangan akhir), peternakan.
  4. Bila membeli properti untuk disewakan, pastikan lokasinya sesuai dengan kriteria tertentu. misalnya disewakan berarti harus dekat dengan perkantoran, fasilitas umum, kampus, atau sekolahan. Kalau disewakan untuk iklan, pastikan properti anda berada di dekat dengan trafic light, palang kereta api, atau posisi tusuk sate di suatu jalan.
  5. Pilihlan properti yang memiliki akses jalan mobil masuk ke lokasi, karena itu akan meningkatkan harga jualnya dikemudian hari.


Semoga Bermanfaat!!
Sumber: rumahku