Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Cara Mendapatkan Rumah Murah di Jogja (Rewrite)

Rumah Murah di Jogja

Mendapatkan rumah murah di Jogja memang cukup sulit. Namun bukan berarti tidak mungkin. Jogja sebagai kota destinasi pariwisata terbesar kedua di Indonesia setelah Bali sekaligus kota pelajar. Harga rumah di Jogja cukup tinggi dan cenderung naik.


Di sini saya ingin menulikan kembali beberapa cara membeli rumah murah di Jogja yang pernah saya posting di web ini beberapa waktu yang lalu.


1.   Melakukan PublikasiAgar Anda  deng mudah bisa mendapatkan informasi rumah dijual di Jogja, Anda bisa menyebarkan informasi ke beberapa media online misalkan marketplace penjual property, Whatsapp Group, Facebook, Tweeter, dan lainnya. Dengan sendirinya penjual rumah atau broker akan berdatangan sendiri menawarkan rumah kepada Anda. Saat itulah Anda bisa memilih dan menawar sesuai dengan keinginan Anda.


2.    Beli Rumah Saat Orang Butuh UangAda banyak alas an orang untuk menjual rumahnya, salah satunya adalah BU (butuh uang). Saat orang membutuhkan uang biasanya ingin menjual dengan cepat. Saat inilah Anda punya kesempatan untuk menawar dengan harga miring atau lebih murah dari harga pasar. Apabila Anda beruntung, Anda  mendapatkannya  rumah di Jogja dengan harga murah.


3.   Memanfaatkan Fasilitas yang Di sediakan Bank SyariahCara terakhir ini, mungkin bagi sebagian orang merupakan keputusan yang agak sulit tapi terkadang sering juga menjad solusi yang sangat membantu supaya bisa membeli rumah dengan mudah. Kita tahu saat ini pihak perbankan syariah menyediakan fasilitas KPR Syariah untuk membantu Anda yang berencana membeli rumah. Sebelum maju mengajukan kredit ke bank, anda bisa mendapatkan berbagai info tentang KPR Syariah ini dengan terlebih dahulu survei ke bank syariah yang menyediakan layanan KPR tersebut. Banyak pilihan perbankan Syariah saat ini. Jadi Anda bisa memilih Bank Syariah mana yang paling menguntungkan bagia Anda. Bank Syariah yang dipilih biasanya adalah yang memberikan kemudahaan dalam proses pengajuan dan menetapka margin yang paling rendah.
 4.   Cepatlah dalam mengambil keputusanDalam memilih rumah yang ingin di beli maka saya sarankan anda jangan suka menunda untuk membelinya jika ada penawaran yang murah, karena kita tahu harga pasar property selalu mengalami kenaikan harga, jika anda terus menunda maka dipastikan anda tidak akan bisa mendapatkan harga yang murah untuk rumah yang andaingin beli, jika tahun ini harganya murah maka tahun depan bisa saja harganya naik dua kali lipat dari tahun ini, oleh sebab itujika ingin mendapatkan harga rumah murah khususnya wilayah jogja maka usahakan sesegera mungkin mengambil ke putusan yang mantap sebelum kesempatan itu hilang dan berlalu begitu saja.Itulah beberapa cara mendapatkan rumah dengan harga murah di Yogyakarta.Semoga bermanfaat, dan segera mendapatkan rumah dengan harga yang murah dan memuaskan.



Sumber: lebahmaster.com

Mustahilkah Memiliki Rumah di Jogja?

Memiliki rumah memang sebuah kebutuhan pokok setiap orang. Namun terkadang kesiapan finansial menjadi kendala tersendiri untuk memiliki rumah. Harga rumah  di Jogja yang cenderung terus naik seolah menjadi kebutuhan yang sulit diwujudkan.  Berikut akan saya sampaikan beberpa tips agar bisa mewujudkan  impian tersebut yang saya kutip dari kompasiana yang ditulis oleh Nia Tjiptono. Berikut tips tersebut: 


  1. Harus pintar-pintar pilih lokasi. meskipun tidak di dekat kota, paling tidak dekat dengan salah satu fasilitas umum. misalnya pasar, rumah sakit, atau sekolah
  2. Cari daerah pinggir kota tapi masih terjangkau seperti wilayah sekitar pinggir ring road.
  3. Jangan segan untuk bertanya dan menawar, cari informasi sebanyak-banyaknya dan harus jeli.
  4. Jangan memaksakan diri untuk harus punya rumah dalam waktu cepat. jangan segan untuk mundur jika memang tidak cocok atau tidak sreg, daripada menyesal belakangan.
  5.  Kencangkan ikat pinggang tentunya. 
  6. Dan yang paling penting adalah meminta kepada Sang Maha Pemilik Segalanya yaitu berdoa kepada Alloh SWT.


Jadi, masih mustahilkah punya properti di Jogja? Kalau sudah jodoh, rejeki dan berjuang keras, tentunya diberi kemudahaan.

Sumber: kompasiana.com


Bisnis Properti di Jogja Diprediksi Tumbuh 14% di Tahun 2016

Rumah Murah di Yogyakarta

Harapan bagi investor, pelaku bisnis, dan calon pembeli properti memiliki harapan baru di tahun 2016 ini. Setidaknya bagi investor dan pelaku bisni properti memiliki peluang untuk memeperluas usaha di tahun 2016 ini semakin besar. Sedangkan bagi calon pembeli memiliki pilihan untuk membeli properti sebagai hunian, terlebih jika properti tersebut digunakan oleh calon pembeli sebagai salah satu instrumen investasi.  Hal ini seperti diungkapakan DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY yang optimistis bahawa bisnis properti bisa tumbuh 11% hingga 14%. Hal itu didasarkan dari asumsi-asumsi yang dikeluarkan Pemerintah.

Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengungkapkan, asumsi dari Pemerintah antara lain pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diprediksi 5,3%, proyeksi inflasi sebesar 4+-1, serta defisit anggaran 2,15%. Semua itu menjadi acuan bagii DPD REI DIY untuk melihat pertumbuhan pada 2016.“Berdasarkan dari pengalaman, kami biasanya akan tumbuh tujuh persen hingga 10 persen di atas inflasi atau 11 persen hingga 14 persen,”  ujar dia ketika ditemui di DPD REI DIY, Jogja, Rabu (23/12/2015).Ia mengungkapkan, optimisme semakin terbangun karena saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah lagi akan ada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Andi pun optimistis, daya beli masyarakat akan lebih baik.“Harapan kami lebih tinggi. Kami mengandalkan serapan APBN saat ekonomi belum tumbuh secara optimal. Pemerintah mulai lelang Oktober sehingga serapan bisa terjadi awal tahun,” ungkap dia.Ia menjelaskan, pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Orang-orang itu memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Hal itu membuat serapan unit hunian di DIY terkoreksi 30% pada 2015. Pada 2014, DPD REI DIY mampu menyuplai 2.950 unit. Pada 2015, suplai berkurang sekitar 900 unit.“Sampai akhir tahun paling 2000 unit yang tersuplai. Tahun depan, kami perkirakan bisa salurkan 2.200 unit rumah. Semoga kebijakan yang dibuat Pemerintah benar-benar berdampak,”  ujar dia,Adapun tantangan yang akan dihadapi pada 2016 yakni Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait regulasi yang dicanangkan yang belum terealisasi. Paket Ekonomi IV salah satunya menyasar sektor properti di mana ada penyederhanaan aturan dari 40 menjadi delapan.  “Itu kendala dari sisi suplai. Sedangkan dari permintaan,  daya beli masyarakat harus dijaga.Untuk tren hunian, tanah di DIY semakin mahal dan luasan tanah semakin surut. Hal itu akan membuat tren bentuk rumah yang mengikuti yakni minimalis. Ke depan, hunian ke atas akan menjadi solusi namun, pengenalannya jangan melalui apartemen terlebih dahulu. “Bisa  lewat rusunawa dan rusumani. Dari 54 rusunawa di DIY, tidak ada yang ditolak warga. Ini pilihan masa depan, tapi tolong sesuaikan dengan yang butuh lebih dulu,” ungkap dia.Semoga ini menjadi angin segar bagi pelaku bisnis properti maupun calon pembeli properti.

Sumber: harianjogja.com

Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Tips Memperoleh Rumah Murah di Jogja

Membeli rumah murah di Jogja menjadi impian sebagian orang. Namun mendapatkan rumah murah di Jogja memang bukan hal yang mudah. Permintaan rumah di Jogja memang sangat besar, hal ini bisa dimaklumi karena beberapa alasan:

  1. Jogja merupakan kota pelajar yang bisa dibilang menjadi pilihan utama bagi para pelajar.
  2. Jogja merupakan kota wisata, tujuan utama bagi para wisatawan baik dari luar negeri maupun wisatawan dalam negeri yang ingin menikmati waktu liburannya. 
  3. Di samping itu, alasan lain yang sering memicu naiknya harga rumah di yogyakarta karena permintaan para pembeli yang semakin hari semakin meningkat, biasanya para pencari rumah di jogja karena untuk tempat tinggal anaknya yang sedang menempuh pendidikan di kota jogja, menurut mereka dari pada harus menyewa mendingan membeli saja rumah lebihmemudahkan dan lebih memberikan kenyamanan juga bagi mereka sebagai orang tua ketika mau mengunjungi anaknya tidak kerepotan mencari tempat tinggal.
Berikut kami sampaikan tips agar anda bisa dengan mudah mendapatkan Rumah murah di jogja.


Anda bisa dengan mudah mengetahui informasi harga rumah yang mau di jual dan lokasi rumah dijual di Jogja dengan mudah.


2. Membeli Rumah Saat Orang Butuh Uang
Dalam hal ini anda bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan rumah murah ketika ada orang yang ingin menjual rumah karena alasan terdesak atau BU ( butuh uang ).

3. Secepatnya Mengambil ke putusan
Dalam memilih rumah yang ingin di beli maka saya sarankan anda jangan suka menunda untuk membelinya jika ada penawaran yang murah, karena kita tahu harga pasar property selalu mengalami kenaikan harga, jika anda terus menunda maka dipastikan anda tidak akan bisa mendapatkan harga yang murah untuk rumah yang andaingin beli, jika tahun ini harganya murah maka tahun depan bisa saja harganya naik dua kali lipat dari tahun ini, oleh sebab itujika ingin mendapatkan harga rumah murah khususnya wilayah jogja maka usahakan sesegera mungkin mengambil ke putusan yang mantap sebelum kesempatan itu hilang dan berlalu begitu saja.

 4. Manfaatkan Fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah KPR Syariah / KPR
Cara terakhir ini, mungkin bagi sebagian orang merupakan keputusan yang agak sulit tapi terkadang sering juga menjad solusi yang sangat membantu supaya bisa membeli rumah dengan mudah. 

Semoga Bermanfaat!

Sumber: lebahmaster.com

Jual Rumah di Jogja secara Online Lewat Internet

Dalam menjualrumah kami di Jogja kami sangat mengandalkan internet. Hampir 100% pembeli rumah saya mengetahui rumah yang saya jual lewat internet. Dengan internet saya bisa menjangkau pembeli dari seluruh dunia dengan biaya yang relatif murah dibandingkan cara pemasaran lainnya. Karena banyak orang luar Jogja yang ingin membeli rumah di Jogja sebagai tempat singgah selama belajar di Jogja, sebagai sarana investasi yang menguntungkan, ataupun sebagai tempat tinggal suatu saat nanti. Bahkan saya pernah menjual rumah dari pembeli yang sangat jauh. Kami belum pernah ketemu sebelumnya, sampai dengan saat inipun saya belum pernah bertemu dengan beliau.

Internet memang luar biasa saya tidak pernah beriklan di koran, membuat brosur, ataupun membuat leaflet. Saya hanya membuat baliho kecil yang saya pasang di lokasi rumah yang saya bangun dan sekitarnya. Baliho tersebut hanya sebagai penanda bahwa ada rumah yang dijual di sekitarnya. Pilihan terbaik untuk menggunakan iklan pemasaran rumah dijual di Jogja melalui media online atau offline tergantung kebutuhan. Kombinasi dua jenis pemasaran tersebut, yaitu online dan offline menjadi nilai lebih dalam memasarkan rumah di Jogja.  

CARA MEMBUAT IKLAN JUAL RUMAH DI JOGJA LEBIH EFEKTIF

Menjual rumah di Jogja memang hal yang menantang, kenapa menantang? Permintaan rumah di Jogja memang banyak, namun orang yang menjual rumah di Jogja juga tidak kalah banyak. Kita sebagai penjual rumah di Jogja harus pintar-pintar membuat strategi pemasaran rumah di Jogja. Kenapa menjual rumah di Jogja memerlukan strategi? Hal ini karena kalau kita tidak menggunakan trik dan cara yang baik bisa-bisa rumah kita tidak laku-laku. Salah satu cara menjual yang hemat dan efektif adalah dengan menggunakan media iklan di Internet maupun di media cetak. Agar iklan yang kita buat efektif maka akan kita sampaikan beberapa trik sederhan menjual rumah khususnya di Jogja;
  1. Supaya iklan rumah yang dijual lebih menarik perhatian calon pembeli, sertakan foto rumah atau properti yang akan dijual, minimal 1 foto dengan kualitas yang baik.
  2. Munculkan harga jual rumah yang akan dijual agar orang yang mencari bisa mudah mencari sesuai anggaran.
  3. Buatlah judul iklan yang menarik, misalnya "Jual Rumah lingkungan Murah di Jogja".
  4. Perilah penjelasan atau deskripsi iklan rumah yang di jual secara lebih rinci atau keterangan Lain. 
  5. Tambahkan hadiah untuk calon pembeli rumah, misalkan perabot rumah tangga, motor, atau umroh. 
  6. Tambahkan kemudahan dalam bertransaki.  
Semakin detail informasi iklan rumah yang akan dijual, semakin besar kemungkinan terjual. Semoga bermanfaat.

Cara Survei Saat Mau Beli Rumah di Jogja

Saat Anda ingin membeli rumah di Jogja, tidak ada salahnya melakukan survei terlebih dahalu. Agar anda hemat energi dan biaya. Harapan mendapatkan rumah yang  berkualitas dan harga sesuai dari penjual rumah di Jogja tidak hanya impian. Survei rumah memang  hal yang gampang-gampang susah saat ini. Gampang kalau kita mengetahui cara dan trik mencari. Menjadi susah ketika kita tidak mengetahui caranya.

Berikut akan kami sampaikan cara survei rumah yang praktis dan efisien di Jogja. Pertama gunakan media yang ada, bisa melalui iklan di koran atau internet. Di sini saya kan menyampaikan cara survei melalui internet karena saya anggap melalui  internet informasi yang kita cari bisa ditemukan dengan mudah dan lengkap melalui internet. Carilah iklan mengenai rumah dijual di Jogja atau yang diinginkan dengan kisaran harga tertentu.  Cari  sebanyak-banyakanya referensi yang ada, catat harga, tipe, dan lokasi.  Setelah mengantongi data referensi rumah tersebut, luangkan waktu satu hari untuk melakukan survei secara berurutan dari lokasi terdekat. Jangan lupa sambil menuju ke lokasi yang dicari, lihat kanan–kiri, barangkali ada iklan perumahaan yang di tawarkan. Kalau melihat iklan perumahaan di jalan langsung disurvei sekalian.Setelah survei di lapangan secara langsung, Anda bisa memutuskan mana perumahaan yang Anda sukai. Anda juga bisa menentukan mana rumah yang harganya sesuai dengan bangunan dan lokasi.  Setelah itu lakukan negosiasi dan tentukan cara pembayarannya. Semoga bermanfaat!


Harga Rumah di Jogja Selalu Naik

Kenapa harga rumah di Jogja selalu naik setiap tahunnya?  Setahun yang lalu masih banyak developer perumahaan yang menjual rumah di Jogja dengan harga di bawah 200 juta. Namun saat ini jika Anda mencari rumah di Jogja dengan harga di bawah 200 juta, Anda akan kesulitan. Kalaupun ada lokasinya sangat jauh dari Kota Jogja dan dengan model dan kualitas bangunan yang relatif biasa-biasa saja. Hal ini karena pengembang harus menyesuaikan antara biaya produksi, terutama tanah dengan harga jual.

Kenapa harga jual rumah di Jogja sangat tinggi padahal biaya hidup di Jogja relatif  murah. Hal utama yang menyebabkan harga jual rumah di Jogja sangat tinggi adalah banyaknya permintaan akan pembelian rumah di Jogja. Banyak pendatang yang merasa nyaman tinggal di Kota ini, entah karena nostalgia, kuliah, atau menghabiskan masa pensiun di Jogja.
Banyaknya permintaan pembelian rumah di Jogja, sebagai akibatnya banyak pula permintaan akan tanah. Banyaknya permintaan tanah menyebabkan harga tanah terus naik. Sehingga pengembang harus menjual rumah di Jogja dengan harga tinggi karena tanah yang dibeli sudah dengan harga yang tinggi pula.

Siapa yang Mampu Jual Rumah Murah di Jogja?

Menjual rumah murah di Jogja memang menjadi impian banyak pengembang di Yogyakarta. Namun masalahnya adalah tanah di Jogja sudah sangat tinggi. Sehingga untuk menjual dengan harga yang disubsidi pemerintah sangat sulit. Developer harus mencari lahan dengan harga Rp 100.000,-/m2 agar bisa mewujudkan. Pertanyaannya adalah adakah tanah dengan harga tersebut di Jogja? Kalau di sekitar Kota Jogja sudah sangat sulit. Pengembang banyak berharap kepada pemerintah bisa menaikan ketentuan harga rumah bersubsidi agar bisa membantu kebutuhan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah yang murah, berkualitas, dan layak di Yogyakarta.
Saat ini tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan rumah. Masalah utama yang menyebabkan masyarakat belum bisa memenuhi kebutuhan rumah adalah harga rumah yang tidak terjangkau oleh golongan masyarakat menengah ke bawah. Hasil pooling yang kami lakukan menunjukan bahwa 80 % masayarakat menginginkan rumah yang murah daripada rumah yang berkualitas, lokasi strategis, dan faktor lainnya. Hal ini bisa dimaklumi karena harga rumah di Jogja sudah sangat tinggi. Para developer perumahaan berharap ingin membangun rumah murah agar bisa diserap dari segmen menengah ke bawah sampai menengah atas. semoga bermanfaat.

Meskipun Harga Perumahan di Jogja Tinggi, Tetapi Tetap Diminati

Seperti dikutip dari krjogja.com, Jogja menjadi lokasi paling diminati setelah Bali bagi para pengembang untuk mendirikan rumah hunian. Jogja dipandang memiliki segudang keunggulan sehingga setiap rumah hunian yang dibangun ludes terjual dalam waktu singkat.
Saat ini tanah di Yogyakarta paling diminati setelah Bali
, meski harga tanahnya cepat sekali naik, hal itu tak mengurangi minat para pengembang untuk mendirikan perumahan di Jogja. Para pengembang yakin predikat kota pelajar dan pariwisata yang dimiliki Yogyakarta, serta kultur budaya masyarakat yang terkenal ramah, mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli rumah hunian di Yogya.
Harga tanah yang dibeli Rp 100 juta dua tahun lalu, saat ini sudah seharga Rp 200 juta. Kenaikannya cukup fantastis mencapai 100 persen.

Dengan melihat besarnya potensi bisnis properti di Jogja, banyak pengembang yang membangun perumahaan di Jogja dari yang skala kecil sampai developer raksasa. Tak butuh waktu lama, rumah-rumah tersebut telah laku terjual. Bahkan ada yang sudah laku meski bangunannya belum berdiri.

 Banyak pengembang yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli dengan uang muka ringan atau bisa juga KPR. M
inat masyarakat untuk memiliki hunian di Jogja sangat tinggi. Rumah yang paling dicari adalah model minimalis tipe 50 atau 60 dengan satu lantai maupun dua lantai. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 300 juta - Rp 600 juta yang menargetkan masyarakat ekonomi menengah.
Agar cepat laku terjual, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pembeli lebih suka memilih rumah yang memiliki kemudahan akses menuju pusat kota.
Dengan semakin padat dan mahalnya harga tanah di Kota Jogja, para pengembang cenderung memilih lokasi pembangunan perumahan ke wilayah utara (Sleman) atau ke selatan (Bantul).

Sumber: krjogja.com

Perkembangan Perumahaan di Jogja ke Wilayah Selatan

Bisnis properti di DIY kini mulai berekspansi ke wilayah selatan yang selama ini belum banyak dijamah, menyusul semakin padatnya bisnis properti di wilayah utara seperti Sleman dan Jogja sehingga terbentur ketersediaan lahan. Tak ayal, pemerintah daerah pun kini berlomba-lomba menarik pengembang untuk berinvestasi.

Salah satu lokasi yang kini mulai dilirik pengembang adalah Bantul.Kepala Bappeda Bantul Tri Saktiyana mengatakan ramainya bisnis properti di Bantul mulai terjadi setelah peristiwa erupsi Merapi 2010. Di sisi lain Bantul yang berada di selatan Jogja juga lebih dekat dengan pusat perkotaan dibanding Kulonprogo atau Gunungkidul. Lokasi yang strategis tentu menjadi salah satu pertimbangan utama. “Properti di Bantul menjadi opsi pengembang maupun masyarakat setelah wilayah utara terdampak bencana erupsi serta dari sisi transportasi beberapa ruas jalan (di utara) sudah mulai macet,” ujar Tri. Pemerintah Bantul sendiri berupaya mendorong investasi properti di kawasan bekas rencana proyek Bantul Kota Mandiri (BKM) di daerah Pajangan dan sebagian di Kasihan. Selain cukup dekat dengan Kota Jogja dua wilayah ini sebagian bukan merupakan sentra pertanian sehingga layak jadi kawasan perumahan.

Sumber: Solopos

Investasi Properti di Yogyakarta Memiliki Prospek yang Cerah

Jual Rumah murah JogjaSaat ini investasi properti di Yogyakarta dinilai memiliki prospek yang cerah. Banyak calon pembeli dari luar daerah yang tertarik untuk menanamkan investasi perumahan. Pasar properti di Yogyakarta tidak hanya diincar dari masyarakat sekitar. Namun juga banyak orang yang tinggal di luar daerah Yogyakarta. Apalagi banyak yang memiliki anak yang kuliah di Yogyakarta. Hal ini bisa dijadikan hunian sementara saat berkunjung ke Yogyakarta.  Sekitar 60 persen dari luar daerah, sebagian lagi masyarakat Yogyakarta.Saat ini properti saat bukan hanya sebagai tempat tinggal atau hunian, namun ada sebagian masyarakat yang menjadikannya sebagai instrumen investasi. Biasanya, cara memulai investasi itu adalah membeli properti ketika masih di awal (launching) dan menjualnya setelah beberapa bulan atau tahun kemudian. Dengan harapan suatu saat akan mendapatkan keuntungan. Karena biasanya rumah pertama yang dijual dengan harga promosi, baru setelah mulai banyak di huni harga naik dengan sendirinya karena banyak peminat.

Semoga Bermanfaat!!

Rumah Murah Bersubsidi Sulit Direalisasikan di Jogja

Jual Rumah Jogja Murah

Semua masyarakat sangat antusisas dengan program pemerintah yaitu rumah bersubsidi. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah mewujudkan rumah tersebut karena harga tanah dan bahan bangunan yang berbeda di setiap daerah. 

Seperti contohnya di Jogja. Harga rumah murah bersubsidi yang dibanderol pemerintah senilai Rp 88 juta di Jogja dinilai tidak realistis. Harga rumah tersebut sulit untuk direalisasikan karena tingginya harga tanah saat ini di Jogja. Program rumah yang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah ini baru terealisasi sedikit sekali di Jogja. Hal ini terkendala oleh harga tanah yang telah tinggi di sejumlah wilayah di Jogja. Harga tanah di DIY rata-rata per meter sudah mencapai lebih dari Rp 400 ribu sampai dengan saat ini (sangat mungkin naik lagi).  Rumah subsidi hanya bisa direalisasikan jika harga tanah maksimal Rp 100.000 per meter persegi. Kalau lebih dari itu, harganya tidak bisa direalisasikan. Di sisi lain pemerintah ingin rumah tersebut tidak lebih dari Rp 88 juta. Saat ini rumah bersubsidi sangat dibutuhkan. Rumah ini di Jogja hanya bisa diwujudkan di daerah Kulon Progo, Gunung Kidul, dan sebagian Bantul di daerah Pegunungan atau pesisir. Namun masalahnya adalah akses ke kota Jogja yang membutuhkan waktu 45 menit lebih. Kalau dikembangkan di Kota Jogja atau Sleman sudah tidak mungkin lagi karena harga tanahnya sudah mahal sekali.



Semoga Bermanfaat!!

Harga Rumah di Jogja Diperkirakan Naik Hingga 20% di Tahun 2014

Jual Rumah Jogja
Kali ini saya akan menulis artikel lagi mengenai naiknya harga rumah di Jogja setelah beberapa kali saya menulis tentang hal ini seperti pada artikel-artikel sebelumnya yang juga membahas harga rumah di Jogja dan juga prospek investasi rumah di Jogja. Dari hasil riset sentimen pasar mencatat rata-rata daya beli properti masyarakat Indonesia berkisar Rp 250 juta. Yogyakarta masih menempati tiga besar area pencarian properti nasional. Sebanyak 23 persen responden survei tersebut siap dengan dana Rp 250 juta untuk membeli properti. Mereka terutama dari keluarga muda di perkotaan. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil 6-6,5 persen dan suku bunga yang stabil, dipercaya masyarakat punya peningkatan daya beli. Tetapi tentunya tidak drastis. Berdasarkan data, transaksi paling dominan untuk harga rumah Rp200 juta hingga Rp500 juta per unit. Yogyakarta menempati urutan ketiga pencarian properti yang diminati. Jumlah masyarakat yang tidak dapat memiliki properti masih cukup banyak. Ini disebabkan terus meningkatnya harga tanah dan rumah di sejumlah daerah di Indonesia. Pada 2012 harga properti meningkat sebesar 30 persen. Pada 2013 hingga 2014, diperkirakan harga perumahan kembali naik sekitar 15 persen hingga 20 persen. Akhirnya kemampuan mereka untuk membeli satu unit rumah pun tidak terkejar. Masyarakat kita yang masih dominan memang masyarakat menengah ke bawah. 

Sebab-sebab kenaikan harga rumah di Jogja antara lain:


  • Permintaan yang terus meningkat.


Permintaan rumah di Jogja sangat banyak, namun masih tidak diimbangi dengan tersedianya rumah yang ditawarkan.  

  • Harga tanah naik terus.


Jumlah tanah tidak akan pernah bertambah, sedangkan jumlah manusia terus bertambah. Sehingga terjadi kenaikan harga tanah yang terus menerus.

  • Kenaikan bahan bangunan.


Dengan adanya kebijakan pemerintah menaikan BBM dan adanya inflasi kenaikan bahan bangunan tidak bisa dihindari lagi.

  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi properti


Makin sadarnya masyarakat bahwa investasi properti adalah salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan dan aman. Pada properti tidak berlaku hukum high risk = high return.

  • Romantisme 


Banyak orang yang ingin memiliki rumah untuk menghabiskan masa pensiun atau sekedar untuk melepas lelah dalam kegiatan rutin bekerja.

Demikian tulisan dari saya semoga bermanfaat!




Potensi Perluasan Perkembangan Ekonomi di Jogja dengan adanya Outer Ringroad

Jual Rumah Jogja

Dukungan atas rencana Pemprov DIY membangun Jogja Outer Ringroad (JOR) datang dari Bantul. Pemerintah di wilayah bumi Projotamansari itu sepakat gagasan tersebut segera direalisasikan. ebagai bagian dari DIY, Pemkab Bantul siap merealisasikan proyek yang salah satunya bertujuan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di Jogjakarta tersebut. Apalagi, rencananya jalur JOR melintasi wilayah di Bantul yakni Kecamatan Piyungan, Sewon, dan Sedayu. ”Pemkab Bantul siap mendukung penuh merealisasikan proyek JOR,” kata Sekda Bantul Riyantono kepada Radar Jogja. Toni, sapaan akrab Riyantono, menegaskan, Pemkab Bantul siap melaksanakan tugas yang diberikan Pemprov DIY. Pemkab tak keberatan menyiapkan lahan dan berbagai keperluan lain untuk realiasi proyek infrastruktur transportasi masa depan tersebut. ”Intinya kami siap mendukung proyek JOR. Kapan pun kami dibutuhkan untuk koordinasi, kami siap,” tandas pria yang tinggal di Banguntapan ini. Toni mengaku berulang kali diajak rapat oleh pejabat pemprov guna membahas proyek JOR. Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui secara pasti master plan proyek tersebut. ”Kami masih nunggu detail gambarnya,” terangnya. Dukungan juga datang dari Komisi C DPRD Bantul Agus Subagyo. Dia mengatakan, proyek JOR mesti disengkuyung. Sebagai anggota legislatif di Bantul, dia menegaskan mendukung penuh rencana ini. Menurutnya, proyek JOR akan bermanfaat terhadap perekonomian Jogjakarta. Terutama di wilayah Bantul. Sebab, paparnya, proyek JOR bakal melintasi berbagai wilayah di Bantul. ”Tentu ekonomi Bantul akan semakin bergairah dengan adanya JOR,” kata ketua DPD Partai Golkar Bantul ini. Hanya saja, Agus meminta Pemprov DIY dan Pemkab Bantul memperhatikan nasib warga yang tanahnya dilalui jalur JOR. Besaran ganti rugi yang diberikan mesti sesuai keinginan warga. Di sisi lain, warga juga harus memahami nilai ganti rugi yang diajukan sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah. ”Warga yang tergusur juga harus diperhatikan. Berikan lahan untuk dijadikan tempat usaha seperti warung makan atau usaha yang lain,” harapnya.

Dengan adanya JOR, perekonomian Bantul diprediksi bangkit. Apalagi, ada pula rencana pemindahan Bandara Adisutjipto dari Sleman ke Kulonprogo atau Bantul. Bantul bakal kian menggeliat jika pembangunan megaproyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintas kawasan pesisir selatan juga terwujud. Sejumlah megaproyek tersebut diyakini menjadikan Bantul tumbuh pesat. ”Banyak peluang usaha seperti toko, warung, hotel, penginapan, transportasi, dan lain sebagainya. Masyarakat Bantul harus mendukung proyek tersebut untuk membangkitkan ekonomi,” tandas politikus yang tinggal di Krapyak, Panggungharjo, Sewon ini. 


Sumber: Dishub DIY

IAP: Yogyakarta adalah Kota Ternyaman di Indonesia


Jual Rumah Jogja

Jakarta -Indonesia memiliki banyak kota-kota untuk dijadikan tempat tinggal. Dari sekian banyak kota di Indonesia, ada satu kota yang mendapatkan predikat 'The Most Liveable City' atau kota ternyaman untuk ditinggali, di mana?


Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menyebutkan, dari survey yang dilakukan Ikatan Ahli Perencanaan, kota yang memiliki indikator sebagai kota ternyaman untuk ditinggali di Indonesia adalah Yogyakarta.

"Kemarin Ikatan Ahli Perencana melihat Yogyakarta termasuk yang tinggi, yang termasuk liveable," kata Hermanto di sela acara peringatan Hari Tata Ruang 2013 di Taman Menteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013).
Kenapa termasuk yang terbaik, pasalnya Hermanto mengatakan Yogyakarta memenuhi indikator-indikator kota ternyaman. Diantaranya adalah tata ruang yang baik, tingkat kemacetan dan polusi, minimnya kawasan kumuh dan indikator penentu lainnya.

"Indikatornya bukan cuma sungai yang bersih tapi ada juga ruang terbuka hijau yang baik, ada faktor kemacetan lalu lintas, termasuk (minimnya) pemukiman kumuh, dan itu Yogyakarta yang paling enak dihuni menurut IAP," tambahnya.

Meski demikian, Hermanto tidak menyebutkan kebalikan dari kota yang paling enak dihuni. Dia enggan menyebut di mana kota yang tidak nyaman untuk dihuni di Indonesia.

"Kalau itu tanya IAP saja," tutupnya.

Sumber: detik

Harga Properti di Yogyakarta Naik 10% (Nekad Beli Sekarang Sebelum Harga Naik Lagi)


Jual Rumah Jogja

Harga properti di Yogyakarta diperkirakan akan naik hingga 10 persen sampai akhir tahun. Kenaikan ini bukan dikarenakan pelemahan rupiah terhadap dolar.
Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Andi Wijayanto menyebut jika kenaikan tersebut dikarenakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tingkat suku bunga dan juga inflasi.
Dia juga menyebut, kenaikan ini tidak lepas dari kenaikan biaya transportasi yang bertambah sekitar 10 persen. Kondisi ini akan diperparah dengan tingkat inflasi yang cukup besar. Belum lagi penyesuaian tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh kalangan perbankan.



"Sebenarnya ini karena dampak BBM dan inflasi, kalau kenaikan dolar tidak seberapa," katanya di Yogyakarta, Rabu (28/8/2013).

Terkait dengan pelemahan rupiah terhadap dolar, dia menyebut jika material yang banyak dipakai saat ini lebih banyak menggunakan materi lokal. Hanya sebagian kecil material yang didatangkan dari luar negeri. Sehingga pembangunan banyak yang mengandalkan dari dalam negeri. 

Meskipun harga akan naik, Andi optimistis pasar properti di Yogyakarta tetap bagus. Yogyakarta banyak diincar investor untuk menanamkan investasinya. Terbukti banyak kondotel, apartemen yang dikembangkan investor luar daerah. "selain untuk hunian, banyak yang membeli property untuk investasi," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD REI Remigius Edi Waluyo mengatakan, investasi properti cukup menguntungkan. Seperti di Jakarta, banyak pemilik modal membeli sejumlah properti. Dalam beberapa tahun mereka akan melepas lagi dan akan mendapatkan untung yang lumayan.


"Daripada mobil, investasi properti lebih menguntungkan dan ini menjadikan properti cukup bergairah," jelasnya. 



Sumber: okezone.com

Harga tanah di Jogja Salah Satu yang Tertinggi di Indonesia

Harga Jual Rumah Jogja

Harga tanah di Jogja menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.“Pertumbuhan properti semakin meningkat, hal ini juga turut mendorong naiknya harga tanah di Jogja. Bahkan harga tanah sudah tidak masuk akal,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Remigius Edy Waluyo saat dihubungi Harian Jogja beberapa waktu lalu.

Remigius mengungkapkan harga tanah di wilayah Sleman dan Kota Jogja memang makin mahal. Akibatnya pengembang kini mulai melirik daerah lain.Kenaikan harga tanah di Jogja juga disampaikan General Manager CitraSun Garden Jogja  Vica Yustisiana Wirastuti. Tumbuh pesatnya properti di kota ini setidaknya membuat harga tanah setiap bulannya selalu mengalami kenaikan.“Sekarang ini harga tanah kami sekitar Rp5 jutaan per meter perseginya. Kenaikan harganya setiap bulan hampir sekitar tiga persenan,” ujar Vica ditemui, Kamis (25/4).Meski pembangunan perumahan tersebut berada di kawasan pinggiran Sleman, Vica mengatakan harga tanahnya pun juga makin mahal. Menurut dia, setelah Bali dan Jakarta, harga tanah di Jogja termasuk yang paling tinggi.Pertama Bali lalu Jakarta, kemudian Jogja ini saya rasa jadi kota ketiga dengan harga tanah yang tinggi. Kenaikan harga tanah inipun juga sangat mempengaruhi harga jual properti.Maka invesitasilah sekarang sebelum harga tanah dan rumah makin tidak terjangkau, karena kenaikan harga properti melebihi kenaikan gaji karena inflasi.

Semoga bermanfaat
Sumber: HarianJogja

Lalu di mana harus beli properti di Jogja?

Rumah murah berkualitas yogyakarta jogja yogya Beli Rumah Jogja
Pembagian Wilayah Yogyakarta

Setelah posting masalah Kenapa investasi properti di Jogja pasti menguntungkan kali ini saya akan membahasa di mana harus beli properti di Jogja tepatnya. Akan kami ulas satu persatu. Simak ya semoga bermanfaat.

1. JOGJA UTARA.
Saat ini memang primadona tanah ada di wilayah utara Jogja.Tanah di sana betul-betul luar biasa mahal. Malah bias dibilang overvalue, artinya harga tanah melebihi nilai tanah yang sebenarnya, karena permintaan yang jauh melebihisupply. Kalau memang Anda ‘cinta mati’ dengan Jogja utara, dan rela merogoh kantong sangat dalam untuk memperebutkan sebidang tanah di Jogja utara, ya tidak apa-apa. Tetapi satu hal yang harus diingat, bahwa suatu wilayah punya daya dukung tertentu. Dan harus diperhatikan bahwa daya dukung lingkungan di wilayah Jogja utara sepertinya hampir mendekati maksimal. Mungkin Anda pernah menyaksikan sendiri macetnya jalan kaliurang. Juga kesaksian para penggali sumur, bahwa muka air tanah telah turun beberapa meter dari beberapa saat yang lalu. Begitu daya dukung lingkungan mencapai tingkat maksimum, kenaikan harga tanah di Jogja utara juga akan melambat, dan lama-lama stagnan.
2. JOGJA SELATAN.
Perkembangan ke arah selatan Jogja juga pesat, Didukung dengan perkembangan kemudahan pelayanan publik oleh Pemkab Bantul (perijinan, pajak, PBB, dll), maka tanah daerah ini mulai jadi incaran. Banyak developer yang memilih lokasi proyek di Bantul karena kemudahan ijinnya. Didukung juga dengan topografi tanah yang relatif datar, air berlimpah sepanjang tahun. Pencapaian ke arah selatan Jogja juga sangat mudah dengan adanya ring road selatan.
3. JOGJA TIMUR dan BARAT.
Nah di kedua area inilah perkembangan wilayah baru saja dimulai, mengikuti Jalan Solo dan Jl Wonosari ke arah timur serta Jl. Wates dan Jl.Godean ke arah Barat. Untuk teman-teman yang pernah belajar urban design tentu tahu kalau bentuk perkembangan morfologi kota selalu mengikuti arah jalur antar kota.
Dari deskripsi di atas, tentu teman-teman setuju, bahwa Investasi tanah / properti di Jogja, benar-benar investasi yang tepat. Jangan tunda untuk membeli tanah / properti, karena BELI SEKARANG SUDAH PASTI LEBIH MURAH…!!! Hanya Allah yang tahu berapa harga tanah di Jogja ketika Anda sudah pensiun nanti. Kalaupun rencana pindah ke Jogja masih lama, beli tanahnya dulu saja, dipatokin yang jelas, atau dipondasi keliling biar jelas batasnya. Lalu tunggu saja… dan nikmati kenaikan nilai tanahnya.
(*Dari beberapa sumber)