Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Saat Ekonomi Lesu dan Rupiah Melemah Seperti Saat Ini, Saatnya Beli Rumah!

Jual Rumah Murah Yogyakarta
Gambar: pelitaonline.com

Pasar properti pada kuartal I 2015 dinilai melambat dengan penurunan permintaan. Penurunan terjadi akibat masih buruknya kondisi makroekonomi Indonesia sehingga memicu pelemahan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penurunan bukan hanya terjadi pada sektor properti tetapi sektor lain pun ikut terpukul.Permintaan menurun sejak awal Januari yang diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara makro, kondisi ini terjadi tidak hanya pada properti, yang dipicu faktor suku bunga belum turun, harga BBM fluktuatif, dan faktor ekonomi lain.

Kondisi serupa terjadi pada permintaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sudah dapat diperkirakan inflasi, pengaruh harga BBM, serta kenaikan upah pada awal tahun lalu yang akan menjadi penghambat daya beli masyarakat menjadi rendah.

Namun dari sisi manajemen investasi properti atau rumah ada prinsip sederhana yaitu beli properti atau rumah saat harga rendah dan jual rumah saat harga tinggi.  Salah satu memanage portofolio investasi adalah di bidang properti. Pengembang properti / perumahaan di Indonesia tidak pernah sepi dari pengembang besar dengan modal tidak terbatas sampai pemodal kelas gurem ada di Indonesia. Bahkan yang hanya bermodal “omongan alias abab” juga menikmati gurihnya bisnis properti. Jika ekonomi lagi lesu seperti saat ini, di saat rupiah melemah tak berdaya efek langsung ke properti adalah penjualan lesu. Saat rumah ulit dijual seperti inilah pembeli seharusnya mulai bergerak mengambil keputusan untuk membeli rumah. Pengembang tentu saja ingin segera menjual rumah yang sedang dikembangkan karena kebutuhan cash flow untuk perputaran usaha. Terlebih banyak pengembang yang mengunakan dana dari pembiayaan perbankan sehingga harus segera menutup hutang sebelum jatuh tempo. Pengembang akan mulai melakukan promo dari menjual dengan harga diskon, bonus, bahkan menjual dengan harga di bawah target. Dalam kondisi seperti ini pembei rumah dapat mengambil celah untuk bernegosiasi kepada pengembang untuk mendapatkan harga terbaik. Dan saat kondisi ekonomi membaik nanti investasi properti bisa dilepas pada  harga tertinggi agar medapatkan gain terbaik.
Semoga bermanfaat!!


Dua Faktor yang Jadi Penyebab Harga Rumah Sulit Turun

Jual rumah murah di Jogjakarta Yogyakarta
Rumah Murah merupakan impian banyak orang. Namun impian membeli rumah layak dengan harga murah terkadang hanya menjadi cita-cita yang tidak kunjung terkejar. Menurut Presiden Direktur Tony Eddy & Associates, Tony Eddy, menyebut dua faktor utama sebagai penyebab harga rumah tak akan pernah turun.
Dua faktor utama tersebut adalah jumlah populasi yang terus tumbuh. Laporan Bank Dunia menyebut, jumlah penduduk Indonesia pada 2014 mencapai 252,8 juta jiwa. Populasi naik, otomatis kebutuhan rumah pun meningkat. 
Sementara di sisi lain, pasokan rumah yang ada belum dapat memenuhi tingginya kebutuhan tersebut. Saat ini saja, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) kebutuhan hunian yang belum dipenuhi (back log) sekitar 13 juta unit.
"Faktor kedua adalah tingkat inflasi. Tingkat inflasi berdampak langsung terhadap harga dan perubahan harga rumah," tutur Tony.
Tingkat inflasi, menurut laporan Bank Indonesia, terus merangkak naik dalam lima bulan terakhir. Sejak Agustus 2014, tingkat inflasi berada pada level 3,99 persen, kemudian melonjak bulan berikutnya menjadi 4,53 persen, dan bertutur-turut pada Oktober, November, dan Desember sebesar 4,83 persen, 6,23 persen, dan 8,36 persen. 
Angka inflasi yang salah satunya disebabkan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM), ini mengerek harga-harga material bangunan semakin meroket. Pada gilirannya, ongkos produksi rumah pun ikut melonjak. Saat harga BBM naik tahun lalu, mendorong biaya material juga naik, ongkos tukang pun ikut naik. Selain itu, belanja pegawai mau tak mau naik karena harga kebutuhan sehari-hari ikut berubah. Semua komponen itu yang mendongkrak harga rumah terus melambung. 
Maka mari kita segera membeli rumah sebelum harga rumah semakin tidak terkejar. Mulai bergerak sesuai kemampuan kita. Semoga Bermanfaat!
Sumber: tribunnews.com


Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Untung Beli Rumah Cara KPR atau Cash Ya?

Membeli properti jarang kita temui kerugian, pilihannya hanya lebih untung mana? Ada dua cara yang umum dalam membeli properti khususnya rumah di Jogja yang umum yaitu cash atau kredit (KPR). Namun diantara kedua cara tersebut, mana yang lebih menguntungkan? Mari kita cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing cara tersebut.

Jika memiliki dana segara lebih baik jika membeli rumah di Jogja secara cash. Selain anda terbebas dari biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain. Kenaikan harga rumah atau properti yang Anda beli total menjadi milik Anda alias tidak dikurangi biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain akibat KPR.Namun memilih beli rumah secara kredit KPR bisa menjadi pilihan jika dana tunai yang dimiliki tidak dapat mencukupi pembelian rumah secara tunai. Namun Anda harus mempersiapkan dana darurat untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Sesuaikan pula pengeluaran dan kebutuhan per bulan dengan pilihan KPR yang ada.Jadi sebelum memilih cara membeli rumah di Jogja sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Untung beli properti dengan cara KPR atau cash? Semua tergantung kepada kemampuan keuangan Anda. Membeli properti secara cash lebih aman. Memang membeli KPR bisa menguntungkan karena sebagian dana yang tersisa bisa digunakan untuk investasi lain. Namun, tidak selamanya bisa menguntungkan. Ini dikarenakan suku bunga bank yang fluktuatif.




Sumber:  pakarinvestasi.blogdetik.com

Cara Survei Saat Mau Beli Rumah di Jogja

Saat Anda ingin membeli rumah di Jogja, tidak ada salahnya melakukan survei terlebih dahalu. Agar anda hemat energi dan biaya. Harapan mendapatkan rumah yang  berkualitas dan harga sesuai dari penjual rumah di Jogja tidak hanya impian. Survei rumah memang  hal yang gampang-gampang susah saat ini. Gampang kalau kita mengetahui cara dan trik mencari. Menjadi susah ketika kita tidak mengetahui caranya.

Berikut akan kami sampaikan cara survei rumah yang praktis dan efisien di Jogja. Pertama gunakan media yang ada, bisa melalui iklan di koran atau internet. Di sini saya kan menyampaikan cara survei melalui internet karena saya anggap melalui  internet informasi yang kita cari bisa ditemukan dengan mudah dan lengkap melalui internet. Carilah iklan mengenai rumah dijual di Jogja atau yang diinginkan dengan kisaran harga tertentu.  Cari  sebanyak-banyakanya referensi yang ada, catat harga, tipe, dan lokasi.  Setelah mengantongi data referensi rumah tersebut, luangkan waktu satu hari untuk melakukan survei secara berurutan dari lokasi terdekat. Jangan lupa sambil menuju ke lokasi yang dicari, lihat kanan–kiri, barangkali ada iklan perumahaan yang di tawarkan. Kalau melihat iklan perumahaan di jalan langsung disurvei sekalian.Setelah survei di lapangan secara langsung, Anda bisa memutuskan mana perumahaan yang Anda sukai. Anda juga bisa menentukan mana rumah yang harganya sesuai dengan bangunan dan lokasi.  Setelah itu lakukan negosiasi dan tentukan cara pembayarannya. Semoga bermanfaat!


Meskipun Harga Perumahan di Jogja Tinggi, Tetapi Tetap Diminati

Seperti dikutip dari krjogja.com, Jogja menjadi lokasi paling diminati setelah Bali bagi para pengembang untuk mendirikan rumah hunian. Jogja dipandang memiliki segudang keunggulan sehingga setiap rumah hunian yang dibangun ludes terjual dalam waktu singkat.
Saat ini tanah di Yogyakarta paling diminati setelah Bali
, meski harga tanahnya cepat sekali naik, hal itu tak mengurangi minat para pengembang untuk mendirikan perumahan di Jogja. Para pengembang yakin predikat kota pelajar dan pariwisata yang dimiliki Yogyakarta, serta kultur budaya masyarakat yang terkenal ramah, mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli rumah hunian di Yogya.
Harga tanah yang dibeli Rp 100 juta dua tahun lalu, saat ini sudah seharga Rp 200 juta. Kenaikannya cukup fantastis mencapai 100 persen.

Dengan melihat besarnya potensi bisnis properti di Jogja, banyak pengembang yang membangun perumahaan di Jogja dari yang skala kecil sampai developer raksasa. Tak butuh waktu lama, rumah-rumah tersebut telah laku terjual. Bahkan ada yang sudah laku meski bangunannya belum berdiri.

 Banyak pengembang yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli dengan uang muka ringan atau bisa juga KPR. M
inat masyarakat untuk memiliki hunian di Jogja sangat tinggi. Rumah yang paling dicari adalah model minimalis tipe 50 atau 60 dengan satu lantai maupun dua lantai. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 300 juta - Rp 600 juta yang menargetkan masyarakat ekonomi menengah.
Agar cepat laku terjual, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pembeli lebih suka memilih rumah yang memiliki kemudahan akses menuju pusat kota.
Dengan semakin padat dan mahalnya harga tanah di Kota Jogja, para pengembang cenderung memilih lokasi pembangunan perumahan ke wilayah utara (Sleman) atau ke selatan (Bantul).

Sumber: krjogja.com

Keuntungan Membeli Rumah dari Pengembang Perorangan

Jual rumah murah Yogyakarta Jogja

Saat ini banyak pengembang perumahaan perorangan. terkadang pembeli lebih memilih rumah dengan pengembang perorangan. Selain banyak bank yang sudah menyediakan fasilitas KPR untuk pengembang perorangan. Sesungguhnya calon pembeli tersebut mendapatkan sejumlah keuntungan. 


Orang tersebut sudah pasti mendapatkan rumah yang sudah rampung dibangun, bukan yang tengah dibangun. Pun, ia mendapatkan sertifikat jaminan yang sudah dipecah per kaveling. Tak heran kalau ia mendapatkan keuntungan tersebut. Sebab, untuk membiayai rumah yang dipasarkan tanpa kerja sama antara pihaknya dengan pengembang, bank pasti mensyaratkan hal ini: rumah yang diminati sudah rampung dibangun dan sertifikat jaminannya sudah dipecah per kaveling.


Di sisi lain, orang tersebut beruntung karena sudah pasti mendapatkan rumah yang telah rampung dibangun, juga mendapatkan sertifikat jaminan yang sudah pecah per kaveling. 

Namun yang pasti konsumen sebaiknya lebih hati-hati dan jeli dalam membeli rumah baik itu dari pengembang besar maupun pengembang perorangan.

Sumber: republika.rumah123.com

Harta Orang Kaya Indonesia Diinvestasikan di Properti

Porsi investasi di sektor properti diprediksi masih tinggi seiring dengan pertambahan jumlah orang kaya di Indonesia.

Lembaga konsultan Knight Frank melalui The Wealth Report 2014 menujukkan 61% orang kaya Indonesia meyakini prospek penciptaan kekayaan pada 2014 masih positif. Hasil riset itu juga menyebutkan rata-rata orang kaya Indonesia menjadikan sektor properti 30% dari mah portofolio investasinya.“Pada 2013, sebanyak 50% orang kaya meningkatkan porsi investasi di sektor properti pada 2013,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (21/3/2014).Sedangkan untuk 2014, laporan tersebut 61% orang kaya menyatakan porsi investasi di properti masih akan sama dengan 2013.  “33% Yakin akan naik,” tuturnya.Selain itu, riset itu menyatakan rata-rata 24% kekayaan orang super kaya Indonesia merupakan investasi dalam bentuk rumah, baik sebagai hunian pertama maupun hunian kedua. Sementara itu, 17% orang kaya tengah mempertimbangkan atau mempunyai rencana mengganti rumah dengan alasan bisnis, kualitas hidup, dan pendidikan.Adapun, hasil riset yang sama menunjukkan 26% dari orang kaya di Indonesia memiliki rencana untuk membeli rumah kedua dalam kurun waktu 12 bulan mendatang. “Negara populer untuk membeli atau investasi rumah kedua adalah Singapura jadi yang pertama. Lalu Australia, Inggris dan Amerika,” tulisnya


sumber: harianjogja.com

Pilih Investasi Properti Rumah atau Tanah?



Saat ini banyak sekali di antara kita yang bingung memilih, antara investasi properti rumah atau tanah. 

Kebanyakan investasi properti cenderung kepada rumah. Saat ini banyak pebisnis berinvestasi pada rumah dengan harapan rumah tersebut bisa disewakan dan akan tetap menghasilkan keuntungan tanpa harus menjual kembali rumah tersebut. Bisnis investasi rumah memang benar-benar sangat menguntungkan karena harga rumah ini tiap tahunnya akan terus meningkat dan sudah dipastikan akan menguntungkan jika rumah tersebut tetap dijaga dan dirawat. Misalkan rumah tersebut tidak terawat paling tidak tanahnyapun bisa dimanfaatkan lagi untuk membangun rumah yang baru atau bisa juga dimanfaatkan untuk yang lainnya. 
Kemudian bagaimanakah dengan investasi tanah? Meningkatnya pertumbuhan masyarakat tiap tahunnya membuat tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga terus meningkat karena semakin banyak yang dibutuhkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Selain itu dilihat dari sisi geografisnya tanah luasnya tidak akan bertambah atau bahkan lama-kelamaan bumi ini semakin lama akan semakin menyusut karena adanya erosi, abrasi dan sebagainya. Hubungan investasi tanah dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan keadaan di bumi adalah jika manusia jumlahnya terus meningkat pasti jumlah rumah akan terus meningkat.  Tentu saja ebelum rumah dibangun tanah harus ada terlebih dahulu. Sedangkan sumber daya alam ini tetap atau bahkan semakin menyusut maka akan terjadi permintaan dan penawaran sebidang tanah untuk dibangunnya rumah. Dan jika persedian tanah semakin menipis pasti harga jual tanah juga akan meningkat drastis. Ini mungkin manfaat dari bisnis investasi properti berupa tanah. Kedepannya jumlah permintaan tanah sudah dipastikan akan meningkat.

Lalu investasi properti apa yang lebih menguntungkan, Rumah atau Tanah? Jawabannya adalah sama-sama menguntungkan, asal dari sekarang sudah merencanakan dan menentukan investasi apa yang harus diambil? Mungkin sebagai permulaan bisa dimulai dengan membeli sepetak tanah kapvling atau rumah sederhana entah nanti akan dibangun rumah atau tidak yang penting itu adalah sebuah investasi berjangka. Karena kalau kita menunggu memiliki uang, sangat mungkin kenaikan harga properti melebihi prediksi kita. 



Semoga Bermanfaat!!

Investasi Properti di Yogyakarta Memiliki Prospek yang Cerah

Jual Rumah murah JogjaSaat ini investasi properti di Yogyakarta dinilai memiliki prospek yang cerah. Banyak calon pembeli dari luar daerah yang tertarik untuk menanamkan investasi perumahan. Pasar properti di Yogyakarta tidak hanya diincar dari masyarakat sekitar. Namun juga banyak orang yang tinggal di luar daerah Yogyakarta. Apalagi banyak yang memiliki anak yang kuliah di Yogyakarta. Hal ini bisa dijadikan hunian sementara saat berkunjung ke Yogyakarta.  Sekitar 60 persen dari luar daerah, sebagian lagi masyarakat Yogyakarta.Saat ini properti saat bukan hanya sebagai tempat tinggal atau hunian, namun ada sebagian masyarakat yang menjadikannya sebagai instrumen investasi. Biasanya, cara memulai investasi itu adalah membeli properti ketika masih di awal (launching) dan menjualnya setelah beberapa bulan atau tahun kemudian. Dengan harapan suatu saat akan mendapatkan keuntungan. Karena biasanya rumah pertama yang dijual dengan harga promosi, baru setelah mulai banyak di huni harga naik dengan sendirinya karena banyak peminat.

Semoga Bermanfaat!!

Potensi Perluasan Perkembangan Ekonomi di Jogja dengan adanya Outer Ringroad

Jual Rumah Jogja

Dukungan atas rencana Pemprov DIY membangun Jogja Outer Ringroad (JOR) datang dari Bantul. Pemerintah di wilayah bumi Projotamansari itu sepakat gagasan tersebut segera direalisasikan. ebagai bagian dari DIY, Pemkab Bantul siap merealisasikan proyek yang salah satunya bertujuan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas di Jogjakarta tersebut. Apalagi, rencananya jalur JOR melintasi wilayah di Bantul yakni Kecamatan Piyungan, Sewon, dan Sedayu. ”Pemkab Bantul siap mendukung penuh merealisasikan proyek JOR,” kata Sekda Bantul Riyantono kepada Radar Jogja. Toni, sapaan akrab Riyantono, menegaskan, Pemkab Bantul siap melaksanakan tugas yang diberikan Pemprov DIY. Pemkab tak keberatan menyiapkan lahan dan berbagai keperluan lain untuk realiasi proyek infrastruktur transportasi masa depan tersebut. ”Intinya kami siap mendukung proyek JOR. Kapan pun kami dibutuhkan untuk koordinasi, kami siap,” tandas pria yang tinggal di Banguntapan ini. Toni mengaku berulang kali diajak rapat oleh pejabat pemprov guna membahas proyek JOR. Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui secara pasti master plan proyek tersebut. ”Kami masih nunggu detail gambarnya,” terangnya. Dukungan juga datang dari Komisi C DPRD Bantul Agus Subagyo. Dia mengatakan, proyek JOR mesti disengkuyung. Sebagai anggota legislatif di Bantul, dia menegaskan mendukung penuh rencana ini. Menurutnya, proyek JOR akan bermanfaat terhadap perekonomian Jogjakarta. Terutama di wilayah Bantul. Sebab, paparnya, proyek JOR bakal melintasi berbagai wilayah di Bantul. ”Tentu ekonomi Bantul akan semakin bergairah dengan adanya JOR,” kata ketua DPD Partai Golkar Bantul ini. Hanya saja, Agus meminta Pemprov DIY dan Pemkab Bantul memperhatikan nasib warga yang tanahnya dilalui jalur JOR. Besaran ganti rugi yang diberikan mesti sesuai keinginan warga. Di sisi lain, warga juga harus memahami nilai ganti rugi yang diajukan sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah. ”Warga yang tergusur juga harus diperhatikan. Berikan lahan untuk dijadikan tempat usaha seperti warung makan atau usaha yang lain,” harapnya.

Dengan adanya JOR, perekonomian Bantul diprediksi bangkit. Apalagi, ada pula rencana pemindahan Bandara Adisutjipto dari Sleman ke Kulonprogo atau Bantul. Bantul bakal kian menggeliat jika pembangunan megaproyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintas kawasan pesisir selatan juga terwujud. Sejumlah megaproyek tersebut diyakini menjadikan Bantul tumbuh pesat. ”Banyak peluang usaha seperti toko, warung, hotel, penginapan, transportasi, dan lain sebagainya. Masyarakat Bantul harus mendukung proyek tersebut untuk membangkitkan ekonomi,” tandas politikus yang tinggal di Krapyak, Panggungharjo, Sewon ini. 


Sumber: Dishub DIY

Keuntungan Investasi Rumah

Jual Rumah Jogja

Memiliki rumah sendiri adalah keinginan setiap orang bahkan merupakan kebutuhan pokok. Selain menjadi sebuah kebutuhan, rumah juga bisa dijadikan salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan. Sayangnya keterbatasan lokasi perumahan di pusat kota membuat sebagian orang harus membeli unit rumah di daerah pinggiran kota.

Keuntungan investasi yang diharapkan bila mana ingin berinvestasi di sektor perumahan ada dua, yaitu Capital Gain maupun Investment Yield.

A. Capital GainCapital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi kepemilikan unit barang setiap tahunnya. Artinya jika sebuah rumah didiamkan begitu saja tetap akan menghasilkan kenaikan harga dikarenakan adanya permintaan. Rata-rata kenaikan harga sebuah unit rumah berkisar antara 15 – 20% per tahun.B. Investment YieldInvestment yield adalah pendapatan tambahan yang diperoleh dengan memberdayakan rumah untuk dipergunakan sebagai instrument pendapatan tambahan, seperti disewakan/dikontrakkan dalam kurun waktu tertentu. Harga sebuah rumah sewa biasanya berkisar antara 5 – 7 % per tahun dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).Kepemilikan bangunan biasanya akan mengakibatkan adanya biaya penyusutan (depresiasi), namun hal ini akan tertutupi dengan adanya kenaikan harga bahan bangunan (besi, semen, dll) pada unit bangunan baru sehingga unit bangunan lama harganya akan tetap stabil.
Kesimpulan:(+) Kelebihan:
  • Dapat dijadikan instrument investasi ataupun tempat tinggal
  • Capital Gain : ± 20% per tahun
  • Dapat digunakan sebagai unit tambahan penghasilan,Investment yield : 5-7 % per tahun
  • Dapat direnovasi sesuai dengan keinginan pemilik

(-) Kekurangan:
  • Harus dialokasikan dana khusus untuk perawatan rumah
  • Adanya risiko kepemilikan unit (meskipun bisa dicover dengan asuransi syariah)

Sumber: natanatuh

Kenapa Harga Rumah di Luar Perumahan Lebih Murah?

Jual Rumah Jogja

Harga rumah di kompleks perumahan cenderung harganya relative mahal bila dibandingkan rumah di sekitar perumahan tersebut (luas bangunan, luas tanah, model, dan kualitas yang hampir sama atau bahkan di atasnya).

Beberapa yang menjadi sebab tingginyaharga rumah di perumahaan antara lain:
    PajakRumah dilokasi perumahaan dikenakan PPN 10% dari harga jual. Misalkan harga rumah 200 juta, maka pembeli biasanya harus ditambah membayar 200 juta X 10% = 20 juta. Jadi total yang harus dibayar adala 220 juta. Belum termasuk pajak pembeli atau BPHTB. Kalau beli rumah secara perseorangan biasanya tidak dikenakan PPN.
    Fasum dan FasosAdanya fasum (fasiltas umum) dan fasos (fasilitas sosial) yang menjadi beban pembeli perumahaan, beberapa diantaranya jalan lingkungan, saluran drainase, tembok keliling, jaringan listrik dan penerangan, pos keamanan, masjid, ruang publik, dan lain-lain. Sedangkan rumah perorangan biasanya fasilitas umum dan social sudah menjadi satu dengan lingkungan sekitar.         Biaya perijinanBiaya perijinan untuk perumahaan tentu lebih banyak dan lama dalam pengurusan yang tentunya ditanggung perusahaan. Sedangakan kalau beli rumah di luar perumahaan biasanya ijin hanya IMB saja.


Semoga bermanfaat.








Berbagai Cara Berbisnis Properti tanpa Modal

Investasi Rumah Jogja

Ada banyak tips / cara  usaha properti yang bisa kita lakukan dengan modal terbatas. Kali ini saya akan menyampaikan beberapa cara diantaranya.

Caranya dengan mencari investor, selaku pemilik modal, untuk menjalankan roda bisnisnya. Yakinkan investor tentang prospek bisnis properti yang menjanjikan di lokasi tersebut. Jika properti yang akan dibeli sudah di depan mata dan yakin prospek jual kembalinya lebih cepat dan harga bagus, sebaiknya deal dulu dengan pemilik properti tersebut. Misalkan membeli properti dengan harga deal dengan pemilik properti Rp 200 juta, lalu menjualnya kepada investor Rp 300 juta. "Tanpa mengeluarkan modal, Anda mendapatkan untung Rp 100 juta dari satu transaksi.

Cara lainnya, untuk memulai bisnis properti dengan modal minim atau tanpa uang sepeser pun, carilah rumah atau properti dengan harga terjangkau. Pilihlah rumah atau properti yang tidak baru atau bekas, properti yang sudah digunakan sebelumnya tetapi masih memiliki kondisi yang bagus. Usahakan mencari lokasi properti yang bagus dan mempunyai pertumbuhan atau pengembangan ke depan. Bekerja samalah dengan teman atau relasi untuk mendapatkan informasi rumah atau properti yang dipasang tulisan 'Dijual'. Selanjutnya, ajukan pinjaman dana ke investor. Misalnya dengan meminjam ke investor Rp 100 juta, bisa membeli sebuah rumah kecil yang strategis. Tanpa mempunyai modal banyak, bahkan tidak mempunyai modal sama sekali, cara lainnya adalah dengan meminjam uang ke bank syariah. 
Atau Anda juga bisa memakai pinjaman uang dari bank syariah untuk menyewa bangunan atau rumah yang berprospek usaha. Lalu, bangunan tersebut Anda sewakan lagi, misalnya untuk kepentingan bisnis yang besar, seperti minimarket dan sejenisnya. Hasil dari uang sewa bangunan itu sisihkan untuk membayar cicilan ke bank syariahModal juga bisa didapat dengan mencari seorang investor. Dengan keahlian bernegosiasi, kita dapat mengedukasi investor tentang bisnis properti yang tidak akan pernah basi dengan harga yang tidak akan pernah turun. Sebab, harga jual dalam bisnis properti akan terus naik.
Pemasaran rumah atau bangunan yang sudah Anda beli bisa dipasarkan melalui online atau offline. Jika lokasinya strategis dan memiliki prospek bisnis yang bagus, orang tak segan-segan untuk membelinya. Semoga bermanfaat!!!

Sumber: Tempo

5 Tips Memilih Lokasi Properti yang akan Dibeli


Beli Rumah Jogja

Lokasi properti merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan potensi investasi suatu properti. Beberapa pertimbangan lokasi properti yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi adalah sebagai berikut:
  1. Jangan membeli properti di lokasi banjir, sebaik apapun rumah tersebut kalau berada di lokasi banjir maka akan menurunkan harga properti tersebut dan sulit menjualnya.
  2. Pilihlah lokasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat, seperti tempat perbelanjaan, sekolah atau kampus
  3. Hindari membeli properti yang berdekatan dengan garis rawan pompa bensin, kuburan, TPA (tempat pembuangan akhir), peternakan.
  4. Bila membeli properti untuk disewakan, pastikan lokasinya sesuai dengan kriteria tertentu. misalnya disewakan berarti harus dekat dengan perkantoran, fasilitas umum, kampus, atau sekolahan. Kalau disewakan untuk iklan, pastikan properti anda berada di dekat dengan trafic light, palang kereta api, atau posisi tusuk sate di suatu jalan.
  5. Pilihlan properti yang memiliki akses jalan mobil masuk ke lokasi, karena itu akan meningkatkan harga jualnya dikemudian hari.


Semoga Bermanfaat!!
Sumber: rumahku

Cara Investasi Rumah #2

Investrasi Rumah Jogja

Selain sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia, rumah juga bisa dijadikan sebagai salah satu instrumen bisnis / investasi untuk memperoleh keuntungan. Sehingga kebutuhan akan tempat tinggal yang layak terpenuhi, peluang memperoleh tambahan pendapatan juga terbuka lebar. Tingkat kenaikan harga rumah sangat tinggi, faktor kebutuhan, letak rumah, dan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi investasi rumah.

Kapan Saatnya kita membeli rumah? ada saat yang tempat kita membeli rumah contoh ketika ada pameran perumahan, ada perumahan baru di tawarkan di pasaran. Waktu tepat untuk membeli rumah adalah ketika perumahan masih tahap penjualan perdana dan perumahan tersebut belum ada yang terjual.

1. Membeli rumah dengan mempertimbangkan lokasi bagus, fasilitas yang ada di daerah tersebut. ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sehingga nilai investasi rumah kita di bilang naik ataupun turun.2. Pilihlah lokasi rumah didekat fasilitas umum seperti lapangan, mesjid yang berada di dalam kompleks sekitar tempat tinggal, ada juga yang bilang pilihlah rumah di samping karena tanah biasanya agak besar.3. Setelah rumahnya Selesai dibuat oleh Pengembang Perumahan dan dilakukan penyerahan, sebaiknya rumah tersebut dilakukan renovasi jika ada sesuatu mungkin di tambah seperti dapur, taman, carport dll.
Sebagai catatan yang harus anda tahu bahwa investasi rumah merupakan investasi jangka panjang mungkin 4 atau 5 tahun baru kita memiliki keuntungan yang lebih kalu rumahnya di jual. Semogga Bermanfaat!!!


Sumber: Berbagai

Cara Investasi Rumah

Investrasi Rumah Jogja

Tak ayal lagi rumah sering dijadikan salah satu cara berinivestasi yang menguntungkan dari dulu dan sampai dengan saat ini. Sebab itu banyak yang memaksakan membeli rumah, walau tidak untuk ditinggali, dan justru beralasan untuk diinvestasikan.Nah, investasi rumah memiliki banyak bentuk, yang masing-masing menyajikan keuntungan dan penanganan yang berbeda.

Beberapa diantaranya adalah:1.Jual-beli, Anda membeli rumah, merenovasi, lalu menjual. Keuntungan Anda berasal dari selisih harga beli dan biaya renovasi dengan harga jual. Keuntungan lebih besar tentu dapat Anda peroleh bila ternyata rumah memiliki harga yang miring atau di bawah harga pasaran, kondisinya cukup bagus sehingga tidak perlu atau minim renovasi, plus rumah tersebut tidak “bermasalah”. Yang dimaksud masalah di sini adalah rumah yang misalnya memiliki posisi dekat kuburan, akses jalanan sulit, banjir, dan sebagainya. Nah, bila Anda memiliki dana terbatas untuk investasi rumah dalam bentuk jual-beli, hindari spekulasi membeli rumah bermasalah. Pasalnya, kalau Anda saja sudah melihatnya sebagai masalah, calon pembeli rumah Anda juga berpikiran sama. Dalam kata lain, Anda harus bermain aman, dan lakukan spekulasi yang terukur.2. Dikontrakkan, cara ini yang paling banyak dilakukan orang: Anda sudah punya rumah, tapi ingin mengembangkan aset dalam bentuk rumah. Banyak faktor yang menentukan dalam bisnis yang satu ini. Salah satunya adalah lokasi. Banyak orang yang sudah mempunyai rumah namun rela mengontrak, supaya lebih dekat dengan kantor. Tentu saja lebih banyak yang terpaksa mengontrak karena tidak punya rumah. Ada perbedaan mendasar di antara kedua pengontrak ini, contoh, dalam hal perawatan rumah. Yang pertama cenderung lebih rajin merawat rumah, seakan-akan itu rumah miliknya. Hal itu karena rumah kontrakan yang ditempati dianggap sebagai representasi pengontrak. Lain halnya pengontrak ke dua yang lebih acuh. Yang jelas, sebagai induk semang alias pemilik kontrakan, Anda sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan yang dapat merugikan di kemudian hari, misalnya memasang listrik isi ulang, supaya tidak ada kejadian pengontrak kabur meninggalkan tagihan listrik. Lalu, selalu mengenalkan pengontrak kepada tetangga di sekitar.3. Kos-kosan. Dahulu, bisnis kos-kosan dibuat oleh para pensiunan yang rumahnya cukup besar dan memiliki banyak kamar-kamar bekas anak-anak mereka. Seiring berjalannya waktu, kos-kosan bertransformasi menjadi layaknya sebuah apartemen dan hotel, yang dibangun khusus untuk bisnis kos-kosan. Yang paling penting dari bisnis kos-kosan, adalah, seperti halnya kontrakkan, adalah lokasi. rumah dekat dengan kampus, atau kantor, misalnya adalah nilai plus. Dan perbedaan target market tersebut tentu juga merupakan perbedaan pelayanan atau servis dan perilaku pengguna jasa.


sumber: Berbagai

KAPAN SAAT TEPAT MEMBELI RUMAH?


Beli Rumah Jogja

Mungkin saat ini Anda bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah? Pertimbangan apa yang perlu dipikirkan, terutama bagi Anda yang baru pertama merencanakan untuk membeli tempat tinggal?



Tidak perlu khawatir, direktur perusahaan properti PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santoso, membagikan tips bagi Anda yang memerlukan pertimbangan membeli rumah.Menurut Tulus, waktu yang tepat untuk membeli rumah adalah bukan sebelum atau sesudah Lebaran atau hari raya. "Lebih cepat lebih baik, karena sekarang harga properti susah ditebak dan cenderung naik terus," kata Tulus.

Bahkan, dia menambahkan, kenaikan harga properti rata-rata bisa mencapai 15 persen per tahun. Khusus untuk Jakarta, kenaikan harga properti tertinggi di Indonesia, karena mencapai 20-25 persen per tahun.
Tulus menjelaskan, kenaikan harga properti terjadi bukan karena masa menjelang Lebaran. Tetapi, karena permintaan terhadap properti selalu meningkat. Sedangkan jumlah pasokan tidak dapat mengimbangi kenaikan jumlah permintaan.
Ia menyarankan, bagi konsumen yang akan membeli properti atau tempat tinggal lainnya, pertimbangan utama adalah jarak ke tempat kerja. Sebab, semakin lama transportasi akan semakin sulit dan mahal.
"Pertimbangkan waktu dan biaya, mobilitas akan semakin terbatas, infrastruktur yang ada itu kurang bagus," ujar Tulus.
Kendati demikian, Tulus mengingatkan, yang terpenting untuk dipertimbangkan adalah harga. Konsumen harus mengukur kemampuan membeli tempat tinggal dengan kondisi keuangan.
"Yang paling terjangkau dan sesuai kemampuan, paling dekat tempat kerja, bisa apartemen atau rumah susun," tuturnya.
Pertimbangan berikutnya adalah kemungkinan adanya banjir. Untuk rumah yang berada di atas tanah, kemungkinan terkena banjir sangat besar. 






Sumber: Berbagai

Cara Beli Rumah dengan Harga Murah


Rumah Murah Berkualitas Murah Beli Rumah Jogja

Membeli rumah murah yang sesuai keinginan kita bukanlah tugas yang mudah. Penyebab utama biasanya karena masalah dana yang bisa dikatakan terbatas. Jika memiliki banyak uang, tentu perkara ini mudah diterapkan.

Berikut tips membeli rumah murah
1. Sebar informasi.
Anda dapat memanfaatkan satpam, tukang ojek, tukang warung atau penjual keliling untuk mencari informasi tentang rumah murah. Dengan begitu anda akan mendapatkan banyak informasi dan memudahkan anda memilah sesuai dengan dana yang ada. Beri imbalan kepada merekaatas bantuan yang mereka berikan.
2. Membeli saat orang terdesak.
Istilahnya lebih dikenal dengan BU atau butuh uang. Biasanya orang seperti ini akan berusaha menjual dengan cepat. Jika anda beruntung, harga yang mereka tawarkan pun bisa jauh dari harga pasaran.
3. Membeli rumah bekas
Rumah lama umumnya lebih murah dari rumah baru. Apalagi jika kondisi rumah sudah lama tidak diurus oleh pemiliknya. Jika anda memilih cara ini, pastikan anda mengetahui sejauh mana kerusakannya. Perhitungkan biaya untuk memperbaiki apakah masih murah dibandingkan dengan membeli rumah baru.
4. Jangan menunda
Rumah merupakan aset properties yang setiap tahun akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jadi, jika anda menunda untuk membeli rumah, bisa-bisa tahun depan harganya akan jauh lebih meningkat dari harga semula.
5. Manfaatkan fasilitas bank 
Saat ini, pihak perbankan memberikan kemudahan untuk sektor kepemilikan rumah. Sebelum anda memutuskan untuk kredit, lakukan survey terlebih dahulu terhadap bank yang ingin anda ajukan aplikasi. Ketahui suku bunga, cicilan, sistem pembayaran, sangsi-sangsi atau dokumen yang diperlukan. Hal ini perlu di lakukan agar anda dapat mengatur keuangan sehingga terhindar dari kredit macet.
Semoga Bermanfaat!!! 

KENAPA INVESTASI PROPERTI DI JOGJA PASTI MENGUNTUNGKAN?


Investasi Rumah Jogja

Sebagai "Wong Yojo Aseli" dengan sedikit narsis namun tetap obyektif, kali ini saya akan membahas masalah investasi properti di Yogyakarta. Jogja memang Istimewa, mungkin Anda pernah dengar atau tahu sendiri kalau tanah di Jogja harganya relatif mahal di bandingkan daerah lain, bahkan ada yang bilang kenaikan harga tanah di Jogja “tidak wajar”.Kenapa bisa begitu ?    Jika Anda bertanya pada orang yang pernah tinggal di Jogja semasa kecil, sekolah, kuliah, kerja di Jogja, hampir 89% menyatakan suatu ketika ingin kembali untuk bernostalgia di Jogja, atau mengisi masa tua dengan tinggal di Jogja.Atmosfer multiculture yang unik, sehingga sudah tidak ada lagi perbedaan perasaan sebagai penduduk pribumi ataupun pendatang. Itu sebabnya pendatang yang berasal dari suku apapun begitu betah di sana.

 Benar-benar kota pelajar, tidak terhitung banyaknya sekolah, akademi, dan kampus, dari yang kampusnya hanya ruko, sampai PTN dan PTS yang bergengsi. Masih banyak orang tua yang ingin anaknya nanti bisa bersekolah di sana.Biaya hidup di Jogja relatif sangat murah.  Apa pengaruhnya terhadap properti / tanah di Jogja ?Dengan begitu banyaknya permintaan dan terbatasnya supply, nilai tanah dan bangunan naik sangat cepat. Secara rata-rata harga tanah bisa naik 20% per tahun (lebih besar dari bunga bank dan inflasi). Itu baru angka secara rata-rata, belum kalau ada faktor lain yang mengenerate nilai tanah di suatu tempat, misal ada Rumah Sakit baru, ada Kampus Baru, ada SPBU baru, dll. Wah, … kenaikan nilainya sama sekali tidak bias dibayangkan.ΓΌ Harga properti / rumah, juga setali tiga uang. Sekitar 3-4 tahun yang lalu, masih ada Rumah Type 45 yang dijual di kisaran 150-200jt. Sekarang, jangan harap bisa dapat Type 45 dengan harga di bawah 225 juta. Kecuali dengan lokasi yang agak jauh dari kota. Beberapa tahun yang lalu, harga properti termahal di Jogja, mungkin kisaran 1-2 M, itupun lokasi di tengah kota (Jogja Regency- deket Amplaz sekarang). Saat ini, rekor harga tertinggi masih dipegang Casa Grande (ring road utara UPN) dan Bale Hinggil (Jl, Kaliurang) dengan Harga 3-5 M. Taman Palagan Asri 3 (Jl. Palagan Tentara Pelajar km.8), dengan lokasi yang jauh, mungkin masih bisa dapat harga700-800jt-an, ternyata Harga Rumah termurah di sana adalah 1,05 M. Itupun sudah habis. Yang tersedia tinggal yang harga 1,25 M ke atas.Hasil survey, 70% pembeli properti di Jogja adalah pembeli dari luar.