Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH bisa dibandingkan!

Jual Rumah di Yogyakarta

Tanpa PPN 10%

Jual Rumah di Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Jual Rumah di Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Jual Rumah di Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Jual Rumah di Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Jual Rumah di Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

7 Tips Memilih Rumah Supaya Tidak Salah Melangkah

Jual rumah murah bantul

Anda berencana membeli rumah? Selamat Anda benar-benar orang yang beruntung, karena banyak orang yang belum memiliki kesempatan untuk membeli rumah. Ada pula yang belum punya keinginan membeli rumah. Rumah memang kebutuhan pokok sekaligus sarana investasi paling aman saat ini. Anda sudah tepat ketika punya keinginan untuk memiliki rumah. Memilih rumah yang mau dibeli merupakan sebuah tantangan yang menarik. Dalam memilih rumah Anda harus cermat agar tidak menyesal di kemudian hari. Membeli rumah yang tidak tepat bisa menjadi penyesalan, namun kehilangan kesempatan memiliki rumah bagus dengan harga di bawah harga pasar juga bisa menimbulkan penyesalan.

Berikut beberapa tips agar tidak salah melangkah saat membeli rumah:

1.   Legalitas

Kenapa saya samapaikan legalitas diurutan pertama? Karena tanpa legalitas yang lengkap, apalah artinya rumah yang kita miliki. Akan banyak masalah yang akan kita hadapi. Mulai rumah kita sulit diperjualbelikan,hingga perkara hukum yang menghantui. Umumnyai masyarakat mencari properti yang sudah memiliki status SHM (Sertifikat Hak Milik) Sertifikat Hak Milik atau SHM merupakan sertifikat kepemilikan penuh seseorang atas satu lahan atau tanah Oen pemegang sertifikat. SHM merupakan bukti kepemilikan terkuat atas satu lahan. 
Sebagian juga menawarkan rumah dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB adalah jenis sertifikat bagi para pemegang sertifikat yang hanya dapat memanfaatkan satu lahan untuk mendirikan bangunan atau keperluan lain dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
Kepemilikan lahan HGB sendiri dipegang oleh negara. Biasanya, batas waktu SHGB sendiri memiliki batas waktu 20 hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang. Setelah melewati batas waktu tersebut, pemilik sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB.
Pastikan Anda membeli rumah dengan status Hak Milik atau minimal HGB.

2.   Harga Yang Terjangkau

Saat orang kebanyakan bermimpi memiliki rumah keluarga yang luas dan mewah, Anda tidak harus memaksakan hal tersebut jika anggaran tidak mencukupi. Sebaiknya untuk memilih rumah dengan harga yang sesuai dengan kemampuan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, developer perumahan, khususnya di kota-kota besar berlomba membangun hunian mungil dikarenakan lahan yang semakin terbatas.


3.   Lokasi 

Dalam pemilihan lokasi Anda bisa memilih apakah cukup dekat dengan tempat kerja? Kemudahan akses transportasi? Aman tidaknya dari bahaya banjir? Seperti apa akses jalan utama menuju rumah? Apakah kondisinya penuh lubang? Apakah dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, Masjid, pasar, perkantoran, sarana olah raga, dan lainnya.

4.   Posisi Rumah

Posisi rumah akan menentukan harga rumah. Posisi rumah di pojokan, maka harganya akan lebih tinggi dibanding rumah yang terletak ditengah-tengah.  Perlu diketahui posisi hook atau pojokan ini sering jadi incaran banyak pembeli karena kamu bisa mengembangkan rumahmu dengan ukuran yang lebih besar.

5.   Status Rumah

Biasanya pengembang menyediakan dua pilihan, rumah siap huni atau rumah  indent (pembelian barang dengan cara memesan atau membayar lebih dahulu).

Rumah siap huni biasanya rumahnya sudah jadi dan siap ditempati. Kamu bisa melihat rumah secara langsung dan bisa langsung menempati saat sudah membayar.
Sementara rumah indent artinya kamu hanya bisa memilih lokasi dari gambar peta situs perumahan kemudian menunggu 8 bulan hingga dua tahun untuk proses pembangunan rumah.


6.   Lingkungan 

Jika Anda memiliki anak sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan anak. Seperti adanya fasilitas lapangan ataupun taman tempat mereka bermain. Adakah anak-anak seumuran di sekitarnya? Apakah kondisi lingkungan cukup aman dan kondusif untuk tumbuh kembang anak? 

7.   Dekat dengan Pusat Aktifitas

Lokasi rumah yang dekat dengan sekolah, kawasan perbelanjaan, rumah sakit, perpustakaan, tidak kalah penting untuk “memanjakan” keluarga kecil Anda.

Lebih baik lagi jika sejumlah fasilitas tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Dengan begitu anak-anak bisa mencapai sekolah dengan mudah sehat dan murah. Yang terpenting, akses orangtua menuju tempat bekerja juga bisa perlu diperhitungkan.


Semoga bermanfaat!




Sumber: adhijayamulia.co.id

Jenis Investasi Properti Paling Menguntungkan

Jual Rumah di Bantul

Properti masih menjadi instrument pilihan investasi yang menguntungkan dan aman jika dibandingkan dengan jenis investasi lain. Nilai properti cenderung selalu naik melebihi kenaikan laju inflasi. Investasi properti  juga tidak membutuhkan upaya yang besar untuk meaikan nilai tambahnya. Tentu Anda sering mendengar saudara atau teman yang membeli rumah atau tanah kemudian dengan usaha sedikit atau membiaraknnya saja. Tiba-tiba rumah terjual atau ditawar dengan harga yang fantastis berlipat-lipat. Memang tidak selamanya didapatkan properti dengan tipe seperti di atas, kalaupun salah beli maka kemungkinan kita masih bisa meraih keuntungan, setidaknya  balik modal.Investasi property biasanya membutuhkan modal yang tak sedikit. Namun, selain aman , memilik properti juga mengunungkan. Bayangkan betapa enaknya menjadi juragan kontrakan atau kos-kosan. Income akan mengalir meskipun Anda sedang tidur.
Ada beberapa jenis properti, dibawah adalah jenis investasi properti yang umum dan bisa dilakukan oleh siapa saja.


Investasi Tanah

Membeli tanah dengan tujuan investasi terbilang mudah, yang terpenting adalah Anda memeriksa dengan teliti legalitas tanah tersebut. Nama pemilik tanah harus sesuai dengan yang tertera pada sertifikat. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan di mana batas-batasnya.Jika ingin harga tanahmu naik dengan cepat, pilih lokasi yang strategis. Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Anda bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.Kalau Anda menyewakan tanah kosong, umumnya keuntungannya tidak terlalu besar yaitu hanya 0,5% – 2% per tahun. keuntungan yang Anda perolehadalah dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti. Dengan demikian property tersebut bisa menghasilkan arus kas positif, sekurangnya property tersebut sanggup membiayai dirinya sendiri untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menyewakan rumah

Mengingat rumah adalah kebutuhan pokok, maka tak usah khawatir akan sepinya peminat. Namun, Anda tetap harus memperhatikan baik-baik terkait lokasi. Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis misalnya dekat keramaian, perkantoran, atau pabrik. Sama dengan tanah, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjualnya untuk jangka panjang. Rumah bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya. Dengan rate sewa di Indonesia berkisar antara 3 sampai 10 persen, maka hasil sewanya cukup untuk biaya perawatan dan pajak-pajaknya.

Bisnis indekos

Anda berpotensi mengantongi yield di kisaran 5% – 7% per tahun. Keunggulan bisnis indekos adalah Anda juga berpeluang mendulang untung dari usaha tambahan misalnya catering dan laundry. Ingat, pilih lokasi dekat perkantoran atau kampus agar bisnis indekos lebih lancar. Namun, berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan dalam bisnis indekos. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan harus membayar orang untuk bertugas khusus membersihkan dan menjaga indekos.Investasi apartemen dan kondominiumKebutuhan akan hunian vertikal meningkat seiring dengan semakin terbatasnya lahan. Investasi pada hunian vertikal pun menjanjikan. Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% – 12% per tahun.

Memang tidak semua apartemen yang menghasilkan nilai sewa seperti perhitungan di atas, diperlukan analisa terhadap suply dan demand dan pangsa pasar di sekitar lokasi jika kita memutuskan berinvestasi di apartemen. Karena apartemen umumnya digunakan sebagai tempat tinggal kedua di tengah kota untuk kemudahan mobilitas ke tempat beraktifitas. Memilih apartemen atau kondominium untuk investasi properti harus lebih teliti. Jika salah pilih apartemen atau kondominium maka akan sulit mendapatkan hasil maksimal. Misalnya lokasi yang kurang strategis, atau harus berurusan dengan pengembang maupun manajemen gedung yang kurang baik. 

Investasi ruko, kios, dan toko

Seperti halnya investasi properti jenis lainnya, investasi ruko, kios, dan toko sangat bergantung pada lokasi. Anda akan semakin mudah menemukan penyewa jika lokasinya strategis. Jika salah pilih lokasi, maka Anda akan terancam sulit mendapatkan penyewa dan juga sulit untuk menjualnya kembali. Yield untuk roko berkisar 6% – 9% per tahun. Sementara investasi kios/toko menjanjikan yield 5% – 10% per tahun


Dalam investasi properti masih berlaku prinsip “buy and wait” (beli property lalu tunggu kenaikan harga property tersebut) BUKAN “wait to buy” (tunggu harga property turun lalu beli property tersebut). Apabila Anda menunggu harga property turun baru beli, mungkin nilai uang yang Anda miliki nilainya akan tergerus hingga tidak cukup untuk membeli rumah tersebut.

Semoga bermanfaat.

Sumber: asriman.com - economy.okezone.com

Investasi dan Bisnis Properti Diproyeksikan Naik Setelah Lebaran

jual rumah di bantul

Setelah penjualan properti yang lesu beberapa waktu terkahir ini. Bagi pengembang maupun investor mempunyai harapan baru setelah lebaran tahun ini. Pasar properti diproyeksikan akan mulai mengalami pemulihan bertahap setelah Lebaran hingga akhir tahun ini. Hal tersebut dikarenakan menjelang Lebaran, masyarakat atau calon pembeli masih terfokus mengalokasikan pengeluarannya untuk mempersiapkan menyambut Lebaran. Seperti yang diungkapakn oleh Director Head of Research and Concultancy Savills. 

Konsumen lebih fokus pada Lebaran, jadi penjualan saat Lebaran keamarin relatif biasa saja, setelah Lebaran diperdiksi akan berangsur naik. Kenaikan bisa 10 sampai 15 persen sampai dengan akhir tahun.


Kondisi penjualan saat menjelang Lebaran berbeda dengan saat tahun baru yang di mana penjualan bisa dibilang lebih tinggi.


Director Head of Research and Concultancy Savills mempredikai bahwa memasuki awal tahun depan akan terjadi pertumbuhan mencapai 25 persen.

   Mungkin ini lah waktu yang tepat membeli properti karena harga belum naik.     Apabila kita membeli properti saat ini untuk dijadikan instrumen investasi    diharapkan beberapa waktu ke depan harga akan naik karena jumlah calon      pembeli dipredikis naik.

 

Sumber: krjogja.com

Kelebihan Investasi Properti untuk Tampung Dana Tax Amnesty

Rumah Murah di Bantul

Mungkin dari kita masih bingung, apakah tax amnesty? Katanya tax amnesty itu pengampunan pajak, ya? Berarti kita sekarang bebas bayar pajak gitu? Atau mungkin, mereka yang dihukum karena masalah pajak jadi diampuni? Beberapa dari kamu mungkin memiliki pertanyaan sejenis mengenai kebijakan ini. Memang betul, jika diartikan secara gamblang, tax amnesty adalah pengampunan pajak. Namun, pengampunan pajak yang seperti apa?

Amnesti pajak sendiri merupakan program pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh di bawah 2015 yang belum dilaporkan dalam SPT. Hal ini bertujuan agar masyarakat bersedia melaporkan seluruh harta kekayaan, baik yang berwujud maupun yang nggak berwujud. Kekayaan yang bergerak, maupun yang tak bergerak, serta yang digunakan untuk usaha, maupun yang bukan untuk usaha. Pokoknya semua kekayaan yang dimiliki, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri.
Tujuan amnesti pajak secara umum tentu saja untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun tujuan yang lebih penting adalah ‘memulangkan’ dana serta aset WNI yang berada di luar negeri, khususnya di negara-negara berpajak rendah. Sekadar informasi, menurut perhitungan pemerintah, total dana WNI yang ada di luar negeri mencapai Rp 4.300 triliun! Jumlah yang sangat fantastis, ‘kan? Sementara pemerintah sendiri mengincar dana WNI yang kembali ke Indonesia, atau repatriasi sebesar Rp 1.000 triliun. Untuk uang hasil tebusan, pemerintah menargetkan minimal Rp 165 triliun.
Seandainya aset-aset yang ada luar negeri tersebut kembali ke Indonesia, sudah kebayang kan, berapa banyak investasi baru yang akan bertambah? Otomatis dengan banyaknya investasi, itu artinya akan ada penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan menciptakan objek pajak baru hasil investasi. Itulah tujuan utama amnesti pajak seperti yang diungkapkan oleh Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi.
Sektor properti jadi salah satu alternatif yang dinilai paling tepat untuk menyimpan dana repatriasi melalui program tax amnestyyang digulirkan oleh pemerintah.Menurut Presiden Direktur Synthesis Development Budi Yanto Lusli, kendati bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat namun saham memiliki likuiditas yang tinggi
"Tapi juga turunnya saham itu cepat, likuid-nya cepat. Tapi biasanya itu ada dua nature investor properti, ada yang suka dua-duanya, saham dan properti tapi ada juga yang salah satu saja, demen properti saja," kata Budi saat diskusi media, di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, masyarakat diimbau untuk bisa memanfaatkan momentum tax amnesty tersebut dengan menggunakan instrumen investasi properti baik di dalam penyertaan modal maupun pembelian langsung.
Menurut dia, sektor properti menjadi investasi dengan risiko yang rendah sehingga properti jadi instrumen paling aman.
"Tapi kayanya ke pembelian langsung paling banyak, karena instrumen ini paling aman dengan beli properti langsung," ujar dia 
"Tapi kayanya ke pembelian langsung paling banyak, karena instrumen ini paling aman dengan beli properti langsung," ujar dia 
Dia juga menambahkan, selain aman, sektor properti juga memiliki peningkatan nilai yang terus bertumbuh tiap tahun, sehingga sektor ini jadi instrumen investasi jangka panjang yang cocok.
"Dana yang masuk itu kan harus mengendap tiga tahun, dan properti ini paling pas karena pertumbuhan nilainya itu pasti," kata dia.






Semoga Bermanafaat!
Sumber: okezone.com dan pajak.go.id

Peluang Investasi Properti 2016 Jauh Lebih Baik Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Berberapa waktu yang lalu memang penjualan properti dirasakan oleh pengembang tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya. Namun peluang investasi properti tahun 2016 akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelum, hal ini dapat terlihat dari beberapa indikator yang ada. 

Indikator itu antara lain adanya pertumbuhan Growth Domestic Product (GDP) di kawasan ASEAN termasuk Indonesia yang cenderung stabil, termasuk tingginya investasi Penanaman Modal Asing dibidang properti yang lebih besar sekitar 50 persen dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri. Selain itu adanya upaya pemerintah memberikan tax amnesty juga turut menyumbang bergairahnya investasi properti tahun ini. Bahkan menurut Asian Development Bank dan World Bank memprediksi ekonomi Indonesia akan menikmati pertumbuhan ekonomi 5,3 persen - 5,4 persen pada 2016, atau lebih tinggi dibanding tahun ini. Melihat kondisi ini, Coldwell Banker Commercial memperkirakan pasar properti akan bertumbuh positif.Calon investor harus mempertimbangkan investasi jangka menengah bukan hanya jangka pendek fokus pada produk yang memiliki nilai tambah.Untuk genjot pasar properti setidaknya pemerintah harus mengeluarkan kebijkasanaan yang jelas dan kebijaksanaan itu hendaknya harus tetap dan tidak berubah ubah.Selain itu pemerintah dan pengusaha harus berjalan berdampingan.


Semoga Bermanfaat!
Sumber: tribunnews.com

Kiat Sukses Sebelum Investasi Rumah





Rumah di Yogyakarta

Properti masih menjadi primadona investasi saat ini. Properti masih dipercaya sebagai sektor paling strategis untuk para investor menjaga asetnya agar terus berkembang. Dengan permintaan yang tinggi dan persediaan yang terbatas, harga jual bisa terus melonjak dalam waktu yang relatif singkat.Namun masih banyak pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara untuk mendapatkan return-of-investment (ROI) atau balik modal dalam waktu cepat. Berikut beberapa tips agar bisa mendapatkan tingkat pengembalian investasi properti yang optimal;


1. Lakukan riset pasar

Pahami dulu tren pasar yang sedang berlangsung. Pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi dengan para ahli. Semakin banyak riset yang dilakukan maka kesempatan bisnis Anda berhasil akan semakin besar. Misalnya saat properti sedang mengalami kelesuan, maka ini saat yang tepat untuk Anda memanfaatkan potongan harga dan promo sebanyak-banyaknya. Biasanya di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli, pengembang akan berupaya menarik minat konsumen.

2. Jangan terlalu ambisius 

Berdasarkan pengalaman para jutawan properti, Anda harus memahami bahwa bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan tinggi setiap bulannya. Begitu pula ketika Anda hendak menentukan tarif sewa yang sesuai.
Umumnya, cara paling tepat untuk memberikan banderol harga adalah dengan berpatokan pada rental yieldRental yield adalah pemasukan per tahun yang didapat berbanding dengan harga jual. Contohnya, di daerah Yogyakarta rental yield rata-rata adalah 5 persen. Maka dengan harga jual Rp 500 juta, harga sewa yang pantas adalah Rp25 juta per tahun. Meski begitu, Anda bisa menambah harga sewa tersebut sedikit lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumahnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya perawatan rumah yang harus digabungkan dalam harga final harga sewa.

3. Pilih lokasi yang prospektif

Bukan berarti harus membeli rumah  dengan harga sangat mahal ataupun sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan daerah dimana banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan. Carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial, ataupun dekat dengan transportasi umum , sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Anda harus menyocokkan anggaran yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari banyak orang untuk bertempat tinggal.



4. Pertimbangkan lokasi di luar area tempat tinggal

Kebanyakan investor mencari properti yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal. Sayangnya, tidak semua lokasi yang dekat tempat tinggal adalah tempat yang prospektif. Poin plusnya, mungkin Anda bisa dengan mudah mengecek kondisi bangunan setiap saat. Namun tugas tersebut sebenarnya bisa Anda serahkan kepada agen properti. Coba lirik area yang lebih luas dari tempat tinggal Anda, cara ini juga akan memberi nilai yang lebih aman untuk aset investasi.

5. Lakukan penawaran harga

Sebagai investor yang membeli properti untuk disewakan, Anda harus melakukan negosiasi harga seperti halnya menjadi pembeli properti pertama kali. Lakukan penawaran harga yang rendah dan jangan dengan mudah meninggikan penawaran. Ada banyak cara untuk memahami pasar sebelum melakukan negosiasi. Perkaya pengetahuan Anda seputar prospek dan kenaikan harga di kawasan tersebut.

6. Pilih pakai jasa agen atau tidak

Membeli sebuah properti sebagai instrumen investasi hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda harus memasarkan unit rumah tersebut untuk kemudian disewakan dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Untuk urusan ini Anda lagi lagi bisa menyerahkan tugas kepada agen properti, namun mereka akan mengenakan sejumlah biaya untuk beriklan. Anda bisa saja menghemat bujet dengan melakukan renovasi rumah sendiri, mengiklankan rumah untuk disewa, namun tugas ini akan membutuhkan waktu ekstra.

Semoga Bermanfaat!

Sumber: properti.liputan6.com


Bisnis Properti di Jogja Diprediksi Tumbuh 14% di Tahun 2016

Rumah Murah di Yogyakarta

Harapan bagi investor, pelaku bisnis, dan calon pembeli properti memiliki harapan baru di tahun 2016 ini. Setidaknya bagi investor dan pelaku bisni properti memiliki peluang untuk memeperluas usaha di tahun 2016 ini semakin besar. Sedangkan bagi calon pembeli memiliki pilihan untuk membeli properti sebagai hunian, terlebih jika properti tersebut digunakan oleh calon pembeli sebagai salah satu instrumen investasi.  Hal ini seperti diungkapakan DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY yang optimistis bahawa bisnis properti bisa tumbuh 11% hingga 14%. Hal itu didasarkan dari asumsi-asumsi yang dikeluarkan Pemerintah.

Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengungkapkan, asumsi dari Pemerintah antara lain pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diprediksi 5,3%, proyeksi inflasi sebesar 4+-1, serta defisit anggaran 2,15%. Semua itu menjadi acuan bagii DPD REI DIY untuk melihat pertumbuhan pada 2016.“Berdasarkan dari pengalaman, kami biasanya akan tumbuh tujuh persen hingga 10 persen di atas inflasi atau 11 persen hingga 14 persen,”  ujar dia ketika ditemui di DPD REI DIY, Jogja, Rabu (23/12/2015).Ia mengungkapkan, optimisme semakin terbangun karena saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah lagi akan ada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Andi pun optimistis, daya beli masyarakat akan lebih baik.“Harapan kami lebih tinggi. Kami mengandalkan serapan APBN saat ekonomi belum tumbuh secara optimal. Pemerintah mulai lelang Oktober sehingga serapan bisa terjadi awal tahun,” ungkap dia.Ia menjelaskan, pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Orang-orang itu memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Hal itu membuat serapan unit hunian di DIY terkoreksi 30% pada 2015. Pada 2014, DPD REI DIY mampu menyuplai 2.950 unit. Pada 2015, suplai berkurang sekitar 900 unit.“Sampai akhir tahun paling 2000 unit yang tersuplai. Tahun depan, kami perkirakan bisa salurkan 2.200 unit rumah. Semoga kebijakan yang dibuat Pemerintah benar-benar berdampak,”  ujar dia,Adapun tantangan yang akan dihadapi pada 2016 yakni Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait regulasi yang dicanangkan yang belum terealisasi. Paket Ekonomi IV salah satunya menyasar sektor properti di mana ada penyederhanaan aturan dari 40 menjadi delapan.  “Itu kendala dari sisi suplai. Sedangkan dari permintaan,  daya beli masyarakat harus dijaga.Untuk tren hunian, tanah di DIY semakin mahal dan luasan tanah semakin surut. Hal itu akan membuat tren bentuk rumah yang mengikuti yakni minimalis. Ke depan, hunian ke atas akan menjadi solusi namun, pengenalannya jangan melalui apartemen terlebih dahulu. “Bisa  lewat rusunawa dan rusumani. Dari 54 rusunawa di DIY, tidak ada yang ditolak warga. Ini pilihan masa depan, tapi tolong sesuaikan dengan yang butuh lebih dulu,” ungkap dia.Semoga ini menjadi angin segar bagi pelaku bisnis properti maupun calon pembeli properti.

Sumber: harianjogja.com

Pasar Properti Nasional 2016 Diperkirakan akan Lebih Baik Dibandingkan 2015

Rumah Jogja Murah

Meskipun pertumbuhan industri properti dinilai mengalami perlambatan sejak akhir 2014 kemarin. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal dan investasi properti masih menjadi pilihan.

Country General Manager Rumah.com Wasudewan mengatakan, data menunjukkan bahwa masyarakat yang mencari rumah di kisaran harga di bawah Rp500-Rp700 juta mencari rumah untuk tempat tinggal."Saat ini mereka yang mengincar harga di bawah Rp500 hingga di bawah Rp700 itu untuk tempat tinggal," jelasnya di Jakarta, Kamis (10/12/2015).Wasudewan menjelaskan, saat ini untuk investor yang mengincar hunian dengan harga Rp1 miliar ke atas. "Investor di atas Rp1 miliar untuk investasi, biasanya khusus investor yang menginginkan investasi," kata dia.Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) memprediksi, pasar properti nasional pada 2016 akan lebih baik jika dibandingkan dengan pasar properti nasional 2015.REI mengharapkan iklim industri dan pembelian properti nasional meningkat semenjak pada 2014 mengalami penurunan. Perlambatan penjualan properti pada saat itu dikarenakan adanya penyelenggaraan Pemilu.Pada saat pemilu, banyak yang menunda bertransaksi properti guna belum mendapatkan kepastian tentang perekonomian secara utuh.


Sumber: economy.okezone.com

Menguntungkan Mana? Investasi Rumah, Apartemen, atau Tanah?


Jual Rumah, Tanah, Kavling Di Yogyakarta

Investasi properti merupakan tren yang populer sekarang ini. Banyak orang yang bercerita dari mulut ke mulut mengenai keuntungan yang bisa didapat ketika berinvestasi tanah, rumah, atau apartemen. Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup,Anda memerlukan dana yang cukup besar.


Ada banyak pilihan investasi properti. Beberapa yang diminati akhir-akhir ini adalah investasi tanah, rumah atau apartemen. Namun dari ketiga pilihan ini, manakah yang lebih baik? Berikut ini adalah urutan prioritas pemilihan jenis investasi properti, jika prospek ke depannya berada dalam kondisi yang tidak terpengaruh oleh eksternal sepert kemacetan, banjir, dan yang lainnya.

1. Investasi Rumah

Mayoritas masyarakat Indonesia ingin memiliki unit rumah tinggal di atas tanah. Jika memerhatikan aspek-aspek di dalamnya, maka investasi rumah ini bisa sangat menguntungkan. Ingatlah, semakin banyak penduduk maka permintaan akan tempat tinggal juga akan semakin meningkat.

Kelebihan Investasi Rumah
Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Karena bisa disewakan, maka Anda bisa memberdayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar 15 – 20%.

Kekurangan Investasi Rumah
Diperlukan biaya khusus untuk perawatan rumah dan biaya asuransi yang berguna sebagai penekan risiko kepemilikan unit. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

2. Investasi Apartemen


Dahulu, tinggal di apartemen sudah menjadi life style. Namun karena terbatasnya lahan yang ada, maka tinggal di apartemen sudah bagaikan alternatif pilihan hunian.

Kelebihan Investasi Apartemen
Lebih liquid dibanding dengan tanah dan rumah. Pendapatan tambahannya pun lumayan besar. Fasilitas yang ada cukup lengkap dan biasanya terletak di daerah-daerah strategis.

Kekurangan Investasi Apartemen
Sayangnya, Anda harus membayar biaya rutin yang lumayan mahal seperti perawatan dan listrik. Anda juga tidak memiliki Hak Guna Bangunan karena tidak memiliki tanah.


3. Investasi Tanah




Investasi tanah merupakan ladang pendapatan Anda. Selain emas, harga tanah juga akan terus meningkat tiap tahunnya. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahun. Sebaiknya beli tanah (kavling) di sekitar perumahan untuk memulai investasi ini. Ini dikarenakan aspek keekonomian dan legalitasnya yang menjanjikan.

Kelebihan Investasi Tanah
Return besar adalah kelebihan dari investasi properti yang satu ini. Lebih enaknya lagi, tidak ada biaya perawatan dan biaya asuransi. Bahkan risiko kepemilikan atas barangnya bisa sangat rendah.

Kekurangan Investasi Tanah
Sayangnya, investasi tanah jarang menghasilkan pendapatan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa. 

Selamat memilih cara berinvestasi properti, mau pilih Rumah, Apartemen, atau Tanah? Tentu sesuai pilihan Anda. Semoga Bermanfaat!

Sumber: kompasiana.com

9 Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling



Jual Tanah Murah di Jogja

Selain alasan untuk investasi membeli tanah khususnya tanah kavling bertujuan untuk membangun rumah meskipun pembangunannya bisa di kemudian hari. Mempunyai rumah  sendiri adalah kebutuhan dan impian keluarga.



Ada beberapa alasan orang membeli tanah dahulu sebelum membangun rumah.  Salah satunya supaya bisa membangun sesuai rancangan sendiri agar tidak sama dengan rumah lain. Adapula karena alasan finansial yaitu uang belum cukup kalau langsung membeli rumah dan alasan-alasan lain. 

Karena tujuan utama membeli kavling untuk membangun rumah maka sebaiknya  mengetahui Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling terlebih dahulu. 


Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling



1. Tentukan kapan akan dibangun rumah?


Contohnya akan dibangun rumah 3 tahun lagi dari membeli tanah kavling
Disini Anda dapat menduga perkembangan lingkungan sekitar 3 tahun mendatang.


2. Perkembangan lingkungan sangat menentukan

Anda harus pintar melihat perkembangan lingkungan sekitar terutama kiri kanan yang akan menjadi tetangga  nantinya. Ada kavling cepat laku tapi tidak dibangun oleh pemiliknya. Jangan sampai Anda membangun rumah tapi kiri kanan kosong dalam waktu lama, apalagi jarak kosong sangat jauh, Rumah anda terlihat terpencil sendirian. Ini tentu tidak baik dari segi keamanan, sosial masyarakat dll.


3. Ketahui asal usul tanah

Hindari beli tanah kavling dekat tempat sampah atau pinggir sungai karena alasan keamanan dan kesehatan.

4.Pilih kemiringan sekitar tanah yang landai

Pilih yang landai agar mudah membuat saluran dan aliran air. Kalau terlalu datar aliran air tersendat mudah banjir. Kalau terlalu curam boros dalam meratakan tanah.

5. Ada atau tidak fasilitas penunjang

Sudah tersedia fasilitas penunjang seperti listrik, air bersih, pasar, sekolah, rumah sakit pada daerah setempat. Kalau belum ada, Anda harus yakin sudah ada saat rumah sudah dibangun.

6. Akses jalan sudah tersedia atau belum

Akses jalan selalu menjadi kebutuhan dimanapun tanah kavling akan dibeli. Pilih akses jalan yang dapat melintas dua mobil kiri kanan.

7. Antisipasi bahaya sekitar lingkungan
Hindari membeli tanah kavling dekat jalur listrik tenggangan tinggi, jalur pipa gas, jalur rel kereta, dan area. Antisipasi juga tergusur oleh pembangunan fasilitas umum.

8. Kelengkapan surat-surat (Legalitas)


Periksa kelengkapan surat Akte atau Sertifikat, peruntukan lahan. Anda bisa cek ke RT / RW Kelurahan Kecamatan. Yang lebih penting lagi jangan sampai membeli tanah kavling dalam sengketa.

9. Kavling lama atau baru

Tanah baru dikavling pada umumnya harga tinggi. Ini disebabkan pengembang harus mengembalikan biaya-biaya dan modal mereka. Tapi kalau Anda membeli kavling sudah terlalu lama pada awalnya Anda kurang dihargai oleh lingkungan setempat. Point ini memang tidak selalu benar tapi pada umumnya demikian. Sekarang tergantung Anda memilih atau pilih saja jangan terlalu baru jangan terlalu lama.



Semoga bermanfaat.

Sumber: caramemilih.blogspot.co.id

Saat Ekonomi Lesu dan Rupiah Melemah Seperti Saat Ini, Saatnya Beli Rumah!

Jual Rumah Murah Yogyakarta
Gambar: pelitaonline.com

Pasar properti pada kuartal I 2015 dinilai melambat dengan penurunan permintaan. Penurunan terjadi akibat masih buruknya kondisi makroekonomi Indonesia sehingga memicu pelemahan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penurunan bukan hanya terjadi pada sektor properti tetapi sektor lain pun ikut terpukul.Permintaan menurun sejak awal Januari yang diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara makro, kondisi ini terjadi tidak hanya pada properti, yang dipicu faktor suku bunga belum turun, harga BBM fluktuatif, dan faktor ekonomi lain.

Kondisi serupa terjadi pada permintaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sudah dapat diperkirakan inflasi, pengaruh harga BBM, serta kenaikan upah pada awal tahun lalu yang akan menjadi penghambat daya beli masyarakat menjadi rendah.

Namun dari sisi manajemen investasi properti atau rumah ada prinsip sederhana yaitu beli properti atau rumah saat harga rendah dan jual rumah saat harga tinggi.  Salah satu memanage portofolio investasi adalah di bidang properti. Pengembang properti / perumahaan di Indonesia tidak pernah sepi dari pengembang besar dengan modal tidak terbatas sampai pemodal kelas gurem ada di Indonesia. Bahkan yang hanya bermodal “omongan alias abab” juga menikmati gurihnya bisnis properti. Jika ekonomi lagi lesu seperti saat ini, di saat rupiah melemah tak berdaya efek langsung ke properti adalah penjualan lesu. Saat rumah ulit dijual seperti inilah pembeli seharusnya mulai bergerak mengambil keputusan untuk membeli rumah. Pengembang tentu saja ingin segera menjual rumah yang sedang dikembangkan karena kebutuhan cash flow untuk perputaran usaha. Terlebih banyak pengembang yang mengunakan dana dari pembiayaan perbankan sehingga harus segera menutup hutang sebelum jatuh tempo. Pengembang akan mulai melakukan promo dari menjual dengan harga diskon, bonus, bahkan menjual dengan harga di bawah target. Dalam kondisi seperti ini pembei rumah dapat mengambil celah untuk bernegosiasi kepada pengembang untuk mendapatkan harga terbaik. Dan saat kondisi ekonomi membaik nanti investasi properti bisa dilepas pada  harga tertinggi agar medapatkan gain terbaik.
Semoga bermanfaat!!