Rumah Jalan Imogiri Barat, Ketonggo, Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH Rp 359 Juta

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap / KPR Syariah

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Rumah Jalan Imogiri Timur,Ketonggo, Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta
Tampilkan posting dengan label Investasi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Investasi. Tampilkan semua posting

Kelebihan Investasi Properti untuk Tampung Dana Tax Amnesty

Rumah Murah di Bantul

Mungkin dari kita masih bingung, apakah tax amnesty? Katanya tax amnesty itu pengampunan pajak, ya? Berarti kita sekarang bebas bayar pajak gitu? Atau mungkin, mereka yang dihukum karena masalah pajak jadi diampuni? Beberapa dari kamu mungkin memiliki pertanyaan sejenis mengenai kebijakan ini. Memang betul, jika diartikan secara gamblang, tax amnesty adalah pengampunan pajak. Namun, pengampunan pajak yang seperti apa?

Amnesti pajak sendiri merupakan program pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh di bawah 2015 yang belum dilaporkan dalam SPT. Hal ini bertujuan agar masyarakat bersedia melaporkan seluruh harta kekayaan, baik yang berwujud maupun yang nggak berwujud. Kekayaan yang bergerak, maupun yang tak bergerak, serta yang digunakan untuk usaha, maupun yang bukan untuk usaha. Pokoknya semua kekayaan yang dimiliki, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri.
Tujuan amnesti pajak secara umum tentu saja untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun tujuan yang lebih penting adalah ‘memulangkan’ dana serta aset WNI yang berada di luar negeri, khususnya di negara-negara berpajak rendah. Sekadar informasi, menurut perhitungan pemerintah, total dana WNI yang ada di luar negeri mencapai Rp 4.300 triliun! Jumlah yang sangat fantastis, ‘kan? Sementara pemerintah sendiri mengincar dana WNI yang kembali ke Indonesia, atau repatriasi sebesar Rp 1.000 triliun. Untuk uang hasil tebusan, pemerintah menargetkan minimal Rp 165 triliun.
Seandainya aset-aset yang ada luar negeri tersebut kembali ke Indonesia, sudah kebayang kan, berapa banyak investasi baru yang akan bertambah? Otomatis dengan banyaknya investasi, itu artinya akan ada penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan menciptakan objek pajak baru hasil investasi. Itulah tujuan utama amnesti pajak seperti yang diungkapkan oleh Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi.
Sektor properti jadi salah satu alternatif yang dinilai paling tepat untuk menyimpan dana repatriasi melalui program tax amnestyyang digulirkan oleh pemerintah.Menurut Presiden Direktur Synthesis Development Budi Yanto Lusli, kendati bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat namun saham memiliki likuiditas yang tinggi
"Tapi juga turunnya saham itu cepat, likuid-nya cepat. Tapi biasanya itu ada dua nature investor properti, ada yang suka dua-duanya, saham dan properti tapi ada juga yang salah satu saja, demen properti saja," kata Budi saat diskusi media, di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, masyarakat diimbau untuk bisa memanfaatkan momentum tax amnesty tersebut dengan menggunakan instrumen investasi properti baik di dalam penyertaan modal maupun pembelian langsung.
Menurut dia, sektor properti menjadi investasi dengan risiko yang rendah sehingga properti jadi instrumen paling aman.
"Tapi kayanya ke pembelian langsung paling banyak, karena instrumen ini paling aman dengan beli properti langsung," ujar dia 
"Tapi kayanya ke pembelian langsung paling banyak, karena instrumen ini paling aman dengan beli properti langsung," ujar dia 
Dia juga menambahkan, selain aman, sektor properti juga memiliki peningkatan nilai yang terus bertumbuh tiap tahun, sehingga sektor ini jadi instrumen investasi jangka panjang yang cocok.
"Dana yang masuk itu kan harus mengendap tiga tahun, dan properti ini paling pas karena pertumbuhan nilainya itu pasti," kata dia.






Semoga Bermanafaat!
Sumber: okezone.com dan pajak.go.id

Peluang Investasi Properti 2016 Jauh Lebih Baik Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Berberapa waktu yang lalu memang penjualan properti dirasakan oleh pengembang tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya. Namun peluang investasi properti tahun 2016 akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelum, hal ini dapat terlihat dari beberapa indikator yang ada. 

Indikator itu antara lain adanya pertumbuhan Growth Domestic Product (GDP) di kawasan ASEAN termasuk Indonesia yang cenderung stabil, termasuk tingginya investasi Penanaman Modal Asing dibidang properti yang lebih besar sekitar 50 persen dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri. Selain itu adanya upaya pemerintah memberikan tax amnesty juga turut menyumbang bergairahnya investasi properti tahun ini. Bahkan menurut Asian Development Bank dan World Bank memprediksi ekonomi Indonesia akan menikmati pertumbuhan ekonomi 5,3 persen - 5,4 persen pada 2016, atau lebih tinggi dibanding tahun ini. Melihat kondisi ini, Coldwell Banker Commercial memperkirakan pasar properti akan bertumbuh positif.Calon investor harus mempertimbangkan investasi jangka menengah bukan hanya jangka pendek fokus pada produk yang memiliki nilai tambah.Untuk genjot pasar properti setidaknya pemerintah harus mengeluarkan kebijkasanaan yang jelas dan kebijaksanaan itu hendaknya harus tetap dan tidak berubah ubah.Selain itu pemerintah dan pengusaha harus berjalan berdampingan.


Semoga Bermanfaat!
Sumber: tribunnews.com

Kiat Sukses Sebelum Investasi Rumah





Rumah di Yogyakarta

Properti masih menjadi primadona investasi saat ini. Properti masih dipercaya sebagai sektor paling strategis untuk para investor menjaga asetnya agar terus berkembang. Dengan permintaan yang tinggi dan persediaan yang terbatas, harga jual bisa terus melonjak dalam waktu yang relatif singkat.Namun masih banyak pemilik rumah sewa yang kurang memahami cara untuk mendapatkan return-of-investment (ROI) atau balik modal dalam waktu cepat. Berikut beberapa tips agar bisa mendapatkan tingkat pengembalian investasi properti yang optimal;


1. Lakukan riset pasar

Pahami dulu tren pasar yang sedang berlangsung. Pahami potensi keuntungan dan kerugian dengan banyak berkonsultasi dengan para ahli. Semakin banyak riset yang dilakukan maka kesempatan bisnis Anda berhasil akan semakin besar. Misalnya saat properti sedang mengalami kelesuan, maka ini saat yang tepat untuk Anda memanfaatkan potongan harga dan promo sebanyak-banyaknya. Biasanya di tengah kondisi pasar yang sepi pembeli, pengembang akan berupaya menarik minat konsumen.

2. Jangan terlalu ambisius 

Berdasarkan pengalaman para jutawan properti, Anda harus memahami bahwa bisnis ini tetap membutuhkan waktu agar mencapai pendapatan tinggi setiap bulannya. Begitu pula ketika Anda hendak menentukan tarif sewa yang sesuai.
Umumnya, cara paling tepat untuk memberikan banderol harga adalah dengan berpatokan pada rental yieldRental yield adalah pemasukan per tahun yang didapat berbanding dengan harga jual. Contohnya, di daerah Yogyakarta rental yield rata-rata adalah 5 persen. Maka dengan harga jual Rp 500 juta, harga sewa yang pantas adalah Rp25 juta per tahun. Meski begitu, Anda bisa menambah harga sewa tersebut sedikit lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumahnya. Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya perawatan rumah yang harus digabungkan dalam harga final harga sewa.

3. Pilih lokasi yang prospektif

Bukan berarti harus membeli rumah  dengan harga sangat mahal ataupun sangat murah. Biasanya hal ini lebih identik dengan daerah dimana banyak orang yang tertarik untuk bertempat tinggal di sana dengan berbagai macam alasan. Carilah lokasi yang memiliki daya tarik yang spesial, ataupun dekat dengan transportasi umum , sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Anda harus menyocokkan anggaran yang dimiliki dengan daerah yang sedang dicari banyak orang untuk bertempat tinggal.



4. Pertimbangkan lokasi di luar area tempat tinggal

Kebanyakan investor mencari properti yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal. Sayangnya, tidak semua lokasi yang dekat tempat tinggal adalah tempat yang prospektif. Poin plusnya, mungkin Anda bisa dengan mudah mengecek kondisi bangunan setiap saat. Namun tugas tersebut sebenarnya bisa Anda serahkan kepada agen properti. Coba lirik area yang lebih luas dari tempat tinggal Anda, cara ini juga akan memberi nilai yang lebih aman untuk aset investasi.

5. Lakukan penawaran harga

Sebagai investor yang membeli properti untuk disewakan, Anda harus melakukan negosiasi harga seperti halnya menjadi pembeli properti pertama kali. Lakukan penawaran harga yang rendah dan jangan dengan mudah meninggikan penawaran. Ada banyak cara untuk memahami pasar sebelum melakukan negosiasi. Perkaya pengetahuan Anda seputar prospek dan kenaikan harga di kawasan tersebut.

6. Pilih pakai jasa agen atau tidak

Membeli sebuah properti sebagai instrumen investasi hanyalah langkah awal. Selanjutnya Anda harus memasarkan unit rumah tersebut untuk kemudian disewakan dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Untuk urusan ini Anda lagi lagi bisa menyerahkan tugas kepada agen properti, namun mereka akan mengenakan sejumlah biaya untuk beriklan. Anda bisa saja menghemat bujet dengan melakukan renovasi rumah sendiri, mengiklankan rumah untuk disewa, namun tugas ini akan membutuhkan waktu ekstra.

Semoga Bermanfaat!

Sumber: properti.liputan6.com


Bisnis Properti di Jogja Diprediksi Tumbuh 14% di Tahun 2016

Rumah Murah di Yogyakarta

Harapan bagi investor, pelaku bisnis, dan calon pembeli properti memiliki harapan baru di tahun 2016 ini. Setidaknya bagi investor dan pelaku bisni properti memiliki peluang untuk memeperluas usaha di tahun 2016 ini semakin besar. Sedangkan bagi calon pembeli memiliki pilihan untuk membeli properti sebagai hunian, terlebih jika properti tersebut digunakan oleh calon pembeli sebagai salah satu instrumen investasi.  Hal ini seperti diungkapakan DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY yang optimistis bahawa bisnis properti bisa tumbuh 11% hingga 14%. Hal itu didasarkan dari asumsi-asumsi yang dikeluarkan Pemerintah.

Ketua DPD REI DIY Nur Andi Wijayanto mengungkapkan, asumsi dari Pemerintah antara lain pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diprediksi 5,3%, proyeksi inflasi sebesar 4+-1, serta defisit anggaran 2,15%. Semua itu menjadi acuan bagii DPD REI DIY untuk melihat pertumbuhan pada 2016.“Berdasarkan dari pengalaman, kami biasanya akan tumbuh tujuh persen hingga 10 persen di atas inflasi atau 11 persen hingga 14 persen,”  ujar dia ketika ditemui di DPD REI DIY, Jogja, Rabu (23/12/2015).Ia mengungkapkan, optimisme semakin terbangun karena saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah lagi akan ada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Andi pun optimistis, daya beli masyarakat akan lebih baik.“Harapan kami lebih tinggi. Kami mengandalkan serapan APBN saat ekonomi belum tumbuh secara optimal. Pemerintah mulai lelang Oktober sehingga serapan bisa terjadi awal tahun,” ungkap dia.Ia menjelaskan, pertumbuhan properti di Jogja sangat tergantung pada orang dari luar Jogja. Orang-orang itu memiliki latar belakang yang bekerja di sektor yang paling terpengaruh perlambatan ekonomi seperti perminyakan dan perkebunan. Hal itu membuat serapan unit hunian di DIY terkoreksi 30% pada 2015. Pada 2014, DPD REI DIY mampu menyuplai 2.950 unit. Pada 2015, suplai berkurang sekitar 900 unit.“Sampai akhir tahun paling 2000 unit yang tersuplai. Tahun depan, kami perkirakan bisa salurkan 2.200 unit rumah. Semoga kebijakan yang dibuat Pemerintah benar-benar berdampak,”  ujar dia,Adapun tantangan yang akan dihadapi pada 2016 yakni Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait regulasi yang dicanangkan yang belum terealisasi. Paket Ekonomi IV salah satunya menyasar sektor properti di mana ada penyederhanaan aturan dari 40 menjadi delapan.  “Itu kendala dari sisi suplai. Sedangkan dari permintaan,  daya beli masyarakat harus dijaga.Untuk tren hunian, tanah di DIY semakin mahal dan luasan tanah semakin surut. Hal itu akan membuat tren bentuk rumah yang mengikuti yakni minimalis. Ke depan, hunian ke atas akan menjadi solusi namun, pengenalannya jangan melalui apartemen terlebih dahulu. “Bisa  lewat rusunawa dan rusumani. Dari 54 rusunawa di DIY, tidak ada yang ditolak warga. Ini pilihan masa depan, tapi tolong sesuaikan dengan yang butuh lebih dulu,” ungkap dia.Semoga ini menjadi angin segar bagi pelaku bisnis properti maupun calon pembeli properti.

Sumber: harianjogja.com

Pasar Properti Nasional 2016 Diperkirakan akan Lebih Baik Dibandingkan 2015

Rumah Jogja Murah

Meskipun pertumbuhan industri properti dinilai mengalami perlambatan sejak akhir 2014 kemarin. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal dan investasi properti masih menjadi pilihan.

Country General Manager Rumah.com Wasudewan mengatakan, data menunjukkan bahwa masyarakat yang mencari rumah di kisaran harga di bawah Rp500-Rp700 juta mencari rumah untuk tempat tinggal."Saat ini mereka yang mengincar harga di bawah Rp500 hingga di bawah Rp700 itu untuk tempat tinggal," jelasnya di Jakarta, Kamis (10/12/2015).Wasudewan menjelaskan, saat ini untuk investor yang mengincar hunian dengan harga Rp1 miliar ke atas. "Investor di atas Rp1 miliar untuk investasi, biasanya khusus investor yang menginginkan investasi," kata dia.Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) memprediksi, pasar properti nasional pada 2016 akan lebih baik jika dibandingkan dengan pasar properti nasional 2015.REI mengharapkan iklim industri dan pembelian properti nasional meningkat semenjak pada 2014 mengalami penurunan. Perlambatan penjualan properti pada saat itu dikarenakan adanya penyelenggaraan Pemilu.Pada saat pemilu, banyak yang menunda bertransaksi properti guna belum mendapatkan kepastian tentang perekonomian secara utuh.


Sumber: economy.okezone.com

Menguntungkan Mana? Investasi Rumah, Apartemen, atau Tanah?


Jual Rumah, Tanah, Kavling Di Yogyakarta

Investasi properti merupakan tren yang populer sekarang ini. Banyak orang yang bercerita dari mulut ke mulut mengenai keuntungan yang bisa didapat ketika berinvestasi tanah, rumah, atau apartemen. Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup,Anda memerlukan dana yang cukup besar.


Ada banyak pilihan investasi properti. Beberapa yang diminati akhir-akhir ini adalah investasi tanah, rumah atau apartemen. Namun dari ketiga pilihan ini, manakah yang lebih baik? Berikut ini adalah urutan prioritas pemilihan jenis investasi properti, jika prospek ke depannya berada dalam kondisi yang tidak terpengaruh oleh eksternal sepert kemacetan, banjir, dan yang lainnya.

1. Investasi Rumah

Mayoritas masyarakat Indonesia ingin memiliki unit rumah tinggal di atas tanah. Jika memerhatikan aspek-aspek di dalamnya, maka investasi rumah ini bisa sangat menguntungkan. Ingatlah, semakin banyak penduduk maka permintaan akan tempat tinggal juga akan semakin meningkat.

Kelebihan Investasi Rumah
Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Karena bisa disewakan, maka Anda bisa memberdayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar 15 – 20%.

Kekurangan Investasi Rumah
Diperlukan biaya khusus untuk perawatan rumah dan biaya asuransi yang berguna sebagai penekan risiko kepemilikan unit. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

2. Investasi Apartemen


Dahulu, tinggal di apartemen sudah menjadi life style. Namun karena terbatasnya lahan yang ada, maka tinggal di apartemen sudah bagaikan alternatif pilihan hunian.

Kelebihan Investasi Apartemen
Lebih liquid dibanding dengan tanah dan rumah. Pendapatan tambahannya pun lumayan besar. Fasilitas yang ada cukup lengkap dan biasanya terletak di daerah-daerah strategis.

Kekurangan Investasi Apartemen
Sayangnya, Anda harus membayar biaya rutin yang lumayan mahal seperti perawatan dan listrik. Anda juga tidak memiliki Hak Guna Bangunan karena tidak memiliki tanah.


3. Investasi Tanah




Investasi tanah merupakan ladang pendapatan Anda. Selain emas, harga tanah juga akan terus meningkat tiap tahunnya. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahun. Sebaiknya beli tanah (kavling) di sekitar perumahan untuk memulai investasi ini. Ini dikarenakan aspek keekonomian dan legalitasnya yang menjanjikan.

Kelebihan Investasi Tanah
Return besar adalah kelebihan dari investasi properti yang satu ini. Lebih enaknya lagi, tidak ada biaya perawatan dan biaya asuransi. Bahkan risiko kepemilikan atas barangnya bisa sangat rendah.

Kekurangan Investasi Tanah
Sayangnya, investasi tanah jarang menghasilkan pendapatan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa. 

Selamat memilih cara berinvestasi properti, mau pilih Rumah, Apartemen, atau Tanah? Tentu sesuai pilihan Anda. Semoga Bermanfaat!

Sumber: kompasiana.com

9 Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling



Jual Tanah Murah di Jogja

Selain alasan untuk investasi membeli tanah khususnya tanah kavling bertujuan untuk membangun rumah meskipun pembangunannya bisa di kemudian hari. Mempunyai rumah  sendiri adalah kebutuhan dan impian keluarga.



Ada beberapa alasan orang membeli tanah dahulu sebelum membangun rumah.  Salah satunya supaya bisa membangun sesuai rancangan sendiri agar tidak sama dengan rumah lain. Adapula karena alasan finansial yaitu uang belum cukup kalau langsung membeli rumah dan alasan-alasan lain. 

Karena tujuan utama membeli kavling untuk membangun rumah maka sebaiknya  mengetahui Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling terlebih dahulu. 


Tips dan Trik Membeli Tanah Kavling



1. Tentukan kapan akan dibangun rumah?


Contohnya akan dibangun rumah 3 tahun lagi dari membeli tanah kavling
Disini Anda dapat menduga perkembangan lingkungan sekitar 3 tahun mendatang.


2. Perkembangan lingkungan sangat menentukan

Anda harus pintar melihat perkembangan lingkungan sekitar terutama kiri kanan yang akan menjadi tetangga  nantinya. Ada kavling cepat laku tapi tidak dibangun oleh pemiliknya. Jangan sampai Anda membangun rumah tapi kiri kanan kosong dalam waktu lama, apalagi jarak kosong sangat jauh, Rumah anda terlihat terpencil sendirian. Ini tentu tidak baik dari segi keamanan, sosial masyarakat dll.


3. Ketahui asal usul tanah

Hindari beli tanah kavling dekat tempat sampah atau pinggir sungai karena alasan keamanan dan kesehatan.

4.Pilih kemiringan sekitar tanah yang landai

Pilih yang landai agar mudah membuat saluran dan aliran air. Kalau terlalu datar aliran air tersendat mudah banjir. Kalau terlalu curam boros dalam meratakan tanah.

5. Ada atau tidak fasilitas penunjang

Sudah tersedia fasilitas penunjang seperti listrik, air bersih, pasar, sekolah, rumah sakit pada daerah setempat. Kalau belum ada, Anda harus yakin sudah ada saat rumah sudah dibangun.

6. Akses jalan sudah tersedia atau belum

Akses jalan selalu menjadi kebutuhan dimanapun tanah kavling akan dibeli. Pilih akses jalan yang dapat melintas dua mobil kiri kanan.

7. Antisipasi bahaya sekitar lingkungan
Hindari membeli tanah kavling dekat jalur listrik tenggangan tinggi, jalur pipa gas, jalur rel kereta, dan area. Antisipasi juga tergusur oleh pembangunan fasilitas umum.

8. Kelengkapan surat-surat (Legalitas)


Periksa kelengkapan surat Akte atau Sertifikat, peruntukan lahan. Anda bisa cek ke RT / RW Kelurahan Kecamatan. Yang lebih penting lagi jangan sampai membeli tanah kavling dalam sengketa.

9. Kavling lama atau baru

Tanah baru dikavling pada umumnya harga tinggi. Ini disebabkan pengembang harus mengembalikan biaya-biaya dan modal mereka. Tapi kalau Anda membeli kavling sudah terlalu lama pada awalnya Anda kurang dihargai oleh lingkungan setempat. Point ini memang tidak selalu benar tapi pada umumnya demikian. Sekarang tergantung Anda memilih atau pilih saja jangan terlalu baru jangan terlalu lama.



Semoga bermanfaat.

Sumber: caramemilih.blogspot.co.id

Saat Ekonomi Lesu dan Rupiah Melemah Seperti Saat Ini, Saatnya Beli Rumah!

Jual Rumah Murah Yogyakarta
Gambar: pelitaonline.com

Pasar properti pada kuartal I 2015 dinilai melambat dengan penurunan permintaan. Penurunan terjadi akibat masih buruknya kondisi makroekonomi Indonesia sehingga memicu pelemahan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penurunan bukan hanya terjadi pada sektor properti tetapi sektor lain pun ikut terpukul.Permintaan menurun sejak awal Januari yang diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara makro, kondisi ini terjadi tidak hanya pada properti, yang dipicu faktor suku bunga belum turun, harga BBM fluktuatif, dan faktor ekonomi lain.

Kondisi serupa terjadi pada permintaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sudah dapat diperkirakan inflasi, pengaruh harga BBM, serta kenaikan upah pada awal tahun lalu yang akan menjadi penghambat daya beli masyarakat menjadi rendah.

Namun dari sisi manajemen investasi properti atau rumah ada prinsip sederhana yaitu beli properti atau rumah saat harga rendah dan jual rumah saat harga tinggi.  Salah satu memanage portofolio investasi adalah di bidang properti. Pengembang properti / perumahaan di Indonesia tidak pernah sepi dari pengembang besar dengan modal tidak terbatas sampai pemodal kelas gurem ada di Indonesia. Bahkan yang hanya bermodal “omongan alias abab” juga menikmati gurihnya bisnis properti. Jika ekonomi lagi lesu seperti saat ini, di saat rupiah melemah tak berdaya efek langsung ke properti adalah penjualan lesu. Saat rumah ulit dijual seperti inilah pembeli seharusnya mulai bergerak mengambil keputusan untuk membeli rumah. Pengembang tentu saja ingin segera menjual rumah yang sedang dikembangkan karena kebutuhan cash flow untuk perputaran usaha. Terlebih banyak pengembang yang mengunakan dana dari pembiayaan perbankan sehingga harus segera menutup hutang sebelum jatuh tempo. Pengembang akan mulai melakukan promo dari menjual dengan harga diskon, bonus, bahkan menjual dengan harga di bawah target. Dalam kondisi seperti ini pembei rumah dapat mengambil celah untuk bernegosiasi kepada pengembang untuk mendapatkan harga terbaik. Dan saat kondisi ekonomi membaik nanti investasi properti bisa dilepas pada  harga tertinggi agar medapatkan gain terbaik.
Semoga bermanfaat!!


Dua Faktor yang Jadi Penyebab Harga Rumah Sulit Turun

Jual rumah murah di Jogjakarta Yogyakarta
Rumah Murah merupakan impian banyak orang. Namun impian membeli rumah layak dengan harga murah terkadang hanya menjadi cita-cita yang tidak kunjung terkejar. Menurut Presiden Direktur Tony Eddy & Associates, Tony Eddy, menyebut dua faktor utama sebagai penyebab harga rumah tak akan pernah turun.
Dua faktor utama tersebut adalah jumlah populasi yang terus tumbuh. Laporan Bank Dunia menyebut, jumlah penduduk Indonesia pada 2014 mencapai 252,8 juta jiwa. Populasi naik, otomatis kebutuhan rumah pun meningkat. 
Sementara di sisi lain, pasokan rumah yang ada belum dapat memenuhi tingginya kebutuhan tersebut. Saat ini saja, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) kebutuhan hunian yang belum dipenuhi (back log) sekitar 13 juta unit.
"Faktor kedua adalah tingkat inflasi. Tingkat inflasi berdampak langsung terhadap harga dan perubahan harga rumah," tutur Tony.
Tingkat inflasi, menurut laporan Bank Indonesia, terus merangkak naik dalam lima bulan terakhir. Sejak Agustus 2014, tingkat inflasi berada pada level 3,99 persen, kemudian melonjak bulan berikutnya menjadi 4,53 persen, dan bertutur-turut pada Oktober, November, dan Desember sebesar 4,83 persen, 6,23 persen, dan 8,36 persen. 
Angka inflasi yang salah satunya disebabkan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM), ini mengerek harga-harga material bangunan semakin meroket. Pada gilirannya, ongkos produksi rumah pun ikut melonjak. Saat harga BBM naik tahun lalu, mendorong biaya material juga naik, ongkos tukang pun ikut naik. Selain itu, belanja pegawai mau tak mau naik karena harga kebutuhan sehari-hari ikut berubah. Semua komponen itu yang mendongkrak harga rumah terus melambung. 
Maka mari kita segera membeli rumah sebelum harga rumah semakin tidak terkejar. Mulai bergerak sesuai kemampuan kita. Semoga Bermanfaat!
Sumber: tribunnews.com


Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Untung Beli Rumah Cara KPR atau Cash Ya?

Membeli properti jarang kita temui kerugian, pilihannya hanya lebih untung mana? Ada dua cara yang umum dalam membeli properti khususnya rumah di Jogja yang umum yaitu cash atau kredit (KPR). Namun diantara kedua cara tersebut, mana yang lebih menguntungkan? Mari kita cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing cara tersebut.

Jika memiliki dana segara lebih baik jika membeli rumah di Jogja secara cash. Selain anda terbebas dari biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain. Kenaikan harga rumah atau properti yang Anda beli total menjadi milik Anda alias tidak dikurangi biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain akibat KPR.Namun memilih beli rumah secara kredit KPR bisa menjadi pilihan jika dana tunai yang dimiliki tidak dapat mencukupi pembelian rumah secara tunai. Namun Anda harus mempersiapkan dana darurat untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Sesuaikan pula pengeluaran dan kebutuhan per bulan dengan pilihan KPR yang ada.Jadi sebelum memilih cara membeli rumah di Jogja sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Untung beli properti dengan cara KPR atau cash? Semua tergantung kepada kemampuan keuangan Anda. Membeli properti secara cash lebih aman. Memang membeli KPR bisa menguntungkan karena sebagian dana yang tersisa bisa digunakan untuk investasi lain. Namun, tidak selamanya bisa menguntungkan. Ini dikarenakan suku bunga bank yang fluktuatif.




Sumber:  pakarinvestasi.blogdetik.com

Cara Survei Saat Mau Beli Rumah di Jogja

Saat Anda ingin membeli rumah di Jogja, tidak ada salahnya melakukan survei terlebih dahalu. Agar anda hemat energi dan biaya. Harapan mendapatkan rumah yang  berkualitas dan harga sesuai dari penjual rumah di Jogja tidak hanya impian. Survei rumah memang  hal yang gampang-gampang susah saat ini. Gampang kalau kita mengetahui cara dan trik mencari. Menjadi susah ketika kita tidak mengetahui caranya.

Berikut akan kami sampaikan cara survei rumah yang praktis dan efisien di Jogja. Pertama gunakan media yang ada, bisa melalui iklan di koran atau internet. Di sini saya kan menyampaikan cara survei melalui internet karena saya anggap melalui  internet informasi yang kita cari bisa ditemukan dengan mudah dan lengkap melalui internet. Carilah iklan mengenai rumah dijual di Jogja atau yang diinginkan dengan kisaran harga tertentu.  Cari  sebanyak-banyakanya referensi yang ada, catat harga, tipe, dan lokasi.  Setelah mengantongi data referensi rumah tersebut, luangkan waktu satu hari untuk melakukan survei secara berurutan dari lokasi terdekat. Jangan lupa sambil menuju ke lokasi yang dicari, lihat kanan–kiri, barangkali ada iklan perumahaan yang di tawarkan. Kalau melihat iklan perumahaan di jalan langsung disurvei sekalian.Setelah survei di lapangan secara langsung, Anda bisa memutuskan mana perumahaan yang Anda sukai. Anda juga bisa menentukan mana rumah yang harganya sesuai dengan bangunan dan lokasi.  Setelah itu lakukan negosiasi dan tentukan cara pembayarannya. Semoga bermanfaat!


Meskipun Harga Perumahan di Jogja Tinggi, Tetapi Tetap Diminati

Seperti dikutip dari krjogja.com, Jogja menjadi lokasi paling diminati setelah Bali bagi para pengembang untuk mendirikan rumah hunian. Jogja dipandang memiliki segudang keunggulan sehingga setiap rumah hunian yang dibangun ludes terjual dalam waktu singkat.
Saat ini tanah di Yogyakarta paling diminati setelah Bali
, meski harga tanahnya cepat sekali naik, hal itu tak mengurangi minat para pengembang untuk mendirikan perumahan di Jogja. Para pengembang yakin predikat kota pelajar dan pariwisata yang dimiliki Yogyakarta, serta kultur budaya masyarakat yang terkenal ramah, mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli rumah hunian di Yogya.
Harga tanah yang dibeli Rp 100 juta dua tahun lalu, saat ini sudah seharga Rp 200 juta. Kenaikannya cukup fantastis mencapai 100 persen.

Dengan melihat besarnya potensi bisnis properti di Jogja, banyak pengembang yang membangun perumahaan di Jogja dari yang skala kecil sampai developer raksasa. Tak butuh waktu lama, rumah-rumah tersebut telah laku terjual. Bahkan ada yang sudah laku meski bangunannya belum berdiri.

 Banyak pengembang yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli dengan uang muka ringan atau bisa juga KPR. M
inat masyarakat untuk memiliki hunian di Jogja sangat tinggi. Rumah yang paling dicari adalah model minimalis tipe 50 atau 60 dengan satu lantai maupun dua lantai. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 300 juta - Rp 600 juta yang menargetkan masyarakat ekonomi menengah.
Agar cepat laku terjual, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pembeli lebih suka memilih rumah yang memiliki kemudahan akses menuju pusat kota.
Dengan semakin padat dan mahalnya harga tanah di Kota Jogja, para pengembang cenderung memilih lokasi pembangunan perumahan ke wilayah utara (Sleman) atau ke selatan (Bantul).

Sumber: krjogja.com