http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

9 Cara menjadi Broker Properti yang Sukses


  Menjadi broker properti yang sukes menjadi impian dan harapan setiap broker atau calon broker. Di sini saya ingin menyampaikan 9 Cara menjadi Broker Properti yang Sukses.


1.       Membuat data listing

Buatlah data listing agar mempermudah Anda dalam merencanakan dan mengevaluasi suatu suatu obyek properti yang akan dipasarakan. Listing tersebut bisa meliputi data obyek properti, jenis properti, lokasi, alamat, harga, sistem pembayaran, perjanjian komisi.

2.       Mencari Listing yang Valid

Pastikan anda mendapatkan listing properti yang valid, jangan sampai Anda menawarkan properti yang tidak jelas statusnya. Kenalilah owner atau pihak yang bertanggung jawab atas properti tersebut.

3.       Survei lokasi langsung

Lakukanlah survei atas properti tersebut secara langsung. Anda harus tahu persis kondisi dan keunggulan dan kekurangan obyek properti tersebut. Ketika Anda menguasai suatu (product knowledge), Anda akan mudah untuk menjelaskan kepada calon pembeli. Penguasaan Anda dalam menjelaskan produk properti yang Anda tawarkan, akan membuat calon pembeli semaki yakin terhadap produk properti yang Anda tawarkan. Ambilah foto/video terbaik atas lokasi tersebut sebagai bahan pemasaran.

4.       Dapatkan fotokopi leglitas properti.

Mintalah kepada penjual fotokopi legalitas properti seperti sertifikat dan IMB. Selain untuk mengetahui validitas properti yang akan dijual,fotokopi sertifikt tersebut dapat Anda kunakan untuk menyakinkan konsumen. Dari data yang tertera di dokumen legalitas tersebut Anda juga bisa mencocokan luas ukuran dan kelayakan harga.

5.       Buat Perjanjian tentang Komisi.

Buatlah suatu surat perjanjian tertulis agar jelas hak dan kewajiban broker maupun pemilik properti khususnya terkait komisi. Hal tersebut untuk mengantisispiasi perselisihan yang tidak diingankan di belakang hari.

6.       Pilih Notaris yang Tepat

Gunakanlah notaris yang bisa dipercaya dan mudah diajak koordinasi. Jangan sampai transaksi Anda gagal karena salah memilih notaris. Dari notaris Anda bisa mendapatkan data-data valid terkait perpajakan, biaya balik nama, dan perikatan.

7.       Tentukan target pasar

Tentukanlah pada segemen seperti apa properti tersebut akan ditawarkan, agar mempermudah Anda dalam melakukan pemasaran. Segmen tersebut bisa Anda kategorikan berdasarkan, pofesi, pendapatan, pendidikan, usia, lokasi dan lain-lain. Semakin lengkap dan tepat kategori yang Anda miliki, semakin mudah dalam Anda menentukan segmen pasar tertarget.

 8.       Gunakanlah Media Pemasaran yang Sesuai

Gunakanlah media pemasran yang sesuai dengan kategori target pasar yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Misalkan, untuk target pasara 50 tahun ke atas lebih suka dengan media cetak, balaiho dan whatsapp, untuk usia 25 s.d. 50 lebih hemat dengan Whatsapp, Instagram, Facebook, Website, dan Marketplace.

9.       Pantau terus perkembangannya

Pantaulah terus perkembangan properti tersebut, lakukan evaluasi berkala atas status dan perkembangan properti tersebut. Jangan sampai Anda terlewatakan atas status properti tersebut.


Demikian. Semoga bermanfaat!!

0 komentar:

Posting Komentar