http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

15 Alasan, Kenapa Seseorang Memilih Tinggal di Kampung daripada di Kota


Jual rumah Jogja

Pilihan untuk tinggal di kota atau di desa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Kota maupun desa memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian orang lebih memilih tinggal di desa daripada di kota. Berikut beberapa alasan, seseorang memilih tinggal di desa:


1. Lingkungan Yang Lebih Alami dan Lebih Sehat

Lingkungan di desa yang masih banyak ditumbuhi pepohonan membuat suasana desa terlihat lebih indah, alami, dan sehat. Dan tentu hal ini juga yang menjadi salah satu alasan seseorang lebih krasan tetap tinggal di desa. 

2. Jauh dari Polusi

Kota memang menyediakan banyak lapangan pekerjaan karena banyaknya industri dan pabrik, tentu ini menyebabkan kota menjadi padat penduduk. Tetapi, asap-asap pabrik dan kendaraan, limbah yang dibuang ke sungai, semua itu menyebabkan polusi dan tentu kota menjadi lingkungan yang kurang sehat. Berbeda dengan di desa, di samping pemandang masih asri, banyaknya tumbuhan dan pepohonan yang terus menjaga udara tetap segar. Ini menjadikan lingkungan tetap sehat dan bebas polusi. 

3. Pemandangan yang Indah dan Sehat

Seperti yang Anda ketahui, bahwa desa merupakan tempat yang hijau. Pepohonan, sungai, gunung, persawahan, menghiasi setiap tempat dan menjadi pemandangan yang indah. Pemandangan di desa merupakan pemandangan yang alami. Selain ini sedap dipandang mata, udara pun tetap terjaga dan sehat. Sehingga tidak jarang banyak orang kota yang datang melakukan refreshing ke tempat-tempat wisata alami di desa.

4. Suasana Desa Lebih Tenang sehingga Memunculkan Ide dan Inspirasi Baru

Suasana di desa memang tidak ramai seperti di kota, tetapi dengan keadaan seperti ini justru kehidupan menjadi terasa tenang bahkan terkadang memunculkan ide dan inspirasi baru.

 5. Biaya Hidup yang Lebih Rendah

Biaya hidup di desa terkadang lebih rendah daripada di kota, karena banyak kebutuhan pokok yang diproduksi sendiri oleh warga desa. Sebagai contoh misalnya, rata-rata warga desa memiliki sawah yang mereka kerjakan sendiri. Kelebihan hasil bumi tersebut tentu tidak mungkin dipakai sendiri semua, tetapi sebagian dijual. Dan tentunya apabila kita menjadi tetangga yang baik, bukan tidak mungkin, diberikan kesempatan untuk membeli dengan harga murah, bahkan gratis. Belum hasil bumi yang lain, ada sayuran, lauk pauk, dan banyak lainnya.

 6. Kerukunan

Berbeda dari masyarakat kota, kerukunan merupakan simbol penting bagi masyarakat desa, gotong-royong pun selalu tercermin dalam kehidupan mereka, contoh sederhana adalah kerja bakti. Tetapi tidak hanya kerja bakti, masih banyak hal yang menunjukan kerukunan masyarakat desa. Kerukunan dan gotong-royong inilah yang menyebabkan masyarakat desa saling mengenal satu dengan lainnya. Di kota, jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah komplek perumahan, kemungkinan Anda tidak akan menemukan orang tersebut, kecuali jika Anda bertanya tentang alamat dan nomor rumah. Ini sangat berbeda jika Anda menanyakan nama seseorang di sebuah desa, Anda akan diberitahu tempat tinggal orang tersebut meskipun Anda berada di jarak ratusan meter tanpa menanyakan alamat dan nomor rumah. 

7. Solidaritas Tinggi

Setelah Anda membaca contoh kecil kerukunan masyarakat di desa, semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya solidaritas masing-masing. Solidaritas inilah yang menyebabkan mereka saling rukun, saling mengenal, saling peduli, dan saling membantu.  Di desa, jika seseorang melihat tetangganya sedang sibuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan datang dan turut membantu tanpa harus dimintai tolong. Apalagi jka tetangga mengadakan sebuah acara pesta misalkan pernikahan, maka tetangga sekitar pun akan ikut membantu meskipun tidak dimintai tolong. Malah sebaliknya, mereka merasa malu jika tidak turut membantu. Ini adalah solidaritas tinggi antar sesama masyarakat desa.

 8. Sopan Santun dan Ramah Tamah

Masyarakat desa memang terkenal sopan santun dan ramah tamah, bahkan ketika saling bertemu di jalan pun mereka akan saling menyapa. Sopan santun dan ramah tamah ini adalah ciri khas yang diajarkan oleh orang-orang tua dulu. Banyak kasus bahwa anak-anak desa yang pergi ke kota akan menjadi sasaran bagi para penipu. Sebenarnya mereka tidak bodoh, hanya saja sopan santun dan ramah tamah terhadap sesama inilah yang selalu diajarkan dan sudah menjadi watak bagi masyarakat desa, sehingga mereka terlihat sangat lugu dan menjadi sasaran bagi para penipu di kota. Ini adalah bukti bahwa masyarakat desa sangat menjunjung nilai kesopanan dan keramahan. 

9. Adat dan Budaya Masih Dilaksanakan

Adat dan budaya merupakan warisan nenek moyang yang seharusnya tidak dibiarkan hilang begitu saja. Dan tentu saja dimana pun tempatnya, pasti ada adat dan budaya yang dulu pernah ditegakkan. Dalam kasus ini, masyarakat desa adalah masyarakat yang masih memegang adat dan budaya. Tentu saja ada banyak adat dan budaya, tergantung pada masing-masing desa, misalkan tilik bayi (menjenguk anak yang baru lahir), tilik wong loro (menjenguk orang sakit), dan masih banyak lagi adat dan budaya lainnya. Sedangkan di sisi lain, masyarakat kota bisa dikatakan sebagai masyarakat yang telah kehilangan budaya, ini dikarenakan adat dan budaya di kota sudah mulai luntur sepanjang perjalanan waktu.

 10. Tenang dan Tentram

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang bisa mempenaruhi ketenangan dan ketentraman. Desa merupakan tempat yang tenang dan tentram, dibanding suasana kota yang ramai dan banyak hiburan. Suasana desa yang asri dan pemandangan yang indah sangat cocok untuk memunculkan inpirasi dan ide-ide baru. Bahkan banyak orang yang ingin menenangkan diri dari berbagai masalah dengan pergi ke tempat-tempat yang asri seperti di desa. 

11. Tidak Ingin Jauh Dari Orang Tua dan Keluarga

Seperti halnya banyak orang desa yang tinggal di kota pada umumnya, mereka baru bisa mudik ke desa setelah satu bulan, satu tahun, atau beberapa tahun karena alasan sibuk mengurus pekerjaan. Waktu berkumpul bersama orang tua, keluarga, dan saudara pun bisa tidak bisa dinikmati setiap harinya. Orang tua dan keluarga merupakan salah satu alasan kuat mengapa seseorang masih tetap bertahan tinggal di desa, tentu alasan ini dikhususkan bagi mereka yang lahir di desa, apalagi bagi mereka yang orang tuanya sudah rapuh karena usia. Bagi mereka, hari-hari terasa lebih indah saat berkumpul bersama keluarga, saudara, dan orang tua. Selain itu, beberapa orang tua yang tidak tega anaknya tinggal di kota dan mendesak mereka untuk tetap tinggal di desa apa adanya. 

12. Mengabdi kepada Masyarakat dan Mengajarkan Ilmu

Alasan ini mungkin lebih cocok bagi para pelajar yang telah lulus setelah menjalani pendidikan bertahun-tahun di kota. Dengan segudang ilmu yang telah didapat, mereka ingin memanfaatkan dan mengajarkannya kepada generasi muda di desa agar tidak ketinggalan. Pemerintah juga masih menggalakkan kualitas pendidikan di setiap daerah dengan menempatkan sarjana muda ke beberapa desa terpencil. Selain itu, alasan untuk mengabdi kepada masyarakat pun tidak luput dari hal ini. Banyak sarjana lulusan kota yang mampu memajukan dan memakmurkan desa dari ide dan pemikiran mereka. Bahkan saat ini di desa-desa pun sudah banyak dokter dan perawat muda yang memberikan kelayakan kepada masyarakat di bidang kesehatan. 

13. Membangun Bisnis di Desa

Jika dibandingkan di kota, lahan di desa masih terbentang luas dan siap dimanfaatkan untuk megelola bisnis. Membangun sebuah bisnis di desa pun bisa lebih menguntungkan, apalagi pengeluaran dana untuk kebutuhan sehari-hari pun relatif lebih sedikit. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa saat ini di desa-desa sudah banyak berdiri bisnis dan perusahaan kecil.

 14. Tingkat Kriminalitas Lebih Rendah dan Lebih Aman

Jika melihat berita hangat di acara-acara televisi yang saat ini terjadi, misalkan kasus pembegalan dan perampokan, ini tentu membuat banyak orang merasa takut dan khawatir. Penipuan, pencopetan, pencurian, pembunuhan, dan hal-hal kriminal lainnya pun lebih banyak ditemui di daerah perkotaan.  Ya, memang kejadian kriminal pasti akan ditemui di setiap tempat, baik di desa maupun di kota. Namun, jika dilihat dari banyaknya berita yang dimuat, tingkat kriminalitas di kota lebih besar seperti halnya banyak orang mengatakan bahwa kehidupan di kota itu keras dan harus lebih berhati-hati. 

15. Syiar dan Budaya Agama Lebih Kental

Jika melihat sekaligus mendengar anak-anak kecil yang pandai mengaji, gadis-gadis yang memakai jilbab, serta suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang sering terdengar dari arah Masjid atau Musholla, tentu hati menjadi lebih nyaman dan bahagia, begitulah suasana Islami di daerah pedesaan.  Salah satu faktor utama mengapa lingkungan desa masih Islami adalah karena banyaknya pondok pesantren, tempat-tempat pengajian, dan budaya Islami yang masih dijalankan. Dengan demikian, syiar dan budaya Islami yang masih menghiasi lingkungan pedesaan tentu mendorong seseorang untuk tetap ikut terlibat di dalamnya. Inilah alasan penting mengapa seseorang lebih memilih tetap tinggal di desa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga pesantren. 


Demikian beberapa  alasan mengapa seseorang lebih memilih untuk tetap tinggal di desa meskipun daerah pedesaan lebih sederhana. Tinggal di desa maupun di kota memiliki kelebihan dan kekurangan, semoga Anda diberi kemudahan dalam memilih.

Semoga bermanfaat

Sumber: pelangiblog.com
              bjorngrotting.photoshelter.com


0 komentar:

Posting Komentar