http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

Daya Magnet Rumah Sisa Kolonial Belanda di Indonesia

Jual Rumah di Jogja
Rumah saya tempati (Syuting Anak Ahmad Dhani) 

Karena tugas dan pekerjaan "memakasa" saya untuk tinggal di perumahaan sisa kolonial Belanda di Indonesia. Mungkin bagi beberapa orang "ngeri" untuk tinggal di rumah "Loji" sisa kolonial ini. Tetapi bagi saya banyak pengalaman unik ketika selama kurang lebih 8 (delapan) tahun tinggal di rumah kuno ini. Satu hal unik yang ingin saya ceritakan adalah "daya magnet" rumah ini. Paling tidak saya ketemu public figure "efek" dari menempati rumah kuno ini. Ya... rumah-rumah  kuno ini sering digunakan untuk syuting, mulai dari Film Ainun Habibie, Soekarno, Hasyim Ashari , Video Klip Ahmad Bersaudara, dan masih banyak lagi (sudah agak lupa). Tak heran, hingga saat ini masih banyak orang yang berburu rumah Belanda untuk berbagai tujuan dari mulai buat shooting, foto, bahkan ditinggali. Meski sebagian orang menganggap rumah Belanda identik dengan kesan angker, tak bisa dipungkiri, karakternya yang kental nuansa klasik Eropa ala jaman kolonial menjadikan rumah Belanda tetap diminati. Rumah Belanda memiliki karakter yang khas yang membedakannya dari rumah – rumah biasa. Rumah – rumah ini memiliki kesan kokoh, sederhana, namun tetap artistik. Penggunaan warna putih sebagai warna dominan pada eksteriornya seakan – akan juga menjadi salah satu ciri rumah Belanda. Karakter rumah Belanda lain bisa Anda temukan di penjelasan di bawah ini.




Fitur khas rumah Belanda: Sebuah rumah dengan atap melengkung dan fasad simetris

Ciri bangunan Belanda yang paling nampak terlhat adalah penggunaan gambler roof (atap melengkung). Desainnya pun cenderung substansial, aplikatif, namun tetap atraktif. Selain itu, tampilan muka eksterior atau fasad cenderung simetris, meski ada juga beberapa rumah Belanda yang mengaplikasikan fasad asimetris. Fasad biasanya berupa segi empat, segi lima, atau segi enam. Pintu masuk bisa di bangun pada bagian tengah fasad, bisa juga berada di tepi kanan.
Selain itu, di rumah – rumah Belanda kita akan menemukan serambi atau porch yang ada di ground floor. Ujung dari roofline biasanya melebar. Yang pasti, tipe arsitektur bangunan Belanda yang ditemui di Indonesia sedikit berbeda dengan desain bangunan Belanda yang ada di negara asalnya. Hal ini karena menyesuaikan iklim dan kondisi angin di Indonesia.

Material pada bangunan Belanda

Bangunan atau rumah Belanda biasanya dibuat dengan memanfaatkan material seperti batu alam, batu bata, hingga clapboard siding, tergantung dengan lokasi rumah tersebut.

Denah ruang pada rumah Belanda

Denah ruangan pada rumah Belanda tak jauh berbeda dengan denah ruang pada rumah biasa, di mana terdapat area makan, area keluarga, kamar tidur, dan kamar tamu. Lantai atas biasa digunakan untuk kamar anak. Di tengah – tengah ruangan, terdapat area sentral yang langsung mengarah ke ruang – ruang utama dalam rumah tersebut.

Gaya furnitur pada rumah Belanda

Furnitur bernuansa Belanda di jaman kolonial bervariasi, mulai dari yang sederhana dengan yang dipenuhi ornamen pada permukaannya. Setelah itu, muncul teknik veneering dan marquetry yang cukup populer diaplikasikan pada furnitur bergaya Belanda. Kayu walnut merupakan kayu yang paling sering diaplikasikan dengan teknik veneering.
Pada kamar tidur, kita akan menemukan furnitur khas Belanda lain, misalnya lemari pakaian atau wardrobe yang cukup lebar. Biasanya ada ruangan kecil yang dibuat dengan sekat untuk memposisikan tempat tidur yang lokasinya agak terpisah dari posisi wardrobe, meski masih dalam satu ruangan.

Karya seni pada rumah Belanda

Di rumah – rumah Belanda, kita juga bisa menemukan ragam karya seni terpampang di beberapa sudut ruangan. Salah satunya adalah lukisan dari cat minyak. Karena di jaman dahulu, Belanda tengah gemar melakukan eksplorasi ke beberapa tempat di dunia lewat jalur laut, tak ayal dalam hal karya seni pun pemandangan laut paling sering ditemukan pada lukisan – lukisan Belanda. Tak heran, lukisan yang paling populer kala itu adalah lukisan bertema maritim.


Kemudahan dan keuntungan memiliki rumah Belanda

Rumah Belanda biasanya tidak terlalu tinggi dan jarang dibuat bertingkat. Kalaupun dibuat bertingkat, mereka lebih senang menerapkan bangunan 1, 5 lantai, di mana lantai atas tidak sebesar lantai bawah. Desainnya cenderung stabil, tradisional, namun mampu memberi kesan homey feeling. Dengan ukuran bangunan yang tak terlalu tinggi, rumah Belanda cocok sebagai tempat tinggal keluarga dengan anak kecil yang tengah tumbuh berkembang.
Atap sedikit melengkung yang ada pada rumah Belanda juga memberikan keuntungan tersendiri. Kita bisa lebih mudah meronovasi rumah atau menambah lantai tanpa terbebani biaya yang terlalu besar.

Kerugian memiliki rumah Belanda

Kelemahan karakter rumah Belanda yaitu denah ruang yang masih mengikuti gaya tradisional, dengan area makan yang terpisah, sehingga kurang sesuai dengan tren masa sekarang yang serba kasual dan simple.
Di samping kedua hal di atas, kekurangan lain dari rumah tradisional Belanda adalah keberadaan serambi atau porch. Kadang, serambi ini dibuat terlalu besar, namun diposisikan di tempat yang tidak strategis. Bahkan, porch ini lebih sering dibiarkan kosong dan jarang digunakan.

Semoga Bermanfaat!

Sumber: Pengalaman pribadi & architectaria.com

0 komentar:

Posting Komentar