Meskipun Harga Perumahan di Jogja Tinggi, Tetapi Tetap Diminati

Seperti dikutip dari krjogja.com, Jogja menjadi lokasi paling diminati setelah Bali bagi para pengembang untuk mendirikan rumah hunian. Jogja dipandang memiliki segudang keunggulan sehingga setiap rumah hunian yang dibangun ludes terjual dalam waktu singkat.
Saat ini tanah di Yogyakarta paling diminati setelah Bali
, meski harga tanahnya cepat sekali naik, hal itu tak mengurangi minat para pengembang untuk mendirikan perumahan di Jogja. Para pengembang yakin predikat kota pelajar dan pariwisata yang dimiliki Yogyakarta, serta kultur budaya masyarakat yang terkenal ramah, mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli rumah hunian di Yogya.
Harga tanah yang dibeli Rp 100 juta dua tahun lalu, saat ini sudah seharga Rp 200 juta. Kenaikannya cukup fantastis mencapai 100 persen.

Dengan melihat besarnya potensi bisnis properti di Jogja, banyak pengembang yang membangun perumahaan di Jogja dari yang skala kecil sampai developer raksasa. Tak butuh waktu lama, rumah-rumah tersebut telah laku terjual. Bahkan ada yang sudah laku meski bangunannya belum berdiri.

 Banyak pengembang yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli dengan uang muka ringan atau bisa juga KPR. M
inat masyarakat untuk memiliki hunian di Jogja sangat tinggi. Rumah yang paling dicari adalah model minimalis tipe 50 atau 60 dengan satu lantai maupun dua lantai. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 300 juta - Rp 600 juta yang menargetkan masyarakat ekonomi menengah.
Agar cepat laku terjual, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pembeli lebih suka memilih rumah yang memiliki kemudahan akses menuju pusat kota.
Dengan semakin padat dan mahalnya harga tanah di Kota Jogja, para pengembang cenderung memilih lokasi pembangunan perumahan ke wilayah utara (Sleman) atau ke selatan (Bantul).

Sumber: krjogja.com

Pages