http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

Harga Rumah di Jogja Diperkirakan Naik Hingga 20% di Tahun 2014

Jual Rumah Jogja
Kali ini saya akan menulis artikel lagi mengenai naiknya harga rumah di Jogja setelah beberapa kali saya menulis tentang hal ini seperti pada artikel-artikel sebelumnya yang juga membahas harga rumah di Jogja dan juga prospek investasi rumah di Jogja. Dari hasil riset sentimen pasar mencatat rata-rata daya beli properti masyarakat Indonesia berkisar Rp 250 juta. Yogyakarta masih menempati tiga besar area pencarian properti nasional. Sebanyak 23 persen responden survei tersebut siap dengan dana Rp 250 juta untuk membeli properti. Mereka terutama dari keluarga muda di perkotaan. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil 6-6,5 persen dan suku bunga yang stabil, dipercaya masyarakat punya peningkatan daya beli. Tetapi tentunya tidak drastis. Berdasarkan data, transaksi paling dominan untuk harga rumah Rp200 juta hingga Rp500 juta per unit. Yogyakarta menempati urutan ketiga pencarian properti yang diminati. Jumlah masyarakat yang tidak dapat memiliki properti masih cukup banyak. Ini disebabkan terus meningkatnya harga tanah dan rumah di sejumlah daerah di Indonesia. Pada 2012 harga properti meningkat sebesar 30 persen. Pada 2013 hingga 2014, diperkirakan harga perumahan kembali naik sekitar 15 persen hingga 20 persen. Akhirnya kemampuan mereka untuk membeli satu unit rumah pun tidak terkejar. Masyarakat kita yang masih dominan memang masyarakat menengah ke bawah. 

Sebab-sebab kenaikan harga rumah di Jogja antara lain:


  • Permintaan yang terus meningkat.


Permintaan rumah di Jogja sangat banyak, namun masih tidak diimbangi dengan tersedianya rumah yang ditawarkan.  

  • Harga tanah naik terus.


Jumlah tanah tidak akan pernah bertambah, sedangkan jumlah manusia terus bertambah. Sehingga terjadi kenaikan harga tanah yang terus menerus.

  • Kenaikan bahan bangunan.


Dengan adanya kebijakan pemerintah menaikan BBM dan adanya inflasi kenaikan bahan bangunan tidak bisa dihindari lagi.

  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi properti


Makin sadarnya masyarakat bahwa investasi properti adalah salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan dan aman. Pada properti tidak berlaku hukum high risk = high return.

  • Romantisme 


Banyak orang yang ingin memiliki rumah untuk menghabiskan masa pensiun atau sekedar untuk melepas lelah dalam kegiatan rutin bekerja.

Demikian tulisan dari saya semoga bermanfaat!




0 komentar:

Posting Komentar