Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Rumah ini kami jual dengan harga MURAH Rp 199 JUTA

Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Bisa Cash / Cash Bertahap

Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Rumah Kedaton, Pleret, Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Tips Memperoleh Rumah Murah di Jogja

Membeli rumah murah di Jogja menjadi impian sebagian orang. Namun mendapatkan rumah murah di Jogja memang bukan hal yang mudah. Permintaan rumah di Jogja memang sangat besar, hal ini bisa dimaklumi karena beberapa alasan:

  1. Jogja merupakan kota pelajar yang bisa dibilang menjadi pilihan utama bagi para pelajar.
  2. Jogja merupakan kota wisata, tujuan utama bagi para wisatawan baik dari luar negeri maupun wisatawan dalam negeri yang ingin menikmati waktu liburannya. 
  3. Di samping itu, alasan lain yang sering memicu naiknya harga rumah di yogyakarta karena permintaan para pembeli yang semakin hari semakin meningkat, biasanya para pencari rumah di jogja karena untuk tempat tinggal anaknya yang sedang menempuh pendidikan di kota jogja, menurut mereka dari pada harus menyewa mendingan membeli saja rumah lebihmemudahkan dan lebih memberikan kenyamanan juga bagi mereka sebagai orang tua ketika mau mengunjungi anaknya tidak kerepotan mencari tempat tinggal.
Berikut kami sampaikan tips agar anda bisa dengan mudah mendapatkan Rumah murah di jogja.


Anda bisa dengan mudah mengetahui informasi harga rumah yang mau di jual dan lokasi rumah dijual di Jogja dengan mudah.


2. Membeli Rumah Saat Orang Butuh Uang
Dalam hal ini anda bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan rumah murah ketika ada orang yang ingin menjual rumah karena alasan terdesak atau BU ( butuh uang ).

3. Secepatnya Mengambil ke putusan
Dalam memilih rumah yang ingin di beli maka saya sarankan anda jangan suka menunda untuk membelinya jika ada penawaran yang murah, karena kita tahu harga pasar property selalu mengalami kenaikan harga, jika anda terus menunda maka dipastikan anda tidak akan bisa mendapatkan harga yang murah untuk rumah yang andaingin beli, jika tahun ini harganya murah maka tahun depan bisa saja harganya naik dua kali lipat dari tahun ini, oleh sebab itujika ingin mendapatkan harga rumah murah khususnya wilayah jogja maka usahakan sesegera mungkin mengambil ke putusan yang mantap sebelum kesempatan itu hilang dan berlalu begitu saja.

 4. Manfaatkan Fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah KPR Syariah / KPR
Cara terakhir ini, mungkin bagi sebagian orang merupakan keputusan yang agak sulit tapi terkadang sering juga menjad solusi yang sangat membantu supaya bisa membeli rumah dengan mudah. 

Semoga Bermanfaat!

Sumber: lebahmaster.com

Jual Rumah di Jogja secara Online Lewat Internet

Dalam menjualrumah kami di Jogja kami sangat mengandalkan internet. Hampir 100% pembeli rumah saya mengetahui rumah yang saya jual lewat internet. Dengan internet saya bisa menjangkau pembeli dari seluruh dunia dengan biaya yang relatif murah dibandingkan cara pemasaran lainnya. Karena banyak orang luar Jogja yang ingin membeli rumah di Jogja sebagai tempat singgah selama belajar di Jogja, sebagai sarana investasi yang menguntungkan, ataupun sebagai tempat tinggal suatu saat nanti. Bahkan saya pernah menjual rumah dari pembeli yang sangat jauh. Kami belum pernah ketemu sebelumnya, sampai dengan saat inipun saya belum pernah bertemu dengan beliau.

Internet memang luar biasa saya tidak pernah beriklan di koran, membuat brosur, ataupun membuat leaflet. Saya hanya membuat baliho kecil yang saya pasang di lokasi rumah yang saya bangun dan sekitarnya. Baliho tersebut hanya sebagai penanda bahwa ada rumah yang dijual di sekitarnya. Pilihan terbaik untuk menggunakan iklan pemasaran rumah dijual di Jogja melalui media online atau offline tergantung kebutuhan. Kombinasi dua jenis pemasaran tersebut, yaitu online dan offline menjadi nilai lebih dalam memasarkan rumah di Jogja.  

Untung Beli Rumah Cara KPR atau Cash Ya?

Membeli properti jarang kita temui kerugian, pilihannya hanya lebih untung mana? Ada dua cara yang umum dalam membeli properti khususnya rumah di Jogja yang umum yaitu cash atau kredit (KPR). Namun diantara kedua cara tersebut, mana yang lebih menguntungkan? Mari kita cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing cara tersebut.

Jika memiliki dana segara lebih baik jika membeli rumah di Jogja secara cash. Selain anda terbebas dari biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain. Kenaikan harga rumah atau properti yang Anda beli total menjadi milik Anda alias tidak dikurangi biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain akibat KPR.Namun memilih beli rumah secara kredit KPR bisa menjadi pilihan jika dana tunai yang dimiliki tidak dapat mencukupi pembelian rumah secara tunai. Namun Anda harus mempersiapkan dana darurat untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Sesuaikan pula pengeluaran dan kebutuhan per bulan dengan pilihan KPR yang ada.Jadi sebelum memilih cara membeli rumah di Jogja sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Untung beli properti dengan cara KPR atau cash? Semua tergantung kepada kemampuan keuangan Anda. Membeli properti secara cash lebih aman. Memang membeli KPR bisa menguntungkan karena sebagian dana yang tersisa bisa digunakan untuk investasi lain. Namun, tidak selamanya bisa menguntungkan. Ini dikarenakan suku bunga bank yang fluktuatif.




Sumber:  pakarinvestasi.blogdetik.com

CARA MEMBUAT IKLAN JUAL RUMAH DI JOGJA LEBIH EFEKTIF

Menjual rumah di Jogja memang hal yang menantang, kenapa menantang? Permintaan rumah di Jogja memang banyak, namun orang yang menjual rumah di Jogja juga tidak kalah banyak. Kita sebagai penjual rumah di Jogja harus pintar-pintar membuat strategi pemasaran rumah di Jogja. Kenapa menjual rumah di Jogja memerlukan strategi? Hal ini karena kalau kita tidak menggunakan trik dan cara yang baik bisa-bisa rumah kita tidak laku-laku. Salah satu cara menjual yang hemat dan efektif adalah dengan menggunakan media iklan di Internet maupun di media cetak. Agar iklan yang kita buat efektif maka akan kita sampaikan beberapa trik sederhan menjual rumah khususnya di Jogja;
  1. Supaya iklan rumah yang dijual lebih menarik perhatian calon pembeli, sertakan foto rumah atau properti yang akan dijual, minimal 1 foto dengan kualitas yang baik.
  2. Munculkan harga jual rumah yang akan dijual agar orang yang mencari bisa mudah mencari sesuai anggaran.
  3. Buatlah judul iklan yang menarik, misalnya "Jual Rumah lingkungan Murah di Jogja".
  4. Perilah penjelasan atau deskripsi iklan rumah yang di jual secara lebih rinci atau keterangan Lain. 
  5. Tambahkan hadiah untuk calon pembeli rumah, misalkan perabot rumah tangga, motor, atau umroh. 
  6. Tambahkan kemudahan dalam bertransaki.  
Semakin detail informasi iklan rumah yang akan dijual, semakin besar kemungkinan terjual. Semoga bermanfaat.

Cara Survei Saat Mau Beli Rumah di Jogja

Saat Anda ingin membeli rumah di Jogja, tidak ada salahnya melakukan survei terlebih dahalu. Agar anda hemat energi dan biaya. Harapan mendapatkan rumah yang  berkualitas dan harga sesuai dari penjual rumah di Jogja tidak hanya impian. Survei rumah memang  hal yang gampang-gampang susah saat ini. Gampang kalau kita mengetahui cara dan trik mencari. Menjadi susah ketika kita tidak mengetahui caranya.

Berikut akan kami sampaikan cara survei rumah yang praktis dan efisien di Jogja. Pertama gunakan media yang ada, bisa melalui iklan di koran atau internet. Di sini saya kan menyampaikan cara survei melalui internet karena saya anggap melalui  internet informasi yang kita cari bisa ditemukan dengan mudah dan lengkap melalui internet. Carilah iklan mengenai rumah dijual di Jogja atau yang diinginkan dengan kisaran harga tertentu.  Cari  sebanyak-banyakanya referensi yang ada, catat harga, tipe, dan lokasi.  Setelah mengantongi data referensi rumah tersebut, luangkan waktu satu hari untuk melakukan survei secara berurutan dari lokasi terdekat. Jangan lupa sambil menuju ke lokasi yang dicari, lihat kanan–kiri, barangkali ada iklan perumahaan yang di tawarkan. Kalau melihat iklan perumahaan di jalan langsung disurvei sekalian.Setelah survei di lapangan secara langsung, Anda bisa memutuskan mana perumahaan yang Anda sukai. Anda juga bisa menentukan mana rumah yang harganya sesuai dengan bangunan dan lokasi.  Setelah itu lakukan negosiasi dan tentukan cara pembayarannya. Semoga bermanfaat!


Harga Rumah di Jogja Selalu Naik

Kenapa harga rumah di Jogja selalu naik setiap tahunnya?  Setahun yang lalu masih banyak developer perumahaan yang menjual rumah di Jogja dengan harga di bawah 200 juta. Namun saat ini jika Anda mencari rumah di Jogja dengan harga di bawah 200 juta, Anda akan kesulitan. Kalaupun ada lokasinya sangat jauh dari Kota Jogja dan dengan model dan kualitas bangunan yang relatif biasa-biasa saja. Hal ini karena pengembang harus menyesuaikan antara biaya produksi, terutama tanah dengan harga jual.

Kenapa harga jual rumah di Jogja sangat tinggi padahal biaya hidup di Jogja relatif  murah. Hal utama yang menyebabkan harga jual rumah di Jogja sangat tinggi adalah banyaknya permintaan akan pembelian rumah di Jogja. Banyak pendatang yang merasa nyaman tinggal di Kota ini, entah karena nostalgia, kuliah, atau menghabiskan masa pensiun di Jogja.
Banyaknya permintaan pembelian rumah di Jogja, sebagai akibatnya banyak pula permintaan akan tanah. Banyaknya permintaan tanah menyebabkan harga tanah terus naik. Sehingga pengembang harus menjual rumah di Jogja dengan harga tinggi karena tanah yang dibeli sudah dengan harga yang tinggi pula.

Siapa yang Mampu Jual Rumah Murah di Jogja?

Menjual rumah murah di Jogja memang menjadi impian banyak pengembang di Yogyakarta. Namun masalahnya adalah tanah di Jogja sudah sangat tinggi. Sehingga untuk menjual dengan harga yang disubsidi pemerintah sangat sulit. Developer harus mencari lahan dengan harga Rp 100.000,-/m2 agar bisa mewujudkan. Pertanyaannya adalah adakah tanah dengan harga tersebut di Jogja? Kalau di sekitar Kota Jogja sudah sangat sulit. Pengembang banyak berharap kepada pemerintah bisa menaikan ketentuan harga rumah bersubsidi agar bisa membantu kebutuhan masyarakat memenuhi kebutuhan rumah yang murah, berkualitas, dan layak di Yogyakarta.
Saat ini tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan rumah. Masalah utama yang menyebabkan masyarakat belum bisa memenuhi kebutuhan rumah adalah harga rumah yang tidak terjangkau oleh golongan masyarakat menengah ke bawah. Hasil pooling yang kami lakukan menunjukan bahwa 80 % masayarakat menginginkan rumah yang murah daripada rumah yang berkualitas, lokasi strategis, dan faktor lainnya. Hal ini bisa dimaklumi karena harga rumah di Jogja sudah sangat tinggi. Para developer perumahaan berharap ingin membangun rumah murah agar bisa diserap dari segmen menengah ke bawah sampai menengah atas. semoga bermanfaat.

Meskipun Harga Perumahan di Jogja Tinggi, Tetapi Tetap Diminati

Seperti dikutip dari krjogja.com, Jogja menjadi lokasi paling diminati setelah Bali bagi para pengembang untuk mendirikan rumah hunian. Jogja dipandang memiliki segudang keunggulan sehingga setiap rumah hunian yang dibangun ludes terjual dalam waktu singkat.
Saat ini tanah di Yogyakarta paling diminati setelah Bali
, meski harga tanahnya cepat sekali naik, hal itu tak mengurangi minat para pengembang untuk mendirikan perumahan di Jogja. Para pengembang yakin predikat kota pelajar dan pariwisata yang dimiliki Yogyakarta, serta kultur budaya masyarakat yang terkenal ramah, mampu menjadi magnet bagi masyarakat untuk membeli rumah hunian di Yogya.
Harga tanah yang dibeli Rp 100 juta dua tahun lalu, saat ini sudah seharga Rp 200 juta. Kenaikannya cukup fantastis mencapai 100 persen.

Dengan melihat besarnya potensi bisnis properti di Jogja, banyak pengembang yang membangun perumahaan di Jogja dari yang skala kecil sampai developer raksasa. Tak butuh waktu lama, rumah-rumah tersebut telah laku terjual. Bahkan ada yang sudah laku meski bangunannya belum berdiri.

 Banyak pengembang yang memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli dengan uang muka ringan atau bisa juga KPR. M
inat masyarakat untuk memiliki hunian di Jogja sangat tinggi. Rumah yang paling dicari adalah model minimalis tipe 50 atau 60 dengan satu lantai maupun dua lantai. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 300 juta - Rp 600 juta yang menargetkan masyarakat ekonomi menengah.
Agar cepat laku terjual, pemilihan lokasi menjadi kunci utama. Menurutnya, pembeli lebih suka memilih rumah yang memiliki kemudahan akses menuju pusat kota.
Dengan semakin padat dan mahalnya harga tanah di Kota Jogja, para pengembang cenderung memilih lokasi pembangunan perumahan ke wilayah utara (Sleman) atau ke selatan (Bantul).

Sumber: krjogja.com

Cara Memperbaiki Kusen Kayu yang Retak

Kali ini kami akan membahas mengenai perawatan rumah. Rumah yang kita beli atau kita buat dengan harga yang tidak sedikit, sayang kalau rusak hanya karena kita malas atau tidak tahu cara merawatnya. Kali ini kami akan membahas mengenai keretakan pada kayu kusen, pintu, dan jendela. Keretakan pada kayu kusen, pintu, dan jendela biasanya terjadi karena penyusutan kayu. Dari pada memanggil tukang, mengapa Anda tidak mencoba untuk memperbaikinya sendiri.

Dikutip dari buku Home Repairing Solusi Mudah Atasi Kerusakan Rumah Karangan Gria Kreasi, Sabtu (23/8/2014) ada langkah mudah yang bisa Anda simak untuk memperbaiki keretakan pada kayu kusen ini. Berikut penjelasannya.

Pertama, siapkan alat dan bahan seperti dempul kayu, ampelas, kuas, kape serap dan pelitur. Tutup bagian yang retak dengan dempul kayu. Tunggu beberapa saat hingga dempulan kering.

Kemudian, ampelas permukaan kayu yang kurang rapi hingga menjadi rata. Terakhir, lapisi permukaan kayu dengan pelitur. Bagaimana, mudah bukan? Semoga Bermanfaat!!




Sumber: property.okezone.com