Rumah Jalan Imogiri Barat, Ketonggo, Yogyakarta

Rumah kami jual dengan harga MURAH Rp 299 Juta

TANAH KAVLING Jalan Imogiri Barat, Ketonggo, Yogyakarta

TANAH KAVLING Murah Harga Mulai Rp 90 Juta

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Rumah ini kami desain dengan detail dan elegan.

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Kami bangun rumah ini dengan kualitas bangunan terbaik.

Rumah Jalan Imogiri Timur, Ketonggo, Yogyakarta

Beli Sekarang Sebelum Naik Lagi!

Rumah Jalan Imogiri Timur,Ketonggo, Yogyakarta

Ingat investasi properti "pasti" untung, Beli sekarang sebelum harga naik lagi!

http://dijualrumahjogja.com/feeds/posts/default?max-results=200
sakinaland pengembang perumahan terpercaya Yogyakarta

Supaya Tidak Kecewa Saat Membeli Rumah.


Membeli rumah adalah salah satu bagian terbesar dalam hidup sebagian besar masyrakat. Selain karena rumah merupakan kebutuhan primer, rumah juga merupakan salah satu pembelian yang besar dalam hidup kita. Maka ketelitian dalam membeli rumah merupakan suatu yang perlu kita perhatikan agar tidak menyesal di kemudain hari. 

Sebelum kesepakatan jual beli rumah terjadi sebaiknya agar Anda tidak menyesal setelah kesepakatan pembelian rumah dilakukan, sebelumnya Anda perlu cermat, teliti dan jeli dalam melihat kondisi rumah tersebut. Jangan sampai rumah yang semula Anda anggap harganya sangat sesuai bahkan terbilang murah, ternyata tidak lama setelah menempatinya Anda harus melakukan renovasi besar-besaran karena kondisi rumah yang tak layak huni.Untuk menghindari hal tersebut terjadi, berikut tips seputar cara mengetahui kondisi rumah yang akan Anda beli yang dikutip dari buku 101 Top Tip Membeli Rumah karangan Laksamana Media.

Pertama, dimulai dari bagian luar rumah yaitu garasi. Jika Anda memiliki kendaraan baik motor ataupun mobil, maka perhatikanlah ketersediaan garasi pada rumah yang Anda incar. Lihatlah apakah garasi tersebut masih berfungsi dengan baik. Amati pintu, langit-langit dan atap serta ukuran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sedangkan jika Anda tidak memiliki kendaraan, garasi ini bisa Anda alih fungsikan menjadi gudang atau ruang usaha di rumah. Nah, karena garasi ini banyak kegunaan, pastikan kondisi garasi tersebut layak pakai.Masuk ke bagian dalam rumah, bagian pertama kali yang harus Anda cek adalah kamar mandi. Bila kamar mandi tersebut kotor dan tidak terawat, maka sudah tentu keluarga tersebut tidak menjaga kebersihan.

Perhatikan kamar mandi tersebut dengan seksama. Bila keadaan kamar mandi dalam rumah tersebut terlampau kotor, maka Anda tidak bisa membersihkannya dengan cara biasa. Anda tentu membutuhkan jasa pembersih kamar mandi. Dan tentunya ini akan menambah pengeluaran Anda.Perhatikan pula kondisi bak mandi dan toilet. Lihat apakah keduanya berfungsi dengan baik. Amati apakah ada kebocoran atau tidak dan pastikan pembuangan toilet dapat berfungsi dengan baik.

Bagian atap rumah. Bagian ini merupakan bagian yang paling mudah diamati pada saat musim penghujan tiba. Rumah yang tak bocor saat hujan pastinya menandakan kondisi atap masih tetap baik. Tetapi, tentunya Anda tidak bisa menunggu musim penghujan tiba untuk melakukan pengecekan ini.

Cara mengakalinya, Anda cukup mencermati langit-langit rumah Anda. Bila Anda mendapatkan noda bekas rembesan air, maka patut dicurigai kondisi atap tersebut tidak lagi baik. selain itu, jangan lupa pula melakukan pengamatan pada dinding rumah. Atap yang bocor biasanya meninggalkan noda air yang merembes pada dinding.

Selain dinding menjadi kotor, rembesan ini juga membuat langit-langit menjadi lapuk. Selain atap, pastikan Anda tidak mendapati tikus, kecoa atau serangga lainnya berseliweran. Sebab, pastinya binatang-binatang tersebut sangat mengganggu.

Nah, agar binatang ini tidak mengganggu Anda, perhatikanlah setiap lubang yang tak semestinya ada di beberapa bagian rumah, misalnya di bagian bawah pintu atau ventilasi dapur. Jangan sampai Anda harus berbagi rumah baru Anda dengan penghuni lama seperti mereka. 


Semoga Bermanfaat!


Sumber: sumutpos.co



Nasib Sektor Properti di Indonesia Kuncinya Ada di Jokowi

Rumah Bantul

Saat sektor properti lesu seperti ini, kepastian sangat dibutuhkan para pelaku bisnis dan industri properti di Indonesia. Terutama, kepastian dalam menetapkan peraturan atau regulasi baru, pasti dalam menjamin, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta pasti dalam keseriusan mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur.

Bagi dunai bisnis, bisnis apapun jenisnya semua butuh kepastian. Tak pelak lagi industri properti juga butuh kepastian. Kuncinya ada di Presiden Joko Widodo (Jokowi), bagaimana kemudian mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tidak mengombang-ambingkan pasar dalam ketidakpastian. Kendati penjualan beberapa pengembang yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah justru anjlok prospek bisnis properti masih ada peluang, yakni kebutuhan hunian yang belum terpenuhi setiap tahun secara maksimal. 

Sektor properti secara umum lesu, namun investor asing masih akan melihat Indonesia sebagai peluang besar yang harus ditaklukkan. Indonesia adalah kesempatan investor untuk mengambil alih properti-properti, dan lahan-lahan potensial untuk dikembangkan.

Kepastian percepatan infrastruktur, dan kepastian menerapkan regulasi baru seperti pengenaan perpajakan (PPN, PBB, NJOP, dan PPnBM) yang dapat menarik minat investor sehingga aksi ekspansinya terakomodasi.

Jika pemerintah mampu menjadikan dua faktor utama tersebut di atas yakni infrastruktur dan kepastian regulasi, maka bisnisr properti Indonesia akan lebih maju dan kebutuhan perumahaan bagi masyarakat terakomodasi.

Mencermati konstelasi saat ini, memang bagi pengembang adalah masa-masa sulit. Namun sebaliknya bagi investor merupakan peluang besar mendapatkan aset-aset bagus yang bakal melonjak harganya dalam waktu ke depan.
Semoga Bermanfaat!


Sumber: properti.kompas.com
Gambar: picssr.com

Saat Ekonomi Lesu dan Rupiah Melemah Seperti Saat Ini, Saatnya Beli Rumah!

Jual Rumah Murah Yogyakarta
Gambar: pelitaonline.com

Pasar properti pada kuartal I 2015 dinilai melambat dengan penurunan permintaan. Penurunan terjadi akibat masih buruknya kondisi makroekonomi Indonesia sehingga memicu pelemahan daya beli masyarakat. Kendati demikian, penurunan bukan hanya terjadi pada sektor properti tetapi sektor lain pun ikut terpukul.Permintaan menurun sejak awal Januari yang diperkirakan mencapai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Secara makro, kondisi ini terjadi tidak hanya pada properti, yang dipicu faktor suku bunga belum turun, harga BBM fluktuatif, dan faktor ekonomi lain.

Kondisi serupa terjadi pada permintaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sudah dapat diperkirakan inflasi, pengaruh harga BBM, serta kenaikan upah pada awal tahun lalu yang akan menjadi penghambat daya beli masyarakat menjadi rendah.

Namun dari sisi manajemen investasi properti atau rumah ada prinsip sederhana yaitu beli properti atau rumah saat harga rendah dan jual rumah saat harga tinggi.  Salah satu memanage portofolio investasi adalah di bidang properti. Pengembang properti / perumahaan di Indonesia tidak pernah sepi dari pengembang besar dengan modal tidak terbatas sampai pemodal kelas gurem ada di Indonesia. Bahkan yang hanya bermodal “omongan alias abab” juga menikmati gurihnya bisnis properti. Jika ekonomi lagi lesu seperti saat ini, di saat rupiah melemah tak berdaya efek langsung ke properti adalah penjualan lesu. Saat rumah ulit dijual seperti inilah pembeli seharusnya mulai bergerak mengambil keputusan untuk membeli rumah. Pengembang tentu saja ingin segera menjual rumah yang sedang dikembangkan karena kebutuhan cash flow untuk perputaran usaha. Terlebih banyak pengembang yang mengunakan dana dari pembiayaan perbankan sehingga harus segera menutup hutang sebelum jatuh tempo. Pengembang akan mulai melakukan promo dari menjual dengan harga diskon, bonus, bahkan menjual dengan harga di bawah target. Dalam kondisi seperti ini pembei rumah dapat mengambil celah untuk bernegosiasi kepada pengembang untuk mendapatkan harga terbaik. Dan saat kondisi ekonomi membaik nanti investasi properti bisa dilepas pada  harga tertinggi agar medapatkan gain terbaik.
Semoga bermanfaat!!


Dua Faktor yang Jadi Penyebab Harga Rumah Sulit Turun

Jual rumah murah di Jogjakarta Yogyakarta
Rumah Murah merupakan impian banyak orang. Namun impian membeli rumah layak dengan harga murah terkadang hanya menjadi cita-cita yang tidak kunjung terkejar. Menurut Presiden Direktur Tony Eddy & Associates, Tony Eddy, menyebut dua faktor utama sebagai penyebab harga rumah tak akan pernah turun.
Dua faktor utama tersebut adalah jumlah populasi yang terus tumbuh. Laporan Bank Dunia menyebut, jumlah penduduk Indonesia pada 2014 mencapai 252,8 juta jiwa. Populasi naik, otomatis kebutuhan rumah pun meningkat. 
Sementara di sisi lain, pasokan rumah yang ada belum dapat memenuhi tingginya kebutuhan tersebut. Saat ini saja, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) kebutuhan hunian yang belum dipenuhi (back log) sekitar 13 juta unit.
"Faktor kedua adalah tingkat inflasi. Tingkat inflasi berdampak langsung terhadap harga dan perubahan harga rumah," tutur Tony.
Tingkat inflasi, menurut laporan Bank Indonesia, terus merangkak naik dalam lima bulan terakhir. Sejak Agustus 2014, tingkat inflasi berada pada level 3,99 persen, kemudian melonjak bulan berikutnya menjadi 4,53 persen, dan bertutur-turut pada Oktober, November, dan Desember sebesar 4,83 persen, 6,23 persen, dan 8,36 persen. 
Angka inflasi yang salah satunya disebabkan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM), ini mengerek harga-harga material bangunan semakin meroket. Pada gilirannya, ongkos produksi rumah pun ikut melonjak. Saat harga BBM naik tahun lalu, mendorong biaya material juga naik, ongkos tukang pun ikut naik. Selain itu, belanja pegawai mau tak mau naik karena harga kebutuhan sehari-hari ikut berubah. Semua komponen itu yang mendongkrak harga rumah terus melambung. 
Maka mari kita segera membeli rumah sebelum harga rumah semakin tidak terkejar. Mulai bergerak sesuai kemampuan kita. Semoga Bermanfaat!
Sumber: tribunnews.com


Harga Tanah yang Tinggi di Yogyakarta, Apakah Saatnya Bangun Apartemen?

Tingginya harga lahan di Yogyakarta seiring dengan ketersediannya yang terbatas mulai merubah orientasi pengembang perumahaan di Yogyakarta. Saat ini saja harga lahan di dalam kota mencapai saran Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi dipatok untuk lahan yang berada di pusat bisnis dan komersial yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan pinggiran (sub urban) seperti Sleman, Bantul, dan Kulonprogo, sudah menembus level Rp 500.000 sampai Rp 3 juta per meter persegi.

Dua tahu terakhir pemasaran dan pengembangan apartemen mulai menyita ruang-ruang publik. Menurut data DPD REI Yogyakarta, saat ini terdapat 20 proyek apartemen, baik yang sedang dalam proses konstruksi maupun perizinan.

Menurut Ketua DPD REI Daerah Istimewa Yogyakarta, Remigius Edi Waluyo, sudah saatnya bagi Yogyakarta untuk mempertimbangkan membangun secara vertikal sebagai dampak dari kelangkaan lahan, dan juga tuntutan pasar yang menginginkan kehidupan urban serba praktis dan dekat dengan pusat aktivitas. 

"Selain itu, membangun apartemen lebih efisien karena hanya memakan lahan tak sampai 1 hektar untuk setiap menara. Sementara membangun rumah dengan harga lahan demikian tinggi menjadi tidak feasible (layak perhitungan)," ujar Edi kepada Kompas.com, Selasa (29/4/2014).

Hanya, menjadi pertanyaan besar adalah siapa pembeli apartemen-apartemen tersebut? Apakah warga Yogyakarta siap mengadopsi gaya hidup vertikal?

Edi sendiri mengakui bahwa pasar properti Yogyakarta, masih didominasi oleh pembeli asal Jakarta, dan luar Pulau Jawa. Mereka membeli unit-unit properti dengan motivasi beragam. 

"Namun, paling banyak adalah motif investasi dengan ekspektasi keuntungan dan imbal hasil dari transaksi penyewaan kembali. Selebihnya membeli unit properti untuk digunakan sebagai tempat tinggal anaknya selama bersekolah di Yogyakarta," tambah Edi.

Demikian halnya dengan apartemen. Edi mengungkapkan, pembeli apartemen juga tak jauh beda dengan konsumen jenis properti lainnya seperti rumah. "Mereka adalah orang-orang Jakarta, Balikpapan, Medan, Surabaya, dan Makassar. Porsi pembeli lokal kurang dari separuhnya," cetusnya. 

Meskipun laku terjual untuk apartemen tertentu, pasar apartemen Yogyakarta belum terbentuk. Dari sejumlah 20 proyek apartemen, beberapa sudah dikonversi menjadi kondominium hotel (kondotel). 

"Langkah tersebut sangat realistis, karena pasar apartemen belum ada. Terlebih sekarang, di mana sektor properti sedang melemah. Penjualan rumah saja turun 10 persen hingga 15 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak pengembang merekondisi target penjualan," papar Agung. 

Agung menambahkan, jika investor asal luar kota yang mendominasi pembelian apartemen, lantas siapa yang tinggal di dalamnya? "Transaksi sewa di pasar sekunder juga tidak kelihatan geliatnya. Pasalnya, Yogyakarta tidak seperti Jakarta dan Surabaya yang sudah memiliki pasar pasti dan gaya hidup juga mendukung," tandasnya.


sumber: properti.kompas.com

Tips Memperoleh Rumah Murah di Jogja

Membeli rumah murah di Jogja menjadi impian sebagian orang. Namun mendapatkan rumah murah di Jogja memang bukan hal yang mudah. Permintaan rumah di Jogja memang sangat besar, hal ini bisa dimaklumi karena beberapa alasan:

  1. Jogja merupakan kota pelajar yang bisa dibilang menjadi pilihan utama bagi para pelajar.
  2. Jogja merupakan kota wisata, tujuan utama bagi para wisatawan baik dari luar negeri maupun wisatawan dalam negeri yang ingin menikmati waktu liburannya. 
  3. Di samping itu, alasan lain yang sering memicu naiknya harga rumah di yogyakarta karena permintaan para pembeli yang semakin hari semakin meningkat, biasanya para pencari rumah di jogja karena untuk tempat tinggal anaknya yang sedang menempuh pendidikan di kota jogja, menurut mereka dari pada harus menyewa mendingan membeli saja rumah lebihmemudahkan dan lebih memberikan kenyamanan juga bagi mereka sebagai orang tua ketika mau mengunjungi anaknya tidak kerepotan mencari tempat tinggal.
Berikut kami sampaikan tips agar anda bisa dengan mudah mendapatkan Rumah murah di jogja.


Anda bisa dengan mudah mengetahui informasi harga rumah yang mau di jual dan lokasi rumah dijual di Jogja dengan mudah.


2. Membeli Rumah Saat Orang Butuh Uang
Dalam hal ini anda bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan rumah murah ketika ada orang yang ingin menjual rumah karena alasan terdesak atau BU ( butuh uang ).

3. Secepatnya Mengambil ke putusan
Dalam memilih rumah yang ingin di beli maka saya sarankan anda jangan suka menunda untuk membelinya jika ada penawaran yang murah, karena kita tahu harga pasar property selalu mengalami kenaikan harga, jika anda terus menunda maka dipastikan anda tidak akan bisa mendapatkan harga yang murah untuk rumah yang andaingin beli, jika tahun ini harganya murah maka tahun depan bisa saja harganya naik dua kali lipat dari tahun ini, oleh sebab itujika ingin mendapatkan harga rumah murah khususnya wilayah jogja maka usahakan sesegera mungkin mengambil ke putusan yang mantap sebelum kesempatan itu hilang dan berlalu begitu saja.

 4. Manfaatkan Fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah KPR Syariah / KPR
Cara terakhir ini, mungkin bagi sebagian orang merupakan keputusan yang agak sulit tapi terkadang sering juga menjad solusi yang sangat membantu supaya bisa membeli rumah dengan mudah. 

Semoga Bermanfaat!

Sumber: lebahmaster.com

Jual Rumah di Jogja secara Online Lewat Internet

Dalam menjualrumah kami di Jogja kami sangat mengandalkan internet. Hampir 100% pembeli rumah saya mengetahui rumah yang saya jual lewat internet. Dengan internet saya bisa menjangkau pembeli dari seluruh dunia dengan biaya yang relatif murah dibandingkan cara pemasaran lainnya. Karena banyak orang luar Jogja yang ingin membeli rumah di Jogja sebagai tempat singgah selama belajar di Jogja, sebagai sarana investasi yang menguntungkan, ataupun sebagai tempat tinggal suatu saat nanti. Bahkan saya pernah menjual rumah dari pembeli yang sangat jauh. Kami belum pernah ketemu sebelumnya, sampai dengan saat inipun saya belum pernah bertemu dengan beliau.

Internet memang luar biasa saya tidak pernah beriklan di koran, membuat brosur, ataupun membuat leaflet. Saya hanya membuat baliho kecil yang saya pasang di lokasi rumah yang saya bangun dan sekitarnya. Baliho tersebut hanya sebagai penanda bahwa ada rumah yang dijual di sekitarnya. Pilihan terbaik untuk menggunakan iklan pemasaran rumah dijual di Jogja melalui media online atau offline tergantung kebutuhan. Kombinasi dua jenis pemasaran tersebut, yaitu online dan offline menjadi nilai lebih dalam memasarkan rumah di Jogja.  

Untung Beli Rumah Cara KPR atau Cash Ya?

Membeli properti jarang kita temui kerugian, pilihannya hanya lebih untung mana? Ada dua cara yang umum dalam membeli properti khususnya rumah di Jogja yang umum yaitu cash atau kredit (KPR). Namun diantara kedua cara tersebut, mana yang lebih menguntungkan? Mari kita cari tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing cara tersebut.

Jika memiliki dana segara lebih baik jika membeli rumah di Jogja secara cash. Selain anda terbebas dari biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain. Kenaikan harga rumah atau properti yang Anda beli total menjadi milik Anda alias tidak dikurangi biaya administrasi bank, margin, bunga, dan lain-lain akibat KPR.Namun memilih beli rumah secara kredit KPR bisa menjadi pilihan jika dana tunai yang dimiliki tidak dapat mencukupi pembelian rumah secara tunai. Namun Anda harus mempersiapkan dana darurat untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Sesuaikan pula pengeluaran dan kebutuhan per bulan dengan pilihan KPR yang ada.Jadi sebelum memilih cara membeli rumah di Jogja sebaiknya sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Untung beli properti dengan cara KPR atau cash? Semua tergantung kepada kemampuan keuangan Anda. Membeli properti secara cash lebih aman. Memang membeli KPR bisa menguntungkan karena sebagian dana yang tersisa bisa digunakan untuk investasi lain. Namun, tidak selamanya bisa menguntungkan. Ini dikarenakan suku bunga bank yang fluktuatif.




Sumber:  pakarinvestasi.blogdetik.com

CARA MEMBUAT IKLAN JUAL RUMAH DI JOGJA LEBIH EFEKTIF

Menjual rumah di Jogja memang hal yang menantang, kenapa menantang? Permintaan rumah di Jogja memang banyak, namun orang yang menjual rumah di Jogja juga tidak kalah banyak. Kita sebagai penjual rumah di Jogja harus pintar-pintar membuat strategi pemasaran rumah di Jogja. Kenapa menjual rumah di Jogja memerlukan strategi? Hal ini karena kalau kita tidak menggunakan trik dan cara yang baik bisa-bisa rumah kita tidak laku-laku. Salah satu cara menjual yang hemat dan efektif adalah dengan menggunakan media iklan di Internet maupun di media cetak. Agar iklan yang kita buat efektif maka akan kita sampaikan beberapa trik sederhan menjual rumah khususnya di Jogja;
  1. Supaya iklan rumah yang dijual lebih menarik perhatian calon pembeli, sertakan foto rumah atau properti yang akan dijual, minimal 1 foto dengan kualitas yang baik.
  2. Munculkan harga jual rumah yang akan dijual agar orang yang mencari bisa mudah mencari sesuai anggaran.
  3. Buatlah judul iklan yang menarik, misalnya "Jual Rumah lingkungan Murah di Jogja".
  4. Perilah penjelasan atau deskripsi iklan rumah yang di jual secara lebih rinci atau keterangan Lain. 
  5. Tambahkan hadiah untuk calon pembeli rumah, misalkan perabot rumah tangga, motor, atau umroh. 
  6. Tambahkan kemudahan dalam bertransaki.  
Semakin detail informasi iklan rumah yang akan dijual, semakin besar kemungkinan terjual. Semoga bermanfaat.

Cara Survei Saat Mau Beli Rumah di Jogja

Saat Anda ingin membeli rumah di Jogja, tidak ada salahnya melakukan survei terlebih dahalu. Agar anda hemat energi dan biaya. Harapan mendapatkan rumah yang  berkualitas dan harga sesuai dari penjual rumah di Jogja tidak hanya impian. Survei rumah memang  hal yang gampang-gampang susah saat ini. Gampang kalau kita mengetahui cara dan trik mencari. Menjadi susah ketika kita tidak mengetahui caranya.

Berikut akan kami sampaikan cara survei rumah yang praktis dan efisien di Jogja. Pertama gunakan media yang ada, bisa melalui iklan di koran atau internet. Di sini saya kan menyampaikan cara survei melalui internet karena saya anggap melalui  internet informasi yang kita cari bisa ditemukan dengan mudah dan lengkap melalui internet. Carilah iklan mengenai rumah dijual di Jogja atau yang diinginkan dengan kisaran harga tertentu.  Cari  sebanyak-banyakanya referensi yang ada, catat harga, tipe, dan lokasi.  Setelah mengantongi data referensi rumah tersebut, luangkan waktu satu hari untuk melakukan survei secara berurutan dari lokasi terdekat. Jangan lupa sambil menuju ke lokasi yang dicari, lihat kanan–kiri, barangkali ada iklan perumahaan yang di tawarkan. Kalau melihat iklan perumahaan di jalan langsung disurvei sekalian.Setelah survei di lapangan secara langsung, Anda bisa memutuskan mana perumahaan yang Anda sukai. Anda juga bisa menentukan mana rumah yang harganya sesuai dengan bangunan dan lokasi.  Setelah itu lakukan negosiasi dan tentukan cara pembayarannya. Semoga bermanfaat!